SOLOK, JN- Atlit Karate asal Kabupaten Solok atas nama Mili Oner, sukses meraih medali emas pada kejuaraan BKC Open yang berlangsung di Batam akhir November 2019 ini.

Kejuaraan BKC yang diikuti peserta dari negara-negara ASEAN tersebut, Mili Oner yang turun di Final kelas 60 Kg itu, mengalahkan atlit Malaysia yang bernama, A. Subramaniam.
Dengan meraih medali emas tersebut, Mili Oner sekaligus uji coba menjelang turun pada PON ke XX di Papua tahun 2020.

Sebelumnya juga sudah ada dua orang Atlit karate Kabupaten Solok yang sudah lolos ke PON papua dan dilatih oleh Zelly Heriyanto, yakni. Yulviva dan Rama Shinta.
Mereka dinilai layak masuk untuk mewakili Provinsi Sumbar menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Kabupaten Solok, Drs. Efriadi Sikumbang, MM, saat dikomfirmasi media ini menyatakan rasa syukur dan senangnya atas prestasi yang diraih Mili Oner dengan meraih medali emas di Batam dengan mengalahkan atlit karate Malaysia dan sekaligus ajang uji coba Mili Oner mewakili Ranah Minang ke PON Papua

“Alhamdulillah Mili Oner atlit karateka Kabupaten Solok sudah lolos ke PON Papua 2020, dan juga sukses meraih medali emas di kejuaraan BKC ASEAN di Batam,” sebut Efriadi Sikumbang.

Mili Oner sukses meraih emas melalui perjuangan yang ketat dan juga berkat do’a dan dukungan segenap warga Kabupaten Solok.

Pihaknya berharap agan ketiga orang atlit ini bisa meraih prestasi bagus di Papua dan bisa mengharumkan nama Sumatera Barat di pentas nasional.
Untuk itu, kepada para atlit karate yang lolos, untuk menjaga stamina dan terus berlatih untuk megukir prestasi.

Selain ketiga orang terdebut, baru-baru ini satu orang atlit karate Kabupaten Solok, yakni Farhan Al Amin, yang juga asal Muara Panas Kabupaten Solok, juga baru saja usai mewakili Indonesia pada kejuaraan dunia Karate di Belgia, berupa Open Internasional De Karate De la Province de Liege pada tanggal 6 dan 13 November 2019 lalu.

Farham dikirim ke Belgia bersama 5 pelajar atau atlit karate lain yakni Jibril Briliant Smith dari SMAN 4 Sidoarjo, Dino Hendry Tutu dari SMA 9 Manado, Sulawesi Utara, Yodi Amara Jati dari SMA 1 Purwodadi, Jawa Tengah, Rhesnafia Trioktora asal SMA 4 Jambi dan Youne Isabela Mawikere asal 9 Manado.

“Farham dan Mili sudah membanggakan kabupaten Solok dan Sumbar serta Indonesia. Semoga begitu juga hendaknya dengan atlit karate PON kita,” terang Efriadi (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here