Liga Desa Nusantara Tingkat Kabupaten Solok Resmi Ditabuh

0
803

SOLOK, JN-Bupati Solok, H. Gusmal, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Zulkisar hari Rabu (24/7), membuka secara resmi pertandingan Liga Desa Nusantara (LDN) tahun 2019, tingkat Kabupaten Solok, bertempat di Lapangan Harimau Data, Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Tampak hadir pada acara pembukaan LDN tersebut antara lain Koordinator Liga Desa Nusantara Wilayah Sumatera Barat, Renol Fadli, Kapolsek Gunung Talang,
Iptu Yasril Muchtar, SH, Walinagari Talang, Perwakilan KONI kabupaten Solok, Sekum Askab PSSI kabupaten Solok, Sofriwandy NR, Ketua Panitia pelaksana, Hendra Setia Gunawan, Koordinator LDN kabupaten Solok,
Wardesko Pono Batuah, Manajer dan pelatih serta para pemain 16 Nagari.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Hendra Setia Gunawan, menyampaikan bahwa Liga Desa Nusantara tingkat Kabupaten Solok, hanya diikuti oleh 16 Nagari di Kabupaten Solok, karena hanya sebanyak 16 Nagari tersebut yang diberi jatah oleh Panitia Provinsi.
“Sebenarnya kami di Kabupaten Solok ada 74 Nagari, namun karena petunjuk dari Panitia Provinsi hanya ada 16 Nagari yang ikut, jadi terpaksa kami memilih Nagari yang cepat mendaftar ke panitia. Meski usai dilakukan screening dan undian pertandingan, sangat banyak Nagari yang protes dan karena nagarinya tidak ikut Liga Desa Nusantara, ” terang Hendra Gunawan.
Liga Desa Nusantara ditabuh di Lapangan Harimau Data, Nagari Talang pada hari Rabu tanggal 24 Agustus 2019 ini.
Se

Koordinator Liga Desa Nusantara Wilayah Sumatera Barat, Renol Fadli atau yang lebih akrab dipanghil Pak Lek, dalam sambutannya menyebutkan bahwa Kabupaten Solok, termasuk
salah Satu dari Lima Kabupaten di Sumatera Barat yang ditunjuk untuk menggelar turnamen sepakbola nasional Usia 18-19 berupa ‘Liga Desa Nusantara’ yang ditabuh oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia.

Menurut Renol Fadli, tujuan dari turnamen Liga Desa Nusantara ini adalah untuk mencari dan melahirkan bibit-bibit pemain handal yang ada di Desa atau Nagari yang belum tersalurkan agar bisa dipantau oleh tim pencari bakat.
“Nantinya para juara dari seri Kabupaten se-Sumbar akan bertarung berebut satu tiket di tingkat Provinsi, yakni sekitar tanggal 17 hingga 24 Agustus 2019.

“Juara Liga Desa Nusantara asal Sumbar, otomatis akan mewakili Provinsi ini ke seri Nasional tanggal 23-27 September di Jawa Timur,” sebut Renol Fadli.

Pihaknya juga menyebutkan bahwa di Sumatera Barat sendiri, turnamen Liga Desa Nusantara, akan bergulir di 6 tempat, yakni di Solok, Limapuluh Kota, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Pariaman dan Kabupaten Pesisir Selatan. Pelaksanaannya dimulai bulan Juli hingga Agustus mendatang.

Untuk Kabupaten Solok sendiri, Koordinator Liga Desa Nusantara Provinsi Sumbar, menunjuk Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, untuk menjadi tuan rumah “Kami dari panitia Sumbar, sudah mensurvey beberapa lapangan Sepakbola Nagari bersama Sekretaris Askab PSSI Kabupaten Solok Bapak Wandy, seperti di Jorong Lambah Nagari Air Batumbuk, Lapangan di Nagari Batang Barus dan Talang. Dan di Talang inilah yang kami anggap lebih layak, ” sebut Renol.

Pria berbandan gempal ini juga menyebutkan bahwa hajatan sepakbola antar desa dibawah Kementerian Desa Tertinggal ini, akan mengakomodir pemain-pemain muda kelahiran 1 Januari 2000 sampai 31 Desember 2001.

“Saya melihat Kompetisi semacam ini baik untuk menggali talenta-talenta sepakbola yang tersembunyi di Nagari-Nagari yang ada di Sumatera Barat. Apalagi dengan batasan usia dibawah 20 tahun, Liga Desa memberikan kesempatan yang sama untuk pemain-pemain muda yang selama ini mungkin tidak punya kesempatan tampil di ajang-ajang profesional,” terang Renol Fadli.

Sementara Bupati Solok, H. Gusmal, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Zulkisar dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada koordinator LDN Sumbar dan panitia LDN Kabupaten Solok yang sudah bekerja maksimal agar LDN tahun 2019 ini
terselenggara dengan baik.
“Saya percaya bahwa ajang Liga Desa Nusantara ini sangat banyak peminatnya. Tetapi karena nagari peserta hanya dibatasi sebanyak 16 Nagari, hal ini tentu akan membuat panitia kerepotan untuk menentukan 16 Nagari tersebut. Tetapi kalau bisa, tahun depan pesertanya bisa ditambah menjadi seluruh nagari, ” sebut Zulkisar.

Bupati juga berharap agar ajang Liga Desa Nasional ini bisa melahirkan bibit-bibit pemain nasional dan meminta agar selama pertandingan para pemain, manejer, pelatih dan penonton, menjaga sportifitas yang tinggi.

Sebelumnya Walinagari Talang, Marfes Boy Felly, yang diwakili oleh Sekretaris Nagari, Martadinata, mengaku bangga nagarinya ditunjuk sebagai salah satu venu pelaksanaan Liga Desa Nusantara ini.
“Yang pasti kami atas nama masyarakat Talang, menyampaikan terimakasih kepada panitia Sumbar yang sudah menunjuk Nagari Talang sebagai tuan rumah. Untuk itu kami mohon terus dari panitia Sumbar kepada panitia Nagari, ” jelas Martadinata, yang didampingi
Ketua Panitia Pelaksana Liga Desa Nusantara, Hendra Setia Gunawan dan Koordinator Kabupaten Solok, Wardesco Pono Batuah dan Ketua Pemuda Talang, Muhammad Fauzi.

Walinagari juga menjelaskan Bahwa saat ini di Talang juga sedang berlangsung piala Walinagari Talang Cup IV.

Rencananya Liga Desa Nusantara venu Kabupaten Solok di Talang ini, akan berakhir 4 Agustus mendatang.

Usai pembukaan, digelar pertandingan LDN Kabupaten Solok, dimana pada pertandingan hari pertama berhadapan tuan rumah Nagari Talang dengan Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh tuan rumah Talang dengan skor 3-1.

Pada pertandingan kedua, yang berhadapan antara Nagari Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti dengan Nagari Singkarak Kecamatan X Koto Singkarak, dimenangkan oleh Sungai Nanam 3-0.

Berikut adalah Nagari yang ikut LDN kabupaten Solok 2019 antara lain Nagari Talang, Sumani, Koto Gaek Guguak, Kinari, Muara Panas, Singkarak, Surian, Salayo, Salimpek, Alahan Panjang, Sungai Nanam, Simpang Tanjung Nan Ampek, Talang Babungo, Sulit Air, Panyinggahan dan Air Batumbuk (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here