KONI Kota Solok Akan Berikan Bonus Rp 30 Juta Bagi Atlet Peraih Medali Emas di Porprov

0
901
SOLOK, JN-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Solok terus berupaya semaksimal mungkin untuk menyonsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 November mendatang di Kabupaten Padang Pariaman. Kota Solok nantinya akan mengikut sertakan 32 Cabor dari 36 Cabang Olah Raga yang ada di Kota Solok. Empat cabor yang tidak ikut tersebut adalah Cabor Bridge, Anggar, Drum Band dan Berkuda. Selama pematangan hingga keberangkatan,KONI akan terus mengevaluasi atlet-atlet. Sehingga nantinya atlet Kota Solok bisa mendapatkan medali sebanyak-banyaknya dan mengharumkan nama daerah,tidak ada kata terlambat kita harus punya target-target untuk mendapatkan medali.
Hal itu disampaikan Ketua KONI Kota Solok, Nofrizal DT Tanbijo, Rabu (26/9).
“Sebagai bentuk penghargaan bagi atlet yang meraih medali pada Porprov mendatang  KONI akan memberikan dana pembinaan Rp.30 juta untuk emas, Rp.12 juta perak dan perunggu Rp. 7 juta, serta pelatih mendapatkan masing-masing separoh dari nilai pembinaan, pemberian dana pembinaan tersebut mudah-mudahan akan mendorong seluruh atlet dan pelatih untuk menekuni latihan,” jelas Nofrizal.
Sebelumnya, KONI sudah menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan menghadapi Porprov 2018 di Kabupaten Pariaman. Saat ini, masing-masing cabang olahraga sudah menyetorkan program latihan, termasuk jadwal dan lokasi latihan ke sekretariat KONI. Pemantauan sudah dilakukan mulai Agustus sampai November mendatang. “Setiap tim diharuskan memantau dengan mendatangi lokasi latihan dan membuat laporan. Minimal, monitoring dilakukan seminggu sekali, agar persiapan benar-benar terpantau,’’ tegas Nofrizal DT Tanbijo.
Dalam rapat yang dihadiri pengurus KONI itu, dibahas pula tentang tugas pemantau mulai dari mencatat jadwal latihan, nama-nama atlet yang sudah dipastikan masuk dalam kontingen Porprov, kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta peluang dan ancaman yang dihadapi. Setelah melalukan monitoring, tim akan membuat laporan secara dinamis dengan melihat perkembangan yang ada.
Tim bisa memantau secara bersama atau membagi tugas, namun mereka harus memantau secara langsung di lapangan. Pembentukan tim monitoring merupakan salah satu kesepakatan dalam rapat KONI, agustus lalu. ‘’Saya tidak mau, tim hanya mendatangi tempat latihan dan meminta cabang olahraga mengisi formulir yang disediakan, kemudian setelah diisi formulir diambil. Tim harus benar-benar melakukan pengamatan agar mengetahui kendala yang dihadapi,hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memaksimalkan peluang prestasi (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here