KONI Kabupaten Solok Masih Diselimuti Awan Hitam

0
621

Oleh Wandy——–

KABUT hitam sepertinya tidak henti-hentinya menyelimuti induk Organisasi Olahraga Kabupaten Solok dalam Tiga tahun terakhir. Seperti diketahui bersama, sebelum terpilihnya Rudi Horizon menjadi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Solok untuk priode 2016-2021, melalui Musorkab Luar Biasa pada Kamis 30 Juni 2016  lalu, KONI Kabupaten Solok dipimpin oleh H. Atmi Pomi.

 

Namun Kepengurusan H. Atmi Pomi dilengserkan dengan Mosi tidak percaya dari mayoritas kepengurusan KONI Kabupaten Solok, terkait adanya dugaan penyelewengan dana multi event olahraga yang digelar KONI Kabupaten Solok pertengahan tahun 2015 silam.

 

Dibawah kepemimpinan Rudi Horizon, bukan berarti semua berjalan lancar, mulai dari kepengurusan inti KONI yang banyak yang kurang peduli kepada kemajuan organisasi, sampai dengan minimnya perhatin Pemerintah Kabupaten Solok dan DPRDnya terhadap kemajuan olahraga di Bumi Penghasil Bareh Tanamo itu. Kenapa tidak, saat ini KONI Kabupaten Solok sudah bersiap-siap untuk mengikuti Porprov ke XV Sumbar di Padang Pariaman Nopember mendatang, namun dibawah dana yang minim, dipastikan bahwa tidak semua cabang olahrahga yang akan dikirim mengikuti Pekan Olhraga bergengsi antar daerah se Sumbar itu. Saat ini, dana yang tersedia di KONI hanya sekitar Rp 2,4 Milyar.

 

Jika dibandingkan dengan kota Solok yang hanya dua kecamatan dan sekitar 60 jwa penduduk, kabarnya sudah menganggarkan dana Rp 10 Milyar dan Padang Pariaman sekitar Rp 20 Milyar, maka Kabupaten Solok jauh tertinggal. Kabupaten Solok degan dana Rp 2,4 M, maka dipastikan beberapa cabor akan dipangkas, termasuk sepakbola, Vollyball, Futsal dan lainnya.

Untuk upaya menambah jumlah dana, bukan berarti pengurus KONI Kabupaten Solok berdiam diri saja. Ketua Umum Rudi Harizon bersama pengurus lainnya, sudah sering kali melobi kepala Daerah, Bupati dan Wakil Bupati serta Sekretaris Daerah, termasuk pimpinan dan anggota dewan. Namun hasilnya hingga saat ini masih nihil. Alasanya, uang sudah tidak ada dan daerah devisit. Tetapi untuk kegiatan yang berifat serimonial, dana kok bisa ada atau diadakan. Ini untuk nama daerah, kok bisa dibiarkan.

Ibarat kata pepatah, saat ini KONI Kabupaten Solok seperti ‘baban barek singguluang batu’. Artinya, dengan dana minim, sementara prestasi terus dituntut lebih. Padahal menurut beberapa kalangan, kalau olahraganya maju dan berhasil, yang akan mendapat nama adalah pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Solok.

Banyak pengamat olahraga di Kabupaten Solok menuding bahwa Pemerintah Daerah kurang peduli dengan atlet dan kemajuan olahraga Kabupaten Solok. Mereka menudingPemerintah Daerah dan DPRDnya lebih senang menghaburkan uang APBD dengan kegiatan yang bersifat serimonial. Dana hibah yang kabarnya mencapai Rp 30 Milyar, tidak jelas diarahkan kemana. Selain itu, atlet berprestasi yang sudah berbuat untuk Kabupaten Solok selama beberapa tahun terakhir, nasibnya juga tidak jelas dan tidak diperhatikan. Bahkan ada kesan, atlet hanya dibutuhkan saat ivent-ivent tertentu saja, setelah itu dibuang. Buktinya, pemerintah daerah sering menjanjikan bahwa atlet peraih medali emas akan diangkat menjadi pegawai honorer di Pemkab Solok. Namun hingga saat ini, janji tinggal janji dan nasib mereka tidak jelas.

 

 

Pada rapat pengurus KONI Kabupaten Solok pada Jum’at 10 Agustus 2018 lalu, ada pengurus dan pelatih Cabor Renang yang meminta keadilan kepada pengurus KONI, dimana torehan medali yang diraih anak didiknya selama dua tahun terakhir, lebih dari 15 emas dan anak asuhannya dijanjikan untuk dapat pekerjaan di Pemkab Solok. Bahkan surat lamaran juga sudah dibuat dan dikirim, namaun hingga hari ini tidak asatupun atlet prestasi KONI yang diangkat menjadi tenaga honorer di Pemkab Solok. Miris memang, namun hal ini adalah fakta. “Dulu mereka yang menjanjikan, tetapi mana buktinya,” jelas salahs eorang pelatih renang Kabupaten Solok, sambil menunjukan satu tas medali saaat rapat cabor dengan pengurus KONI Kabupaten Solok, yang juga dihadiri oleh anggota DPD RI H. Nofi Candra dan anggota DPRD Kabupaten Solok, Jon Pandu. Keduanya juga pengurus Cabor Perkemi di Kabupaten Solok.

 

Pada Porprov  Desember 2016 lalu di Kota Padang, Kabupaten Solok berhasil menduduki peringkat 7 di Sumbar, meski waktu itu dengan persiapan yang minim karena kepengurusan KONI baru disusun. Sementara pada Porprov di Padang Pariaman nanti, rencanya KONI paling banyak akan mengirim sebanyak 250 orang, sudah termasuk pelatih dan ofisial. Tetapi Rudi Horizon tetap berjiwa olahraga, meski dengan dana minim tersebut, maka pihaknya akan terus bekerja keras meraih medali dari Cabor-cabor yang diunggulkan.

Rudi juga pernah menyebutkan, bahwa pada Porprov di Padang Pariaman nanti, persaingan antar daerah dan atlit diyakini akan semakin ketat. Karena semua daerah, termasuk Padang Pariaman sebagai tuan rumah akan berusaha menjadi yang terbaik untuk mengalahkan kota Padang sebagai juara bertahan. “Untuk itu, kita akan lakukan evaluasi kepada para atlit dan cabor yang nantinya yang akan kita kirim tentu cabor yang berpotensi akan meraih medali. Sebab untuk meraih prestasi, dibutuhkan kerja keras dan tekat yang kuat serta dana yang cukup,” tambah Rudi Horizon (Penulis adalah wartawan Koran Padang, yang berdomisili di Solok).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here