Final Minangkabau Cup 2019, Kubung Jungkirkan Junjuang Siriah

0
167

SOLOK, JN- Seperti yang sudah diduga sebelumnya, Tim Kecamatan Kubung akhirnya keluar sebagai pemuncak pada Final Turnamen Minangkabau Cup 2 Kabupaten Solok tahun 2019, yang dilangsungkan di Stadion Tuanku Tabing, Batu Batupang, Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sabtu sore (26/1).Laga pamungkas Turnamen Minangkabau Cup,  juga disaksikan langsung oleh Ketua Asprov PSSI Sumbar yang diwakili Bapak Ghani,  Sekum Panitia Minangkabau Cup Sumbar,  Nofi Sastera,  Ketua Askab PSSI Kabupaten Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, Anggota Exco PSSI Kabupaten Solok, tokoh masyarakat Kabupaten Solok Bachtul, serta ribuan pasang mata di stadion yang menyaksikan pertandingan Final antara Kubung dan Junjuang Siriah.

Ketua pelaksana Turnamen Minangkabau Cup 2 Kabupaten Solok,  Sofriwandy NR,  dalam laporannya menyampaikan bahwa pembukaan Turnamen sepakbola paling bergengsi di Sumbar, yakni Minangkabau Cup resmi ditabuh di Kabupaten Solok pada Senin 14 Januari lalu dan berakhir Sabtu sore. “Penyelenggaraan ini hanya berlangsung hitungan hari sejak Askab PSSI Kabupaten Solok terbentuk pada akhir Desember 2018 lalu. Babak penyisihan zona Kabupaten Solok dibagi menjadi 4 wilayah dan berjalan aman dan sukses. 

Minangkabau Cup yang merupakan turnamen sepakbola antar Kecamatan dari 19 Kabupaten/Kota di Sumbar tersebut, sudah di-launching oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, pada 15 Desember 2018 lalu di GOR H Agus Salim, Kota Padang. Partai Grand Final rencananya akan digelar pada 23 Maret 2019 mendatang.
“Turnamen Minangkabau Cup di Kabupaten Solok ditujukan untuk menggairahkan kembali persepakbolaan di Kabupaten Solok  serta untuk mencari bibit pemain berbakat, ” jelas Sofiwandy NR. 

Dijelaskannya,  Turnamen Minangkabau Cup digelar selain untuk mencari bibit-bibit pemain muda potensial masa depan juga sekaligus sebagai sarana menggairahkan kembali sepakbola Kabupaten Solok, sekaligus membangkitkan bakat dan talenta sepakbola di Kabupaten Solok. Sehingga, maayarakat Kabupaten Solok yang sangat mencintai sepakbola, bisa memiliki tim yang tangguh dan bisa berbicara di tingkat Sumbar dan nasional.

Disebutkan Sofriwandy, 14 tim dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Solok dibagi dalam 4 zona atau wilayah. Zona I yang terdiri dari tiga kecamatan di Dapil I Kabupaten Solok, meliputi Kecamatan Kubung, Gunung Talang dan Sungai Lasi.
Kemudian Zona II meliputi Kecamatan X Koto Singkarak, X Koto Diatas dan Junjung Sirih. Zona III meliputi Kecamatan Bukit Sundi, Payung Sekaki,  Lembang Jaya dan Tigo Lurah. Terakhir, Zona IV meliputi Dapil IV DPRD Kabupaten Solok terdiri atas Kecamatan Pantai Cermin, Lembah Gumanti, Hiliran Gumanti dan Danau Kembar.Kemudian babak 18 besar di gelar di GOR Batu Batupang hingga penutupan hari Sabtu sore tersebut yang mempertemukan Kubung dan Junjuang Siriah. 
Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Solok yang juga Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, menyatakan pihaknya sangat bangga, Minangkabau Cup akhirnya bisa digelar di Kabupaten Solok. Menurutnya, turnamen ini mampu membangkitkan kembali gairah persepakbolaan di Kabupaten Solok. Yulfadri juga berharap, hasil dari Minangkabau Cup Kabupaten Solok ini akan mampu meraih prestasi tertinggi di Minangkabau Cup tingkat Sumbar.
“Animo masyarakat luar biasa. Kabupaten Solok adalah daerah yang gila bola. Karena itu, kita berharap talenta dan bakat persepakbolaan di Kabupaten Solok bisa terus terasah dan menorehkan prestasi,” jelas Yulfadri Nurdin. 

Dua kontestan partai pamungkas, baik Kubung maupun Junjuang Siriah, menampulkan permainan apik dan menarik dan menyajikan permainan level atas nan menghibur. 
Berlaga di Stadion kebanggaan Kabupaten Solok,  kedua tim sempat memukau penonton dan Ketua Askab PSSI Kabupaten Solok Yulfadri Nurdin, perwakilan Asprov PSSI Sumbar dan panitia MKC Sumbar,  Nofi Sastera, tokoh masyarakat Kabupaten Solok Bachtul, serta ribuan pasang mata di stadion, kedua tim silih berganti menyerang dalam tempo tinggi. 
Kecamatan Junjung Sirih, yang sejatinya menjadi tim tamu, justru mengambil inisiatif serangan sejak wasit nasional Baik Wijaya meniup peluit kick off. Mengandalkan serangan cepat dan lincah dari pemain-pemain bertubuh mungil, Junjung Sirih membuat lini Kubung kerepotan. Dimotori trio Ayub Sunandar, Ilham Ramadhani dan M. Duha Risandi, Junjuang Siriah leluasa membombardir lini pertahanan Kubung yang dikawal Febrienzy Suzhuma, Andhiko Suzhuma, Yogi Septian dan Rivaldo Saputra.
Meski terus diserang, Kubung justru mendapatkan peluang emas perdana mencetak gol. Berawal dari serangan balik cepat, Agung Wijaksono melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Meski bola sudah melewati jangkauan kiper Rahmad Fadli, namun urung menjadi gol karena menghantam mistar gawang. 
Peluang emas tersebut memantik semangat para pemain Kubung untuk keluar menyerang. Rivaldo Saputra mendapat peluang matang sepuluh menit berselang. Sayang, tendangannya berhasil ditepis. Begitu juga dengan tendangan Agung Pratama dari luar kotak penalti yang mampu diselamatkan kiper Rahmad Fadli.
Di menit ke-32, wasit Baik Wijaya menunjuk titik putih, setelah salah seorang pemain belakang Junjung Sirih kedapatan handsball di dalam kotak penalti. Namun, wasit Baik Wijaya menganulir keputusannya setelah berkoordinasi dengan hakim garis. Sebab, sebelumnya salah seorang pemain Kubung sudah terperangkap offside. Laga kemudian berlanjut dengan tempo tinggi dan permainan keras. Saling serang dari kedua tim, membuat ribuan penonton begitu bergemuruh memberi dukungan. Namun, hingga babak pertama berakhir, skor 0-0 tetap bertahan. 
Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin cepat. Umpan-umpan terobosan dari kedua tim tercipta. Kubung yang diisi para pemain bertubuh ideal dan skill tinggi, berupaya mengurung lini pertahanan Junjung Sirih, melalui serangan dari kedua sayap. Namun, “mental baja” yang dimiliki Junjung Sirih, ditambah cemerlangnya penampilan kiper Rahmad Fadli membuat semua peluang Kubung bisa diredam.
Kubung akhirnya menciptakan gol di pertengahan babak kedua melalui sundulan Ramon Julian, memaksimalkan umpan silang Agung Wijaksono. Ketinggalan satu gol membuat para pemain Junjung Sirih semakin frontal menyerang. Lima menit setelah gol tercipta, para pemain Junjung Sirih mengklaim penalti, setelah striker M. Duha Risandi dinilai dilanggar di kotak penalti Kubung. Namun, wasit Baik Wijaya menilai tidak ada pelanggaran, begitu juga dengan hakim garis. Meski diprotes para pemain dan offisial Junjung Sirih, wasit Baik Wijaya tetap teguh pada pendiriannya. 
Hingga berakhirnya laga, kedua tim tidak mampu menciptakan gol, meski saling serang. Kubung akhirnya mengukuhkan diri sebagai Juara Turnamen Minangkabau Cup 2019 Kabupaten Solok. Sementara Junjung Sirih sebagai runner up mendampingi Kubung ke Minangkabau Cup tingkat Sumbar bersama Bukit Sundi meraih juara ketiga. Pemain terbaik diraih Agung Wijaksana dari Kubung dan topskorer diraih Yozel dari Kecamatan Bukit Sundi.

Usai pertandingan,  Manajer Kecamatan Kubung, Jerzi Pafiliusco, menyebutkan bahwa pihaknya sangat bersyukur dengan raihan gelar juara tersebut. Meski timnya diunggulkan, pria yang akrab disapa Rozi Japang ini, mengaku timnya lebih beruntung dari Junjuang Siriah. Japang juga menyebut mental turnamen yang dimiliki tim yang berbatasan dengan

Kabupaten Tanah Datar tersebut, benar-benar terbukti.
“Tim Junjuang Siriah bukan tim sembarangan. Mereka memiliki sejarah panjang di persepakbolaan Kabupaten Solok. Mental turnamen yang mereka miliki, membuat mereka selalu berada di level atas persepakbolaan Kabupaten Solok. Kami lebih beruntung, karena memiliki momentum yang sangat baik di Minangkabau Cup tahun ini, dan diisi pemain-pemain bertalenta,” tutur Japang. 
Sementara Pelatih Junjuang Siriah, Febri, mengucapkan selamat kepada Kubung. Febri mengaku, Kubung memiliki skuat yang bagus dan berpengalaman. Meski tidak juara, timnya akan berusaha maksimal di Minangkabau Cup tingkat Sumbar nantinya. Yakni dengan berbagai pembenahan dan persiapan lebih baik.
“Saya menyampaikan selamat untuk tim Kubung karena Kubung berhak mendapat yang terbaik pada pertandingan ini. Kami tidak akan melihat ke belakang, tapi memandang ke depan. Yakni Minangkabau Cup tingkat Sumbar nanti. Pembenahan mental dan strategi akan menjadi prioritas. Tim harus banyak ujicoba. Berani menguasai bola, bermain ideal dan simpel,” tutut Febri.  

Sebelumnya, laga final antara Kubung dan Junjung Sirih sangat dinanti para pecinta sepakbola di Kabupaten Solok. Pasalnya, kedua daerah tersebut memiliki sejarah dan prestasi di persepakbolaan Kabupaten Solok. Keduanya sama-sama sering juara di berbagai ajang tingkat Kabupaten Solok.
Kesebelasan Kecamatan Kubung menjalani periode sempurna di turnamen Minangkabau Cup tingkat Kabupaten Solok tahun ini. Di babak grup Zona 1, mereka meraih hasil sempurna dengan mengalahkan Gunung Talang 2-0 dan Sungai Lasi 2-1. Lolos sebagai juara grup, Kubung menggilas runner up Zona 3, Payung Sekaki lima gol tanpa balas di babak 8 besar. Di semifinal, tim yang bermarkas di Stadion Tuanku Tabing tersebut mengalahkan Hiliran Gumanti dengan skor ketat 2-1.

Pada partai puncak tersebut, Agung Wijaksono terpilih sebagai pemain terbaik dari tim Kubung dan Yozel Wigia Marza terpilih menjadi top scorrer dengan 5 gol (wandy) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda