Puncak Peringatan Hari Kakao Nasional ke 8 Dipusatkan di Kabupaten Solok

0
252

SOLOK, JN-Peringatan Hari Kakao Indonesia (HKI) tahun 2019 yang ke VIII, di pusatkan di Kampus UMMY koto Baru, Kecamatan Kubung, Sabtu (5/10).

Tampak hadir pada peringatan Hari Kakao Nasional atau HKI tersebut antara lain Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, dr. Ir. Kasdi Subagyono, Msc, Gubernur Sumbar yang diwakili Asisten II, Setda Sumbar, Bupati Solok, H. Gusmal, Ketua DPRD kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, Dirut PT. RPN, Riset Perkebunan Nusantara, Dewan Kakao Indonesia, Minang Kakao, KNKS,
Kadis Pertanian. Ir. Atmaizon, seluruh Kepala SOPD di Pemkab Solok, serta petani Kakao dari seluruh Indonesia.

Pada peringatan HKI tersebut juga dicetuskan bahwa semua yang hadir sepakat untuk menjadikan Kabupaten Solok sebagai sentra pruduksi kakao, cluster industri halal yang berbasis agriculture.

“Kita berharap kepada Bapak Bupati Solok, untuk terus membina petani Kakao di daerah ini, karena prospek kakao dan mutunya sangat bagus tumbuh di Solok, ” jelas Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, dr. Ir. Kasdi Subagyono, Msc.
Ucapan Dirjen Pertanian tersebut disambut Bupati dengan baik dan berjanji akan tetus membina petani Kakao yang sudah ada dan meningkatkan ke petani lain di Bumi Bareh Solok.

Usai menggelar peringatan Hari Kakao Nasional di Kampus UMMY koto Baru, rombongan langsung turun ke lapangan menuju kebun Kakao milik Kelompok Tani Saiyo yang dinobatkan menjadi juara nasional Tahun 2018 lalu di Dusun Sawah Kandang, Jorong Batupalano, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung.

Dilokasi tersebut Dirjen bersama rombongan menggelar panen kakao bersama dan selanjutnya
juga menyerahkan bibit kakao kepada Kelompok Tani Saiyo, yang diterima Ketuanya, Busron Bahar. Usai penyerahan bibit kakao. Selanjutnya juga dilakukan tanya jawab antara petani kakao dengan Dirjen, Gubernur Sumbar dan Bupati Solok.
Pada kesempatan itu, anggota Kelompok Tani Saiyo mengeluhkan murahnya harga kakao di pasaran dan petani juga mengeluhkan serangan hama kakao berupa ulat api dan lainnya, yang sangat merusak tanaman kakao.
“Kalau hama ulat api ini sudah menyerang, jumlahnya ribuan dan diperlukan keseriusan dan dana yang tidak sedikit untuk mengatasinya, ” tutur Edril, salah seorang anggota Keltan Saiyo, kepada rombongan Dirjen dan Bupati.

Dirjen juga menjanjikan akan mendatangkan mesin pengolahan bijo kakao ke Kabupaten Solok untuk pengolahan hasil panen.

Sebagaimna diketahui, semenjak meraih juara nasional tahun 2018 lalu, kebun kakao Saiyo milik Busron banyak dikunjungi petani kakao dan dinas pertanian dari seluruh tanah air.

Bupati Solok, H. Gusmal, berjanji akan membina dan mengembangkan tanaman kakao di Kabupaten Solok kedepannya.

“Selain tanaman Hultikultura, padi, alpokat, daerah kita juga punya prospek bagus untuk dikembangkan tanaman kakao ini, ” sebut H. Gusmal. Untuk itu, pihaknya berpesan Kepada Kepala Dinas Pertanian untuk bersungguh-sungguh membina kelompok tani kakao kedepannya (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda