Penyuluhan Bahaya Narkoba dan PMS Dinsos Sumbar: Gusmal, Pekerja Sosial Ujung Tombak Penyebaran Informasi

0
626

SOLOK, JN– Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas Sosial Kabupaten Solok, mengadakan penyuluhan penanggulangan Narkoba dan Penyakit Menular Seksual (PMS) Serta Peran Pemerintah Daerah dalam Rehabilitasi Sosial orang dengan HIV/AIDS (Odha), PMS dan Napza. Rabu (11/2) bertempat di Ruang Danau Di Atas, Sekretariat Daerah Kabupaten solok.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Solok Gusmal, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi sosial Suyanto, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok Raflis, Kasi Napza Supandi, para Kabid dan sebanyak 40 orang peserta penyuluhan yang terdiri dari tenaga lapangan dinas sosial.

Penyuluhan penanggulangan Narkoba dan Penyakit Menular Seksual (PMS), yang dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi ini merupakan penyuluhan yang ke tiga kali di tahun 2018. Dengan turut melibatkan unsur dari Dinas Kesehatan BNNK, Organisasi kepemudaan dari karang taruna, Tagana, PKH, TKSK dan PSM serta organisasi lainnya.

Dalam sambutanya Suyanto menyebutkan, Kegiatan yang dilakukan kali ini bertujuan untuk, menyebarluaskan informasi yang benar tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS  pada masyarakat umum khususnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Solok.

Penyebaran informasi ini dikhususkan bagi anak-anak di sekolah yang rentan terhadap bahaya narkoba, dan akibat dari pergaulan bebas yang akan berujung kepada tertularnya penyakit HIV/AIDS.

Mengingat pentingnya hal tersebut, maka Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat  mengadakan penyuluhan penanggulangan narkoba dan Penyakit Menular Seksual (PMS) Serta Peran Pemerintah Daerah dalam Rehabilitasi Sosial orang dengan HIV/AIDS (Odha), PMS dan Napza, Selasa (17/04) bertempat di Ruang Danau Di Atas, Sekretariat Daerah Kabupaten solok.

Suyanto menambahkan bahwa, kegiatan penyuluhan penanggulangan narkoba dan Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah untuk memberikan wawasan kepada tenaga sosial untuk diteruskan kepada masyarakat. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat dan dilingkungan pelajar dapat melakukan tindakan pencegahan dan tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan penyakit menular seksual.

Lebih lanjut dikatakan Suyanto, bahaya narkoba saat ini sudah mulai merambah keberbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Bahkan dikalangan pemuda atau masyarakat umum sendiri, telah banyak menjadi korban dari zat adiktif berbahaya tersebut.

” Marak sekali terjadi Kematian akibat over dosis dari penggunaan zat tersebut. Karena itu, masyarakat termasuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) khususnya bagi anak-anak  siswa yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba dan HIV / AIDS segera untuk menghindari obat-obat terlarang tersebut supaya tidak dikucilkan oleh keluarga dan masyarakat sekitar,” kata Suyanto

Dengan adanya penyuluhan narkoba dan penyakit menular seksual, Suyanto berharap kepada pelajar dan masyarakat tidak melakukan sex bebas dan tidak menggunakan narkoba.” Diharapkan dari penyuluhan ini, agar masyarakat di Sumatera Barat umumnya,dan Kabupaten Solok khususnya. Bisa terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan dapat  menjalani kegiatan yang bermanfaat, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral,” harap Suyanto.

Diakhir sambutannya, Suyanto meminta agar tujuan kegiatan ini dilaksanakan agar tercapai tepat sasaran. Serta dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan adanya bahaya HIV/AIDS, PMS dan Napza. Ditambah lagi, generasi muda dan masyarakat dapat menerima korban HIV/AIDS, PMS dan Napza dilingkungannya yang berusaha meninggalkan kebiasaan buruknya tersebut.

Sementara itu Bupati Solok Gusmal, dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Solok sangat berterimakasih telah ditunjuknya Kabupaten Solok dalam pemberian penyuluhan dalam tahun ini. Dimana pada tahun 2017 yang lalu, Kabupaten Solok belum mendapatkan kesempatan.

Dalam sambutanya itu juga, Gusmal menyampaikan betapa beratnya beban kerja yang harus di tanggung oleh Dinas Sosial, maupun tenaga- tenaga sosial yang bertugas di wilayah masing-masing. ” Pekerjaan di dinas sosial semakin hari semakin banyak, semakin bertambahnya penduduk akan semakin banyak pekerjaan yang harus dilaksanakan,” sambut Gusmal

Banyaknya beban kerja yang dimaksudkan Bupati tersebut karena, Dinas Sosial merupakan intansi yang bekerja melayani masyarakat yang bermasalah. Diantaranya harus menyelamatkan ma seperti korban narkoba, orang terlantar, lansia dan korban permasalahan sosial di masyarakat.

“Pekerjaan dinas sosial sangat banyak, saya berharap betul betul dilaksanakan semaksimal mungkin,” kata Gusmal.

Perkembangan jaman yang terus berkembang akan menambah kerja dinas sosial, beragam persoalan akan muncul yang berhubung kepada terdapatnya korban dari masyarakat. Kondisi Kabupaten Solok, yang  belum memiliki Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi penyandang masalah sosial menyulitkan pemerintah dalam mendapatkan laporan permasalahan tersebut.

“Kita sangat berharap agar segera dibentuknya IPWL di Dinas Sosial Kabupaten Solok, agar bisa menerima laporan dari masyarakat tentang penyandang penyakit sosial dimasyarakat,” tambah Gusmal.

Disebutkan Gusmal, permasalahan narkoba saat ini semakin meresahkan. Masih banyak masyarakat sekitar yang masih belum tahu bentuk dan jenis narkoba tersebut.”banyak yang belum memahami bahaya barang haram tersebut, Peran dari dinas sosial melaui tenaga sosial sangat dibutuhkan untuk dapat bergerak aktif dalam memberikan pemahaman dan penerangan kepada masyarakat terutama kalangan pelajar,” sebut Gusmal.

Selain itu, Bupati juga menyoroti berkembangnya pergaulan bebas dan prilaku menyimpang dari kalangan anak muda. Prilaku menyimpang seperti LGBT semakin merebak. Hal ini patut diberikan atensi dari pemerintahan terutama dinas sosial melalui tenaga tenaga sosial yang telah dibentuk di setiap pelosok.

Bupati berharap agar peran dari tenaga sosial ini betul betul memberikan informasi kepada masyarakat. Agar perlindungan terhadap generasi muda dapat terproteksi dengan pengaruh narkoba, PMS dan perilaku menyimpang dalam pergaulan sehari hari.(adrizal/syafri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here