Pemprov Sumbar Sampaikan Duka Yang Mendalam Atas Kerusuhan di Papua Yang Menewaskan 9 Orang Warga Sumbar

0
360

WAMENA, JN- Sedikitnya 17 orang tewas dalam aksi anarkistis yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Dari 17 orang yang tewas, Satu orang merupakan asli Papua, sedangkan 16 lainnya warga pendatang. Bahkan 9 diantaranya warga asal Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumbar.

Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Candra Dianto mengatakan, data terakhir ada 17 orang yang tewas dalam insiden kericuhan tersebut. Satu jenazah telah dibawa pihak keluarga, sedangkan 16 lainnya masih berada di RSUD Wamena.

Sementara sebanyak 66 orang aparat keamanan mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit. Mereka terluka akibat luka bacok, busur panah, dan rekoset.

“Saat ini aparat kepolisian dan TNI masih mengevakuasi korban. Diduga masih ada korban lainnya yang belum terdata, baik dari warga maupun aparat keamanan,” sebut Letkol Inf Candra Dianto, Selasa (24/9).

Sementara itu, terkait kerusuhan yang menewaskan 9 warga Sumbar asal Pesisir Selatan, maka Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyampaikan duka yang mendalam dan menginformasikan hal-hal sebagai berikut:

1. Berdasarkan laporan dari warga Sumbar yang ada di Wamena, telah sembilan orang warga Sumbar yang tewas di Wamena. Diantaranya, Syafriyanto (36), istrinya Putri (30) dan anaknya Rizky (4), Jefry Antoni (23), Hendra (20), Ibnu (8), Iwan (24), Nofriyanti (40), Yoga Nurdi Yakop (28). Semua korban tercatat asal Pesisir Selatan dari kecamatan berbeda.

2. Atas nama masyarakat dan pemerintah provinsi Sumatera Barat, Gubernur, Wakil Gubernur dan DPRD Sumbar, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tewasnya sembilan orang warga provinsi Sumbar di Wamena. Kita doakan husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan kiranya bisa sabar dalam menghadapi keadaan ini.

3. Berdasarkan komunikasi sementara Pemprov Sumbar dengan warga Sumbar di Wamena, perempuan dan anak-anak telah diungsikan ke Jayapura, sementara laki-laki masih bertahan di Wamena. Kepada warga Sumbar yang masih bertahan di Wamena, diimbau agar berupaya dengan berbagai cara untuk menyelamatkan diri dan jangan terpancing dengan hal apapun yang dapat mengganggu keselamatan.

4. Pemprov Sumbar juga sudah menjalin komunikasi dengan Danrem 032 Wirabraja yang punya akses ke Korem 172/PWY (karena sebagian besar warga Sumbar mengungsi di Makodim).

5. Jika ada kemungkinan untuk pemulangan jenazah ke kampung halaman masing-masing, Pemprov Sumbar yang akan berkoordinasi dengan Pemkab. Pessel akan membantu transportasi dari bandara BIM ke rumah duka masing-masing.

6. Pemprov Sumbar senantiasa akan selalu setiap saat berkomunikasi dengan pihak pihak terkait guna memantau perkembangan kondisi masyarakat sumbar di Wamena, sambil mengambil langkah langkah yang dianggap penting dan perlu untuk keselamatan warga Sumbar di Wamena.

7. Apapun informasi terbaru tentang perkembangan di Wamena, Papua, terutama keadaan masyarakat Sumbar disana, akan segera disampaikan ke masyarakat Sumbar melalui berbagai saluran media.

8. Pemprov Sumbar mengimbau kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat dimanapun berada agar dapat menjaga kondisi untuk tetap kondusif dan tidak terpengaruh dengan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban, dengan mengedepankan semangat nasionalisme dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

9. Kita akan sangat berterimakasih jika ada masyarakat Sumbar baik di ranah ataupun diperantauan atau siapapun juga yang dapat membantu meringankan duka masyarakat Sumatera Barat yang tertimpa musibah di Wamena dengan berbagai cara sesuai kebutuhan dunsanak kita saat ini, baik langsung ataupun tak langsung.

10. Pemprov Sumbar juga membuka hotline sambungan telepon dari siapa saja yang dapat memberikan laporan tentang kondisi terkini masyarakat sumbar di Wamena dengan kontak Luhur Budianda 08116625763 (Kepala Biro Kerjasama Pembangunan dan Rantau Setda Prov Sumbar) dan Jasman 08197513333 (Kepala Biro Humas Setda Prov Sumbar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda