Pemkab Solok Peringati Hari Guru Nasional ke 74 Tahun 2019

0
91

SOLOK, JN- Pemerintah Kabupaten Solok, hari Sabtu (30/11), menggelar upacara Peringatan Hari Guru Nasional yang ke 74 Tahun 2019, bertempat di Lapangan GOR Batu Tupang, Koto Baru, Kecamatan Kubung.

Tampak hadir pada acara tersebut, Bupati Solok yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan, Zulkisar, S.Pd, MM, Camat kubung, Ahpi Gusta Tusri, Ketua PGRI kabupaten Solok, Asrinur serta seluruh guru di Kabupaten Solok.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, dalam sambutannya saat membacakan pidato

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A.

Menteri Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik.

“Namun saya mohan maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” Nadiem Makarim.

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustrasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.

Selain isi pudato tersebut, Mendiknas juga menyampaikan untuk mengajak

siswa di kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

“Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas dan cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas serta temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri, ” sebut Mendiknas.

Apa pun perubahan kecil itu mwnurutnya, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Upacara diakhiri dengan penyerahan piagam pengharggan kepada guru berprestasi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Zulkisar (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda