Nagari Jawi-Jawi Guguak Terus Berbenah Sambut Turis Domestik dan Asing

0
1086

SOLOK, JN– Sejak ditetapkan menjadi Kampung Wisata Budaya oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia pada akhir tahun 2017 silam, saat ini Nagari Jawi-Jawi Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok terus berbenah.

Berbagai persiapan sudah dilakukan masyaraat dan pemerintah nagari dibawah binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok dan Walinagari setempat. Bahkan dibawah binaan Dinas Pariwisata ini, masyarakat Nagari Jawi-Jawi Guguak, mendapat arahan langsung dari dinas terkait, prihal bagaimana cara melestarikan budaya asli dan juga bersopan santun kepada setiap tamu yang datang, baik tamu domestik maupun mancanegara. “Kita ingin masyarakat juga memahami apa itu kampung wisata budaya dan bagaimana cara melayani tamu dengan sebaik mungkin agar tamu merasa puas setelah mengunjungi nagari ini,” jelas Walinagari Jawi-Jawi Guguk, Laswir Malin Putih, saat menggelar pertemuan dengan seluruh unsur masyarakat yang dihadiri oleh Kabid Budaya Dari Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Yarminetty, Sabtu (24/2).

Disebutkan Laswir, menjelang kunjungan tamu mancanegara pada tanggal 9 dan 10 Maret mendatang ke Nagari Jawi-Jawi Guguak, Nagari itu terus berbenah. Salah satunya adalah dengan membuat sejarah nagari dan melestarikan budaya leluhur, seperti minum dengan menggunakan gelas bambu serta tempurung ala zaman dulu. “Waktu masih nenek moyang kita masih ada, mereka menggunakan gelas dari bambu dan juga minum kopi kawa dengan menggunakan tempurung karena zaman itu belum ada gelas dari kaca,” jelas Laswir. Selain itu, kampung budaya Jawi-Jawi Guguak juga akan melestarikan semua tradisi leluhur dan makan secara bersama-sama di atas rumah gadang.

 

Nagari Jawi-Jawi Guguak masuk dalam 10 desa Prioritas desa budaya Pembinaan Pariwisata di Indonesia. Menurut  Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Yandra Prasat, Nagari Jawi-Jawi Sudah diresmikan oleh Bupati Solok H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, sebagai salah satu Kampung Wisata Budaya di Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo. Walinagari Jawi-Jawi Guguak, Laswir Malin Putiah berharap, dengan dicanangkannya nagari Jawi-Jawi ini sebagai kampung wisata budaya, diharapkan nagari ini bisa dikenal lebih jauh dan ekonomi masyarakatnya akan meningkat dan hal itu juga butuh dukungan pemerintah, agar kita bisa kembali melestarikan nilai-nilai budaya asli nagari yang sudah banyak terkontaminasi oleh budaya dan arus moderenisasi. “Apalagi nagari kita akan masuk sebagai 10 desa prioritas wisata budaya, maka jelas hal ini sangat membngakan kita semua. Kita juga sangat berterimakasih kepada Bapak Kepala Dinas Pariwisata yang telah memperjuangkan nagari kita masuk ke 10 desa binaan Kempar RI,” terang Laswir. Walinagari juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Solok, yang sudah menunjuk nagarinya sebagai kampung wisata budaya yang bisa dikelola langsung dan diharapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat nagari karena nantinya orang dari luar bisa berkunjung, berbelanja dan menginap di home stay yang ada. “ seperti Home Stay Rumah Gadang Datuak Rajo Nan Putiah,” beber Laswir Malin Putih.

 

Disebutkannya, Pemerintah Nagari sangat komit sekali terhadap pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan nilai luhur Minangkabau. “Kampung budaya merupakan salah satu implementasi untuk pelestarian nilai-nilai tradisi, kebudayaan lokal dan kesenian anak nagari. Kita sangat memahami bahwa di nagari ini sangat banyak budaya baik yang perlu kita lestarikan. Sebagai destinasi wisata budaya, tentunya kita perlu berbenah diri, seperti halnya kebersihan, keramahan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang akan datang dan jaga nama nagari,” pungkas Laswir.

Sementara itu, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok terus melakukan pembinaan kepada Nagari Jawi-Jawi Guguk untuk terus berbenah. “Alhamdulillah, nagari Jawi-Jawi Guguak masuk kedalam 10 desa prioritas desa wisata budaya di Indonesia dan merupakan satu-satunya desa dari Sumbar,” jelas Yandra Prasat.  Bahkan dengan penuh semangat, Yandra juga menjelaskan kampung wisata budaya itu juga didukung penuh oleh Vitria Ariani, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Wisata Perdesaan dan Perkotaan dan juga Deputi Bidang Pengembangan desa dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, maka pihaknya tertarik dengan nagari Jawi-Jawi Guguak untuk dikembangkan bersama 10 desa lainnya di Indonesia.

Dijelaskan Yandra, Vitria Ariani datang bersama DR. Sari Lenggo Geni, Direktur Pusat Study Pengembangan Pariwisata Universitas Andalas ke nagari Jawi-Jawi Guguak, pada saat Bupati Solok meresmikan nagari Jawi-Jawi Guguak sebagai kampung wisata budaya awal Oktober lalu. “Usai melihat tradisi dan adat nagari setempat, buk Vitria Andriani langsung terpesona dengan sambutan masyarakat yang ramah dan budayanya yang beragam, termasuk dengan Indang padusinya,” jelas Yandra. Hal itu langsung dikoordinasikan dengan Ketua tim percepatan desa wisata, dan Jawi-Jawi Guguak masuk dalam 10 desa prioritas Indonesia karena selama ini di Sumbar belum ada nagari atau desa yang masuk.

“Kampung Wisata Budaya ini adalah konsep pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat di nagari. Konsep kampung budaya ini dititik beratkan kepada pengembangan mental budaya masyarakat setempat dan pengelolaanya kita serahkan langsung ke masyarakat nagari setempat,” jelas Yandra Prasat (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here