Menteri Pertanian RI Lakukan Panen Bawang di Sungai Nanam

0
1324

SOLOK, JN-Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, Rabu siang (28/12), melakukan panen dan tanam serentak bawang merah di nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Mentan RI ini, dalam kunjungan ke Kabupaten Solok, didampingi Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, Pimpinan Komisi IV DPR RI, para Kepala SKPD Kabupaten Solok, Camat Lembah Gumanti dan tokoh masyarakat Lembah Gumanti lainnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sesampai di Sungai Nanam, langsung melakukan panen dan sekaligus tanam bawang merah serentak diatas lahan seluar lebih kurang 500 hektar. Tujuan yang akan dicapai dari kunjungan tersebut adalah untuk mendorong peningkatan produksi komoditas bawang merah strategis di Kabupaten Solok. Selain itu, diharapkan panen dan tanam serentak ini bisa memicu peningkatan produksi bawang merah di wilayah Sumatera Barat dan Sumatera bagian Utara seperti Kabupaten Simalungun yang didorong menjadi buffer zone bawang merah.
Dalam sambutannya, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Pemerintah RI melalui Kementerian Pertanian selama 2016 ini, telah mengembangkan zonasi produksi bawang merah di 32 Kabupaten di seluruh Indonesia, salah satunya di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. “Saya melihat lahan di Solok ini sangat subur dan luas, sehingga bisa menjadi daerah sentral penghasil bawang merah di wilayah Sumatera Bagian Barat,” jelas Andi Amran Sulaiman. Dijelaskan Mentan Andi Amran Sulaiman,  rencananya pada 2017 yang akan datang, produksi bawang merah akan melebar ke Pulau Kalimantan dan Kepulauan Maluku sebagai buffer zone di Kawasan Timur Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan petani dan antisipasi panjangnya rantai pasok dan biaya transportasi sebagai pemicu utama lonjakan harga di tingkat konsumen, khususnya untuk bawang merah.

Selain di Kabupaten Solok, untuk wilayah Sumatera bawang merah juga akan dikembangkan di Kabupaten Simalungun, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Tanggamus di Provinsi Lampung.  Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, juga menyampaikan bahwa saat ini Pemkab Solok, khususnya nagari penghasil bawang merah seperti Sungai Nanam, Alahaan Panjang, Salimpat, Simpang Tanjung Nan Ampek, Aia Dingin, Lolo, Subarang Danau, Lembang Jaya dan Gunung Talang, saat ini sangat dibutuhkan penelitian terhadap tanah pertanian, karena setiap bulan dan sepanjang tahun digunakan untuk lahan pertanian. “Kami di Kabupaten Solok butuh tim ahli pertanahan, apakah kedepannya lahan yang digunakan secara terus menerus tidak akan mempengaruhi produksi bawang merah, karena kalau tidak dibantu pupuk atau bahan kimia, maka hasil panen akan berkurang,” jelas H. Gusmal. Dijelaskan Bupati, Pemkab Solok sangat serius dalam meningkatkan hasil pertanian, baik itu bawang merah, kentang, kol, markisa dan juga tanaman unggulan seperti padi dan beras Solok yang dikenal wanginya di seluruh nuasantara.
Sementara Dirjen Hortikultura, Spudnik Sujono menyebutkan bahwa selain di Kabupaten Solok, zonasi terbanyak penghasil bawang merah di Indonesia adalah di Pulau Jawa yang tersebar 18 kabupaten seperti Provinsi Jawa Barat di enam kabupaten yakni Bandung, Garut, Majalengka, Indramayu, Cirebon dan Kuningan. Tujuh kabupaten di Jawa Tengah yakni Demak, Brebes, Tegal, Pemalang, Pati, Kendal, dan Grobogan. Lima kabupaten di Provinsi Jawa Timur: Malang, Probolinggo, Bojonegoro, Banyuwangi dan Nganjuk. Ditjen Hortikultura memperkirakan pasokan bawang merah pada Desember 2016 dan Januari 2017 akan surplus 26.385 ton dan 11.776 ton dari total produksi 108.554 ton dan 107.417 ton. Hal itu didukung luas tambah tanam pada September 2016 mencapai 9.359 hektar, 13.293 hektar pada Oktober 2016, 11.714 hektar pada November 2016 dan Desember 2016 mencapai 12.100 hektar dengan produktivitas 10,5 ton per hektar. Sementara hasil produksi pada November 2016 mencapai 98.644 ton, dan perkiraan produksi Desember 2016 mencapai 140.108 ton sebagai hasil kumulatif penanaman Juli hingga September 2016, dan perkiraan produksi Januari 2017 sekitar 127.534 ton (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here