Menpan RB dan Kepala LAN RI Apresiasi Pemko Solok

0
452
SOLOK, JN – Merubah kebiasaan atau rutinitas tidaklah mudah, dibutuhkan inovasi yang dapat memotivasi dan meningkatkan gairah kinerja pemerintah. Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Solok, yakni dengan melahirkan 158 inovasi yang merupakan hasil kerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN RI), dalam rangka membuktikan bahwa berubah dari kebiasaan/rutinitas itu mudah. Bahkan semangat Pemko Solok mendapat apresiasi yang tinggi dan Menpan – RB.
Hal tersebut dibuktikan dengan berhasilnya Kota Solok mencapai tahap Display, keseluruhan inovasi tersebut ditampilkan dalam pemeran Display Inovasi di Terminal Bareh Solok, Selasa (8/5). Selain itu juga sebagai bentuk deklarasi Pemko Solok yang memproklamirkan Kota Solok sebagai Lumbung Inovasi di Sumatera Barat.
Display Inovasi tersebut dibuka langsung oleh Menpan-RB Asman Abnur didampingi Kepala LAN RI Adi Suryanto, Walikota Solok Zul Elfian, Wakil Walikota Solok Reinier. Turut dihadiri Kapolres Solok Kota, Dandim 0309, Ketua LKAAM, Bundo Kandung, unsur Forkompinda, seluruh Kepala OPD dan ASN Pemko Solok.
Pergelaran ini dimaksudkan untuk memberitahukan kepada masyarakat beragam bentuk inovasi yang telah dilakukan Pemko Solok. Selain itu juga menunjukan keberhasilan Pemko Solok dalam berinovasi serta menjadi percontohan bagi pemerintah daerah yang lain, bahwa inovasi itu mudah, dapat ditiru dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan daerah yang beragam.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (Menpan – RB) Asman Abnur mengatakan pihaknya mengapresiasi semangat Walikota Solok dan seluruh jajarannya. Menpan berharap perubahan ini dapat terjawab dengan peningkatan kualitas aparatur.
Kemenpan RB juga sedang gencar – gencarnya fokus menciptakan manajemen pemerintahan berbasis performance, audit kelembagaan pemerintah, pemerintahan berbasis elektronik, perbaikan dan peningkatan SDM aparatur dan sistem pelayanan publik.
Dengan adanya 158 inovasi ini membuktikan Kota Solok mampu, ketika daerah lain banyak yang mengalami kendala. Menpan meminta kepada seluruh ASN di Kota Solok jangan larut dengan rutinitas, tetapi terus memotivasi diri melahirkan inovasi dan perubahan yang baru.
Asman Abnur juga menginstruksikan kepada Walikota tidak hanya memberikan sertifikat kepada para inovator, tapi beri apresiasi berupa reward dan penghargaan kepada pegawai dan instansi. Sehingga tercipta dunia persaingan yang bersih dalam berinovasi dan tercapainya salah satu indikator daerah yang maju.
ASN dalam birokrasi pelayanan publik diminta untuk tidak fokus dengan serapan anggaran saja, tetapi fokuslah pada efek manfaat dari program kerja terhadap masyarakat. Kompetensi ASN juga harus menjadi dasar dalam penempatan jabatan, jangan faktor kedekatan. Menpan berpesan kepada seluruh ASN harus berjiwa melayani dan update perkembangan teknologi.
“Banyaknya inovasi-inovasi ini harus dimanfaatkan oleh seluruh ASN sebagai wahana meningkatkan kompetensi. Menempatkan potensi pada tempatnya, menghasilkan inovasi yang berdampak, dan menciptakan kondisi pemerintahan yang kaya gagasan, ide dan profesional,”kata Asman Abnur.
Sementara itu Kepala LAN RI Adi Suryanto mengatakan ini merupakan prestasi yang membanggakan yang merupakan komitmen tinggi dimana seluruh jajaran bersama dengan kepala daerah, bergerak dengan cepat dan seirama hingga dapat menciptakan 158 inovasi.
Ini juga menjadi destinasi baru Kota Solok sebagai tempat belajar inovasi dan menjadi percontohan bagi daerah lain di Sumbar. Menjadi wahana bagi ASN untuk melahirkan karya inovasi yang melekat dengan kemajuan teknologi.
Dijelaskan Adi, inovasi dibutuhkan sebagai bentuk komitmen dan kontribusi dalam mengakselerasi kinerja pemerintah, dalam rangka mencapai sasaran pemerintah pada tahun 2025 dalam membentuk Gold Class Governance.
“Ini membuktikan Kota Solok dapat berjalan dengan satu aktualisasi ide dan rencana, Kepala Daerah dengan jajarannya, bergerak untuk berinovasi, melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan publik,”kata Adi.
Kemudian Walikota Solok Zul Elfian mengatakan inovasi merupakan modal bagi Kota Solok dalam memajukan daerah, mencatatkan diri, bahwa ilmu pengetahuan merupakan kesempatan dan potensi SDA yang menjadikan kota Solok sebagai lumbung inovasi di Sumatera Barat.
Menurutnya di era globalisasi dibutuhkan strategi yang ampuh, dengan berinovasi, mengubah mindset dan pola pikir ASN untuk tidak takut dengan perubahan. Inovasi bukan lagi jalan alternatif, tetapi merupakan jalan utama yang harus ditempuh.
Walikota juga mengapresiasi seluruh OPD yang telah membuktikan kemampuannya, melahirkan inovasi yang tidak ternilai harganya, membuktikan bahwa ide, gagasan, inovasi yang unik, menarik dan mempermudah jalan kinerja pemerintahan di era teknologi yang semakin cepat.
Dengan pemanfaatan teknologi, Pemko Solok akan terus berbenah, berkomitmen, meningkatkan mutu pelayanan publik, mendorong seluruh ASN untuk berinovasi yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Walikota ingin Kota Solok dikenal sebagai daerah yang mampu mengkoordinir OPD menciptakan inovasi yang berdampak pada masyarakat, tidak hanya di bidang fisik tapi juga administrasi.
“Kita diberi kepercayaan, dan ini merupakan tanggung jawab, menjadi tantangan bagi kita semua, dalam menularkan virus-virus inovasi kepada seluruh daerah di Sumatera Barat, merubah pola pikir, dengan tidak mengenal lelah, melahirkan inovasi, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kemampuan dan kinerja,”kata Zul Elfian.
Walikota memastikan Kota Solok akan terus memacu motivasi seluruh jajaran, mengaplikasikan inovasi-inovasi yang telah diciptakan dalam kehidupan pemerintahan sehari-harinya. Menerapkan sistem pemerintahan yang transparan, efektif, efisien dan akuntabel.
FASTREN Menjaring Aspirasi Hingga Ke akar
Dari sekian banyak inovasi yang dihasilkan, salah satunya yang paling menonjol ialah FASTREN (Fasilitator Perencanaan Teladan) yang diciptakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solok, yang merupakan inovasi pada tata pemerintahan. Inovasi ini menjadikan perencanaan pembangunan daerah sesuai dengan keinginan dari masyarakat, menyerap keinginan masyarakat hingga ke akar.
Inovasi FASTREN ini, mengikutsertakan tenaga yang terlatih atau berpengalaman dalam memfasilitasi dan memandu diskusi kelompok/konsultasi publik di bidang perencanaan pada tingkat kelurahan dan kecamatan yang memenuhi kualifikasi kompetensi teknis/subtansi dan memiliki ketrampilan dalam penerapan berbagai teknik dan instrument untuk menunjang partisipatif dan efektivitas kegiatan .
Memfasilitasi masyarakat dalam menyampaikan usulan kegiatan pembangunan melalui pramusrenbang, menginformasikan kepada masyarakat hasil musrenbang dan melaporkan pelaksanaan tugasnya setiap bulan.
FASTREN akan menjaring seluruh aspirasi masyarakat dengan ramah, mulai dari tingkat bawah pada pramusrenbang, kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota. Para fasilitator inilah yang mengawal, mencari dan mengajak masyarakat untuk termotivasi memberikan usulan dalam perencanaan pembangunan daerah. Sesama fasilitator juga berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam bertugas, dimana penilaian keberhasilan fasilitator bergantung pada hasil dari kinerja mereka.
Sebelum adanya inovasi FASTREN ini peran fasilitator perencanaan kurang optimal, beruntung berkat komitmen menjadikan Kota Solok lumbung inovasi, lahirlah FASTREN yang membuat fasilitator yang ditunjuk menjadi lebih proaktif dalam menjalankan tugasnya. Selain itu pembangunan yang dilakukan pemerintah merupakan cita-cita dan harapan langsung dari masyarakat hingga ke akarnya.
Selain FASTREN inovasi yang agak menonjol lainya yang ditampilkan dalam display adalah LANGKOK (Lahir Pulang OK) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dimana bayi yang baru lahir langsung memperoleh akta kelahiran, kemudian SMASH CARE’S (Solok Madinah Sehat Cara Revolusi untuk Sehat) dari Dinas Kesehatan dimana integrasi program pemerintah pusat yakni PSC 119 dengan program Pemko Solok, jemput bola pelayanan kesehatan saat darurat secara langsung kepada masyarakat.
Kemudian SCANDAL TALAK (Scan Dokumen Anti Hilang РTata Laksana) dari Bagian Organisasi yang mengefektivitaskan pengelolaan surat-surat masuk dan keluar, sebelum inovasi surat-surat sering hilang, tercecer. Setelah berinovasi permasalahan teratasi. Ketika dokumen dibutuhkan  tinggal mencari di database surat-surat yang di scan. SATE LOKAN (Selesai Kegiatan Langsung Laporkan Pertanggungjawaban) dari Balitbang, dimana sebelum inovasi, laporan keuangan sering terlambat karena PPTK terlambat menyelesaikan administrasi, berdampak bendahara sering telat pulang dan lembur. Setelah adanya inovasi, bendahara rutin membuat pengumuman melalui aplikasi whatsapp pada grup balitbang, permasalahan dapat diatasi.
Juga ada KAMPUNG BERDASI (Bersih, Indah, Sehat dan Berseri) daru Dinas Lingkungan Hidup dimana aktivitas/kegiatan dalam menjadikan Kota Solok Bersih, Indah, Sehat, dan Berseri. TAPASO JARWO (Tanam Padi Solok Jajar Legowo) dari Dinas Pertanian merupakan upaya dalam meningkatkan ketersediaan varietas beras anak daro yang asli dan murni dengan berinovasi membudayakan teknologi jajar legowo di sebahagian besar lahan sawah yang ada di Kota Solok.
JAKA SUPER (Jadikan Pekarangan Sebagai Sumber Pangan Keluarga) dari Dinas Pangan merupakan upaya dalam pemanfaatan pekarangan untuk dipergunakan sebagai sumber pangan dan tambahan penghasilan keluarga. Kemudian SIMESRA (Sistem Informasi Ruang Pertemuan Bersama) dari Dinas Kominfo yang sebelum inovasi, OPD sering kesulitan dalam memperoleh ruangan untuk rapat, dengan adanya inovasi ini, OPD dapat mengadakan rapat dengan sebelumnya membooking ruangan melalui aplikasi.
Inovasi OPD di Kota Solok dibagi atas 7 kategori, Inovasi Teknologi, Inovasi Produk, Inovasi Proses, Inovasi SDM, Inovasi Metode, Inovasi Konseptual dan Inovasi Hubungan.
Substansi utama untuk Display dalam rangka memberitahu khalayak ramai (birokrat, masyarakat), proses pembelajaran bagi daerah lain, dengan adanyan lab Inovasi di Kota Solok, Kota Solok bisa menjadi destinasi baru bagi daerah yang ingin belajar tentang inovasi.
Untuk hari kedua Rabu (9/5), Walikota Solok akan memberikan penghargaan kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)/Inovator yang berhasil masuk 10 besar dalam konvensi inovasi daerah yang dinilai oleh tim juri yang berasal dari KemenPAN RB dan LAN. Kegiatan ini ditutup dengan semarak budaya kota Solok, peserta dianjurkan untuk memakai baju adat setempat serta juga diadakan Festival Rendang dan bazaar murah.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here