Mapolda Riau Diserang Orang Tak Dikenal, Lima Orang Meningggal Dunia

0
601

PEKANBARU, JNMarkas Polda Riau diserang teroris  pagi ini. Satu polisi gugur dalam kejadian ini. Hal itu seperti dilaporkan rekan media dari Detik.com dan Kompas TV dan lainnya.

“Saya sampaikan Polda Riau berhasil mematahkan penyerangan sekelompok orang tak dikenal,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2018).

Berikut fakta-faktanya yang diketahui sejauh ini:

Siapa pelakunya?

Ada sejumlah orang tak dikenal yang kemudian masuk ke kompleks Mapolda Riau. Mereka masuk menerobos ke Polda.
“Pada saat masuk dihalangi anggota Polda Riau, kemudian turun dari mobil orang-orang tidak dikenal tersebut. Ada 4 orang kemudian menyerang anggota menggunakan samurai atau senjata tajam yang mengakibatkan dua anggota Polri luka-luka,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Rabu (16/5). Polisi, hingga pukul 11.45 WIB, belum mengumumkan apakah pelaku dari kelompok tertentu.

Kapan peristiwa terjadi?

Aksi 4 orang tak dikenal itu terjadi tadi pagi.

“Pada hari Rabu tanggal 16 Mei 2018 sekitar jam 09.00 WIB, ada sebuah mobil yang menerobos ke Mapolda Riau, mobil Avanza BM-1192-LO,” ujar Irjen Setyo.

Bagaimana pelaku bisa menerobos Mapolda Riau?

Sekelompok orang tak dikenal itu menerobos Mapolda Riau dengan mobil Avanza. Aksi mereka kemudian dihadang oleh polisi.

“Mereka masuk dari pintu samping, jadi kronologinya ada anggota kita yang masuk kemudian diperiksa oleh petugas jaga di pintu, kemudian anggota masuk, saat petugas dari penjaga pintu menutup pagar, setelah pintu tertutup, dia terobos,” kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (16/5).

Apa yang dilakukan polisi?

Polisi langsung menahan mobil yang menerobos masuk itu. Para pelaku pun dilumpuhkan.

“Kemudian sekelompok orang tidak dikenal tersebut dilumpuhkan dengan penembakan dan akhirnya 4 orang tewas,” kata Irjen Setyo.

Satu orang sempat melarikan diri dengan mobil. Dia kemudian menabrak polisi atas nama Ipda Auzar dan 2 jurnalis, masing-masing dari tvOne dan MNC TV. Ipda Auzar akhirnya gugur.

Satu orang yang sempat melarikan diri akhirnya ditangkap. Dia masih diamankan di Polresta Pekanbaru.

Polisi kemudian mengamankan mobil tersebut. Sejumlah barang bukti juga langsung diamankan.

Bagaimana polisi menangkap terduga teroris yang kabur?

Satu orang itu mula-mula melompat ke rumah Dinas Wakapolda Riau setelah turun dari mobil. Ia kemudian lari ke belakang dan melompat ke rumah warga yang lain. Aparat mengepung. Terduga teroris itu memanjat rumah warga di sekitar Jalan Gajah Mada.

Aparat terus mengepung rumah warga tersebut dan mengejar pelaku. Setelah terjadi kejar-kejaran, terduga teroris itu dibekuk.

Apa saja barang bukti yang diamankan?

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari peristiwa tersebut. Barang bukti tersebut di antaranya mobil Avanza, 3 senjata tajam berupa samurai, 3 penutup muka, 3 pasang sepatu, handycam dalam kondisi rusak, jaket, jam tangan, dan ikat kepala.

Berapa jumlah korban dalam peristiwa ini?

Terduga teroris menyerang Mapolda Riau. Ada seorang polisi yang menjadi korban jiwa, sedangkan dari pihak terduga teroris 5 orang yang tewas.

Satu polisi gugur atas nama Ipda Auzar, sedangkan 2 lainnya luka-luka atas nama Brigadir John Hendrik dan Kompol Faridz. Dua jurnalis dari tvOne dan MNC TV terluka akibat peristiwa ini.

Dua polisi yang terluka mengalami luka bacok. Keduanya dilarikan ke RS Bhayangkara.

 

Sementara itu, sesuai laporan dari  Kompas TV di RS Bhayangkara sudah dievakuasi 5 orang yang meninggal saat kejadian aksi penyerangan Mapolda Riau pada Rabu (16/5/2018) pukul 12.06 WIB. Dari 5 orang tersebut, empat merupakan pelaku penyerangan terduga teroris dan satu merupakan anggota polisi yang meninggal dunia. Belum diketahui identitas polisi yang meninggal tersebut, sementara dari keterangan yang beredar nama polisi yang meninggal adalah Ipda Auzhar (56). Keterangan jurnalis KompasTV sebelumnya mengatakan Polisi dan jurnalis tersebut saat ini berada di RS Bhayangkara untuk diberikan perawatan. “1 Polisi masih dirawat, juga dua jurnalis,” kata laporan jurnalis KompasTV di Mapolda Riau. Baca juga: Mapolda Riau Diserang, 1 Polisi dan 2 Jurnalis Masih Dirawat di RS Bhayangkara Dua wartawan terluka akibat terserempet kendaraan pelaku penyerangan, yakni wartawan MNC dan TVOne. Sementara terduga teroris yang melakukan aksi penyerangan, empat diantaranya berhadil dilumpuhkan dengan ditembak mati di tempat dan jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara. Sebelumnya menurut keterangan Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto, saat kejadian tersebut terjadi, Polda Riau berencana menggelar konferensi pers pengungkapan kasus narkoba beberapa waktu lalu. Disampaikan kronologi kejadian yakni sekitar pukul 09.00 ada sebuah kendaraan yang menerobos masuk ke markas Polda Riau. Baca juga: Saat Kejadian, Mapolda Riau Sudah Siaga Ketat sehingga Serangan Berhasil Dipatahkan Karena terhalang pagar yang tertutup mobil itu menerobos dan masuk halaman Mapolda, kemudian sampai halaman Mapolda karena mobilnya terhalang mobil lain, para penumpang keluar dan lakukan penyerangan ke anggota (Polisi) pakai pedang. Serangan tersebut mengakibatkan 2 polisi terluka lalu sopir lari ke luar markas dan di ujung markas mobil tersebut menabrak anggota karena menahan laju kendaraan tersebut. Polisi yang ditabrak meninggal dunia. “Dua polisi terluka diserang terduga pelaku, satu terluka di jari kanan satu terluka di kepala belakang, satu meninggal yang kena tabrak,” kata AKBP Sunarto (sumber Detik.com/ bag/fdn/ Aprillia Ika dan berbagai sumber)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here