Komisi Sembilan DPR RI Kunjungi Embarkasi Padang

0
119

PADANG, JN- Komisi Sembilan DPR RI, melakukan kunjungan kerja, ke daerah Sumatra Barat, Selasa (24/7).  Kedatangannya disambut Gubernur Sumatera Barat diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM, Kakanwil Kemenag Sumatera barat, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat , Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan serta Kepala BPJS Kesehatan.

Gubernur Sumatra Barat, berharap agar anggota dewan memperhatikan fasilitas-fasilitas yang ada di embarkasi Sumatera Barat ini. Pasalnya di embarkasi Padang juga, melayani penerbangan untuk jamaah haji asal Bengkulu.

“ Alhamdulilah hingga saat ini,  proses pemberangkatan Calon Jemaah haji (CJH) hingga kloter Tujuh ini berjalan dengan baik da lancar,” katanya. Sementara itu anggota DPD RI Komisi 9, Ermalena  mengatakan kedatangannya untuk melihat fungsi pengawasan yang ada diembarkasi Padang.  

“Penyelenggaraan kesehatan haji 2018 oleh pemerintah khususnya pelayanan kesehatan diembarkasi dan pelayanan kesehatan yang telah dilakukan di daerah”, tuturnya.

Kehadiran Komisi 9 juga ingin memastikan, proses dan pelayanan kesehatan yang diterima Jamaah haji sudah sesuai prosedur dan keterlibatan BPJS Kesehatan.  Pasalnya pemeriksaan kesehatan jamaah haji, sudah dimulai sejak orang itu terdaftar sampai  ditetapkan sebagai jamaah yang berangkat.  

“Harapan kami setelah kunjungan kerja ini, kami mendapat gambaran yang lengkap dan utuh tentang penyelenggaraan ibadah haji. Selain itu, kesehatan haji diembarkasi dan pelayanan kesehatan yang telah dilakukan di daerah, serta mendapatkan laporan profil jemaah haji dari sisi kesehatan , khususnya yang berangkat dari Embarkasi Padang,”  ucapnya.

 

Lebih lanjut ia mengatakan, sebanyak 67 persen dari jamaah calon haji yang berasal dari Embarkasi Padang dengan status Resiko Tinggi (Resti), baik Resti karena usia juga Resti karena penyakit yang diderita.

“ Perbaikan pelayanan untuk tahun 2018, terdapat pada sistem pencatatan. Dimana sebelumnya menggunakan buku kesehatan haji, Tahun ini  berganti dengan kartu kesehatan Haji,  yang telah menggunakan QR Code yang bisa di scan dengan ponsel.  Sehingga data jamaah akan terlihat, namun kekurangan kartu kesehatan ini hanya digantung dengan tali tentunya rentan untuk rusak dan hilang,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, setelah dilakukan pengecekan dan pendataan terhadap jemaah calon Haji diperoleh hasil  2.914  dinyatakan istitaah,  1735 istitaah dengan pendamping dan  tidak memenuhi syarat kesehatan 10 orang , tidak memnuhi syarat kesehatan  sementara 12  orang.  Jemaah tunda 1 orang serta  jamaah yang meniggal 1 orang, dengan penyakit paling banyak diidap oleh jemaah adalah hipertensi.

Sementara itu, kakanwil Kemenag Sumbar, Hendri, menuturkan pelayanan terhadap jamaah khusus untuk sarana dan prasarana asrama haji telah disediakan kamar dengan kapasitas 485 orang dengan ruang full AC dan ada televisi juga serta setiap kamar dilengkapi air mineral, sabun dan sandal.

“Perbaikan bagi jamaah tahun ini adalah tidak ada lagi tempat tidur bertingkat mengingat jamaah kita 60 persen usia lanjut”, tutur Hendri. Kakanwil Kemenag juga, menyampaikan pelayanan terbaik yang diberikan oleh Kementerian Agama antara lain dengan melaksanakan sepuluh Inovasi Pelayanan Haji Tahun 2018 yang di cetus oleh Kementerian Agama.  Antaranya perbaikan terhadap pelayanan komsumsi mulai dari menu, bumbu masak, juru masak serta jumlah porsi makan yang tingkatkan menjadi 40 kali makan selama musim haji.

Inovasi khusus di Kanwil Kementerian Agama yakni, pembuatan Bbuku panduan untuk masing-masing kloter yang dibuat oleh petugas kloter masing-masing. (mep)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda