Komisi III DPRD Mojokerto Belajar Mabit Di Kota Solok

0
1345

SOLOK, JN– Komisi III DPRD Kota Mojokerto,Provinsi Jawa Timur berkunjung ke DPRD Kota Solok, Provinsi Sumbar. Dalam rangka memperlajari Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) di Kota Solok yang selaka ini telah menjadi perhatian dari  kabupaten dan kota lainnya di Indonesia. Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, Wakil Ketua DPRD Kota Solok Irman Yefri Andang, Anggota DPRD Kota Solok dan beberapa OPD diligkungan Pemko Solok, menyambut kedatangan rombongan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, Umar Faruq.

 

Umar Faruq mengatakan maksud kedatangannya bersama rombongan legislator ke Ranah Minang, terutama Kota Solok ini sebenarnya untuk mempelajari program pendidikan keagamaan di Kota Solok. Terkait masalah pendidikan dan lebih dominan mengenai masalah malam bina iman dan taqwa yang diterapkan di setiap sekolah di daerah penghasil beras ternama itu.

 

“Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ingin mendalami program pendidikan keagamaan di sekolah dengan segala dinamika yang dihadapi di setiap sekolah dan orang tua,”kata Wakil Ketua DPRD Kota Umar Faruq.

 

Menanggapi keinginan legislator Mojokerto ini, Kasi PAUD, Disdik  Kota Solok,Zarveri mengatakan,program malam bina iman dan taqwa (Mabit) mewajibkan seluruh siswa SLTP dan SLTA untuk Shalat Magrib berjemaah dan mendengarkan ceramah keagaaan setiap Hari Selasa dan Kamis di masjid terdekat.

 

“Setiap ustadz yang memeberi ceramah diseleksi dan dibagi dalam kehalian khusus. Ada yang khusus memberikan ceramah tentang sejarah Islam dan ada juga yang khusus mengenai akidah dan tata cara beribadah yang baik,”kata Zarveri. Pada mulanya program Mabit ini hanya diikuti oleh siswa tanpa adanya konrtrol dari orang tua. Sekarang orang tua siswa sudah diberikan kewajiban untuk mengontrol anaknya dalam mengikuti Mabit.

 

Disamping mendalami maslah Mabit, legislator Mojokerto M. Cholid Virdaus W, meminta penjelasan Pemko Solok seputar program dokter rohani yang diterapkan di Kota Solok, setidaknya program dokter rohani ini bisa mengatasi permasalahan yang ada di Kota Mojokerto.

 

Menanggapi permintaan legislator itu, Kepala Bagian Kesra Kota Solok,Heppy Darmawan mengatakan, yang disebut dengan dokter rohani disini adalah penyuluh agama yang diberikan tugas memberikan pencerahan pada masyarakat miskin agar masyarakat miskin itu tidak miskin rohani.

 

Setidaknya dari data yang ada, lanjut mantan Kabag Umas Pemko Solok itu, rata rata keluarga miskin juga miskin  rohani. Untuk itu Pemko Solok menurunkan 128 orang penyuluh  agama untuk mengajari mereka shalat dan mengaji.

 

“Dari 128 penyuluh itu, sepuluh orang diantaranya diberikan tugas khusus  untuk mengajak keluarga miskin berhenti merokok. Bagi keluarga yang bisa berhenti merokok selama tiga bulan berturut turut diberi reward Rp 750 000,” jelas Heppy Darmwan.

 

Searah dengan itu, itu Wakil Ketua DPRD Kota Solok,Irman Yefri Adang mengatakan, pihak DPRD Kota Solok, akan meningkatkan besar reward ini. Kalau selama ini reward itu hanya 750 000 dan dibiayai dari uang pribadi walikota,maka kedepannya akan ditingkatkan menjadi sepuluh juta dan dibiayai dengan APBD. “Uang sepuluh juta itu bisa dijadikan modal usaha oleh keluarga miskin,sehingga proses percepatan penanggulangan kemiskinan di Kota Solok berjalan dengan baik,”ujar Irman Yefri Adang (Goavan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here