HUT HGN ke-72: PGRI Kabupaten Solok Gelar Seminar Nasional

0
979

SOLOK, JN– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok, menggelar Seminar Nasional dalam rangka HUT HGN ke-72, bertempat di Sport Center, Batu Batupang, Koto Baru, Rabu 4 Oktober 2017.

                Seminar Nasional dengan tema, “Penguatan Pendidikan Berkarakter Sebagai Wujud Nyata Menyambut Generasi Emas 2045” itu, dibuka  oleh Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, dengan dihadiri oleh Sekjen PB PGRI Pusat, DR. M. Qudrat Nugraha, Sekjen PGRI Sumbar, Zainal Akil, S.Pd,  Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM, Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, Ketua PGRI Solok,  Dr. Asrinur, M. Pd.

             Menurut Ketua PGRI Kabupaten Solok, Dr. Asrinur, M. Pd, seminar nasional PGRI Solok tersebut, diikuti oleh para guru-guru, pengawas sekolah,  kepala sekolah  dan lainnya yang berasal dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas yang  ada di Kabupaten Solok. Jumlah peserta diperkirakan sekitar  Seribu orang. “Kita berharap melaluio seminar ini akan lahir tenaga pendidik dan guru-guru yang berkarakter, sehingga bisa menunjang suksesnya Program Pemerintah Kabupaten Solok dengan Empat Pilarnya, khususnya pilar pendidikan,” jelas Asrinur. Selaku ketua PGRI Kabupaten Solok, pihaknya  lebih menitikberatkan pada tantangan-tantangan yang dihadapi oleh organisasi serta berharap pada guru-guru di daerah ini untuk bersinergi dalam PPK ini.
                Bupati Solok dalam sambutannya saat membuka seminar tersebut berharap agar peserta bisa mengikuti materi dengan baik sesuai apa yang disampaikan narasumber. Disamping itu, Gusmal juga menjelaskan alasannya mengapa memilih pendidikan sebagai pilar utama diantara Empat Pilar Pembangunan yang diusungnya dalam memimpin di Kabupaten Solok. “Kabupaten Solok memang mempunyai sumber daya alam atau SDA yang kurang, namun hal itu bisa diatasi dengan lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, tentunya melalui pendidikan. “Kalau kita mempunyai ilmu, maka dunia bisa kita genggam dan Allah akan meninggikan derajat manusia yang memiliki ilmu yang tinggi yang bisa bermanfaat untuk orang banyak.  “Kita ingin anak cucu kita memiliki ilmu yang tinggi dan kita akan memberikan kesempatan yang sama terhadap seluruh masyarakat dalam hal mengenyam pendidikan terutama bagi putra-putri Kabupaten Solok yang kurang mampu secara ekonomi agar bisa pinter. Hal itu adalah salah satu cara untuk keluar dari kemiskinan,” terang H. Gusmal.  Disebutkan Gusmal, pihaknya memilih arah kebijakan pendidikan Kabupaten Solok dengan menetapkan dan melaksanakan kebijakan pendidikan diantaranya menjadikan pendidikan sebagai salah satu pilar dari empat pilar pembangunan, program sekolah umum berbasis pesantren, bantuan transportasi bagi guru dari daerah khusus, program gerakan guru menulis, magrig mrngaji dan subuh berjamaah, dan sebagainya. 
               Sekjen PB PGRI Pusat, DR. M. Qudrat Nugraha , dalam paparannya menyebutkan bahwa Sumatera Barat terkenal dengan daerah penghasil SDM yang handal di masa lalu dan sekarang, seperti  Muhammad Hatta, Agus Salim, Hamka, M. Yamin dan lainnya. Dia menyebutkan bahwa saat ini masih banyak orang pinter lahir dari sumbar. Namun disebutkannya,  tantangan dunia pendidikan di masa datang, perjuangan organisasi PGRI, perlindungan guru, dan lain-lain, sedangkan dalam hal Penguatan Pendidikan Karakter(PPK) ialah guru bukan pembantu melainkan penentu, kemajuan akan dicapai melalui pendidikan.  “Pendidikan akan mengubah peradaban manusia dan dengan pendidikan yang  diajarkan oleh guru, akan menentukan nasib anak bangsa kedepannya. Baik buruknya bangsa ini, tergantiung dari pendidikan yang mereka dapat di sekolah,” jelas M. Qudrat.
             Dijelaskannya, dalam penanaman PPK ,seorang guru harus mempunyai kepercayaan dan kejujuran, baik terhadap diri, maupun terhadap peserta didiknya. “Bagus atau tidaknya karakter anak bangsa bergantung di tangan guru. Jadi guru harus menyampaikan hal yang baik dan positif dan mudah dimengerti oleh siswanya,” jelas M. Qudrat. sekjen PB PGRI Pusat ini juga menyinggung kalau di Kabupaten Solok sudah ada sekolah tanpa bel dan CCTV, meski beliau tidak menyebut sekolah mana  (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here