Dandim O309 Solok Jadi Irup Peringatan Hardiknas

0
46

SOLOK, JN- Komandan Kodim (Dandim) 0309/Solok Letkol Arh Priyo Iswahyudi bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2019 tingkat Kota Solok, bertempat di Halaman Balaikota Solok, Kamis (2/5).

Turut hadir, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Solok, Asisten I Setda Kota Solok Nova Elfino, para kepala Organisasi Perangkat Daerah, personil TNI, Polri, mahasiswa, siswa dan ASN di lingkup Pemerintah Kota Solok.

Dandim dalam amanatnya, membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy mengatakan bahwa, sebagaimana telah disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo, perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia. Disini, kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya. Terkait itulah, tema Hardiknas tahun 2019 adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan,”.

Tema ini, mencerminkan pesan penying Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

Dalam perspektif Kemendikbud, pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja. Dalam pendidikan karakter, membentuk insan berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti luhur. Sementara, ikhtiar membekali keterampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan. Tentu, semua itu membutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalan dunia pendidikan di tingkat pusat dan daerah.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat. Saat ini, peserta didik didominasi Generasi Z yang terlahir di era digitaldan pesatnya teknologi. Mereka lebih mudag dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan itu harus saling mendukung dan menguatkan.

“Melalui momentum Hardiknas ini, marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumberdaya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, keterampilan dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif,” katanya.

Selanjutnya, penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para insan pendidikan dan kebudayaan di seluruh penjuru negeri, terutama kepada Ibu dan Bapak pendidik dan tenaga kependidikan di semua jenjang, para penggiat PAUD, pegiat literasi, para tokoh agama, waryawan dan kontributor pendidik lainnya, yang telah menyalakan mimpi, memberikan inspirasi, serta membuka jalan terang masa depan anak Indonesia agar menjadi manusia cerdas berkarakter kuat dan memberikan manfaat bagi sekitarnya.(van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda