Bom Gereja di Surabaya, 9 Meninggal dan 40 Luka-Luka

0
409

SURABAYA, JN– Pengusaha menilai ledakan bom di Gereja, Surabaya, Jawa Timur, pagi ini, tidak akan mengganggu kestabilan ekonomi di Indonesia. Seperti diketahui, hari ini terjadi bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya.

“Kalau ekonomi sih nggak, kalau secara langsung nggak akan mengganggu (kestabilan ekonomi). Ekonomi akan berjalan, nggak ada masalah,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani kepada detikFinance, Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Hanya saja kejadian ini dikhawatirkan bisa menimbulkan persepsi yang tidak baik bagi masyarakat. Tapi secara umum, dia meyakini ekonomi Indonesia tidak terganggu musibah tersebut.

“Kalau ekonomi secara umum sih nggak ada masalah. Ketakutan sih nggak akan berpengaruh, tapi kan akan membentuk persepsi. Ini kan mempersepsi yang mengarah ke mana mana,” lanjutnya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani juga menilai ekonomi akan tetap stabil. Hanya saja, dengan adanya musibah ini, investor perlu diyakinkan bahwa fundamental perekonomian di Indonesia tetap solid.

“Kestabilan ekonomi kita stabil pada saat ini, tapi kita perlu meyakinkan para investor bahwa fundamental dan pertumbuhan kita tetap solid. Para investor selalu mengambil view jangka panjang dalam berinvestasi ke Indonesia,” tambahnya.

Setidaknya informasi terkini, jumlah korban tewas akibat serangan di tiga gereja di Surabaya terus bertambah. Diberitakan ada 9 orang meninggal dan 40 orang luka

 

Iformasi yang dihimpun dari berbagai sumber, bom tersebut meledak pagi ini sekitar pukul 07.00 WIB di Gereja Santa Clara di Jalan Ngagel Jaya Utara ,Surabaya.

Insiden ledakan bom tersebut membuat, para jemaat yang saat itu baru berdatangan, akan melakukan perayaa misa panik. Karo Penmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal membenarkan bom meledak. Dia mengatakan ada korban dalam ledakan. Namun belum dapat memastikan berapa jumlah korban.

“Ya benar ada bom. Ada korban di lokasi di Gereja Katolik Santa Maria Surabaya. Kita sedang lakukan sterilisasi,” kata Iqbal saat dikonfirmasi, Minggu (13/5).

Hingga saat ini belum diketahui siapa dan melalui apa teror itu diembuskan. Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Ipda Joko menjelaskan kepolisian tengah menuju lokasi kejadian.

“Ya memang ada tapi saya masih ada kegiatan di pusdik. Setelah ini saya cek lokasi. Nanti ya mas,” kata Ipda Joko, saat dikonfirmas  (Berbagai Sumber/zlf/zlf)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here