Badan Kehormatan DPRD Kuansing Belajar ke DPRD Kabupaten Solok

  • Whatsapp

SOLOK, JN-Anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, hari Jum’at (20/10), mengunjungi DPRD Kabupaten Solok, untuk belajar cara kerja BK dan tatib Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Bumi penghasil bareh tanamo itu.

Rombongan  parlemen dari Kabupaten Kuantan Singingi itu, datang ke Kabupaten Solok, dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Koansing, Sardiyono serta Sekwan Koansing Mastur. Sementara di Kabupaten Solok, rombongan dari Riau itu disambut oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin, SH dan Kabag Persidangan DPRD Kabupaten Solok.

Kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Sardiyono memperkenalkan profil singkat Kabupaten Kuantan Singingi, dimana secara geografis, geoekonomi dan geopolitik terletak pada jalur tengah lintas sumatera dan berada dibagian selatan Propinsi Riau, yang mempunyai peranan yang cukup strategis sebagai simpul perdagangan untuk menghubungkan daerah produksi dan pelabuhan, terutama pelabuhan kuala enok. Dengan demikian Kabupaten Kuantan Singingi mempunyai peluang untuk mengembangkan sektor-sektor pertanian secara umum, perdagangan barang dan jasa, transportasi dan perbankan serta pariwisata. “Kabupaten Kuantan Singingi merupakan pemekaran dari Kabupaten Indragiri Hulu yang dibentuk berdasarkan UU No. 53 tahun 1999, tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Natuna, Karimun, Kuantan Singingi dan Kota Batam,” jelas Sardiyono,. Ditambahkannya,  Kabupaten Kuantan Singingi terdiri dari 12 kecamatan dengan luas wilayah 7,656,03 km2. “Kami datang ke Kabupaten Solok, karena kami lihat Solok jauh sudah maju dari kami, begitu juga dengan dewannya,” tambah anggota BK Kuansing, Erdizal Is.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin, kepada rombongan dari Riau itu menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih sudah memilih Kabupaten Solok untuk dijadikan study banding BK. “Sama halnya seperti DPRD lain, Badan Kehormatan merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat tetap, dibentuk untuk melaksanakan dan menegakan kode etik DPRD dan ditetapkan dengan Keputusan DPRD,” jelas Yondri Samin. Dijelaskan Yondri Samin, anggota Badan Kehormatan diusulkan dari masing-masing Fraksi dipilih dan ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD sebanyak 5 (lima) orang.

Pimpinan Badan Kehormatan terdiri seorang Ketua dan seorang Wakil Ketua yang dipilih dari dan oleh anggota Badan Kehormatan.

“Masa tugas anggota Badan Kehormatan paling lama dua tahun enam bulan. Badan Kehormatan dibantu oleh Sekretariat yang secara fungsional dilaksanakan oleh Sekretariat DPRD,” punkas Yondri Samin (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *