Walinagari Bantah Pelaku Pembakaran Kantor KAN Talang Bukan Keponakannya

0
1497

SOLOK, JN- Terkait banyaknya beredar berita yang menyebutkan bahwa pelaku pembakaran Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Kamis siang, adalah keponakan kandung dari Walinagari Talang yakni, Ir. Marfes Boy Felli, pihak walinagari langsung membantah keras kalau pelaku pembakaran yang berinisial OF (33), bukanlah keponakannya.

“Jadi saya tegaskan, bahwa pelaku pembakaran kantor KAN Talang kemaren siang, bukanlah keponakan saya dan tidak ada hubungannya dengan saya, ” terang Marfes Boy Felli, saat ditemui di Mapolres Solok di Arosuka, Jum’at (3/5).

Walinagari Talang itu, mengaku merasa dirugikan atas pemberitaan media yang menyebutkan pelaku adalah keponakan kandungnya.

Pihaknya tidak mengerti apa motif pelaku melakukan pembakaran kantor KAN. Bahkan Marfes Boy Felli juga menyebutkan kalau sehari sebelum kejadian pembakaran kantor KAN Talang, pelaku OF juga sudah melakukan pembakaran terhadap pondoknya yang berada di kebunnya. Pihaknya menilai pelaku mungkin setres dan juga sudah menjadi Tafget Operasi (TO) oleh Polsek Talang yang menyebutkan pelaku terlibat penyalahgunaan narkoba.
“Sehari sebelum diamankan polisi, pelaku juga sudah diincar polisi karena diduga terlibat narkoba, ” sebut Marfes Boy Felli.

Terkait pembakaran pondoknya, Marfes Boy Felli juga akan melaporkan pelaku ke polisi. Saat ini pihaknya mengaku masih fokus ke kasus pembakaran kantor KAN talang dan setelah itu baru akan membuat laporan tentang pembakaran pondoknya di ladang miliknya oleh pelaku ke Mapolres Solok.
” Mungkin Senin kita akan membuat laporan tentang keberutalan pelaku membakar pondok di kebun saya, ” sebutnya.

Sebagaimana ramai diberitakan, pelaku pembakaran kantor KAN Talang, sebelumnya disebut-sebut sebagai keponakan Walinagari. Namun beredar informasi bahwa pihak walinagari tidak mengakui pelaku sebagai keponakannya.
“Kalau secara di nagari, tentu dia keponakan jauh saya, bukan keponakan kandung, ” sebut Marfes Boy Felli.
Kuat dugaan pelaku melampiaskan kekesalannya karena terkait masalah warisan yang tidak menemui titik terang.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Solok dan mendapat pemeriksaan ketat. Menurut Kapolres Solok, AKBP ferry Irawan, S. Ik, menyebutkan bahwa kebakaran Kantor lembaga niniek mamak itu sengaja dibakar oleh pelaku karena masalahnya tidak kunjung diselesaikan di nagari oleh mamaknya terkait hak waris.

“Hingga saat ini pelaku masih kita periksa di Mapolres Solok untuk pendalaman. Namun yang pasti, tersangka mengaku membakar kantor KAN karena dirinya punya masalah namun tidak segera diselesaikan oleh nagari dan KAN, ” terang AKBP Ferry Irawan.

Disebutkan Kapolres, tidak ada motif politik dalalm kasus ini. Apalagi kantor KAN itu memang digunakan untuk rapat dan penyimpanan kotak suara atau logistik Pemilu 2019 untuk kecamatan Gunung Talang. Selain itu kantor KAN Talang juga digunakan untuk rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu serentak 2019 wilayah kecamatan Gunung Talang.

Sebelumnya sempat beredar issu di masyarakat bahwa kantor KAN Talang dibakar oleh oknum Caleg yang kalah atau lainnya. Namun issu itu ditepis Kapolres, setelah mengamankan pelaku yang berinisial OF (33), yang juga warga Talang

Kebakaran kantor KAN talang sempat membuat heboh warga Talang dan kabupaten Solok karena kantor itu berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera atau eks Pasar Talang lama dan hanya berjarak sekitar 50 Meter dari Mapolsek Talang.
Bahkan Bupati Solok, H. Gusmal yang juga Ketua LKAAM kabupaten Solok dan bersama Kapolres sempat menemui pelaku di Polsek Talang dan bertanya kenapa sampai tega membakar kantor KAN.
“Menurut pelaku dia berbuat nekad karena merasa masalahnya antara mamak dan keponakan tidak kunjung diselesaikan dan dianggap disepelekan, ” jelas Kapolres.

Api diketahui membakar gedung yang mayoritas terbuat dari kayu dan bahan mudah terbakar itu sekitar pukul 13.00 WIB yang langsung membuat warga sekitar panik.

Warga dengan alat seadanya berupaya memadamkan api, namun sulitnya sumber air membuat upaya warga sia-sia, beruntung tidak lama berselang, 3 unit mobil pemadam tiba di lokasi dan melakukan pemadaman.

“Kita mendapat laporan kebakaran sekitar pukul 12.30 wib dan langsung ke lokasi dan kita juga dibantu dua unit Damkar dari kota Solok,” sebut Kabid Damkar Kab. Solok, Un Khairul

Berselang satu jam kemudian, api sudah bisa dikendalikan. Beruntung, kebakaran tidak merembet ke bangunan lainnya. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, KPU Kabupaten Solok memastikan tidak ada logistik pemilu yang terbakar dalam peristiwa itu. Seluruh logistik telah dievakuasi ke gudang KPU pada 28 April lalu.

“Logistik kecamatan Gunung Talang yang sebelumnya disimpan disana saat rekapitulasi sudah dipindahkan ke gudang KPU,” Ungkap Defil.

Tokoh masyarakat Talang, Alilintar menyebutkan bahwa polemik yang terjadi di Talang, tidak bisa dianggap sepele.
“Kejadian ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua dan para pemimpin, bahwa jangan menganggap masalah kecil itu sepele. Sebab bisa berakibat fatal. Kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, ” terang Allilintar.

Namun bagaimanapun juga, aksi pelaku jelas melanggar hukum dan akan diproses secara aturan dan hukum yang berlaku (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda