Wabup Solok, Yulfadri Nurdin: Media Harus Berani Memberitakan Kontraktor Nakal

0
171

 SOLOK, JN-   Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, meminta media agar selalu profesional dan berani mengatakan yang salah itu salah dan benar itu benar. Termasuk dalam memberitakan jika ada kontraktor nakal harus diberitakan.
“Kita harus berani dalam mengungkap fakta bahwa yang salah itu salah, termasuk dalam pemberitaan kontrakor nakal yang mengerjakan proyek tidak sesuai Speck, meski itu milik penguasa” ujar Yulfadri Nurdin, Rabu (19/12) di Arosuka, saat menjawab media ini, terkait banyaknya sorotan kepada kontraktor PT. Arpex Prima Dhamor yang mengerjakan proyek jalan baru pintu Angin sepanjang 6 KM menuju Labuah Saiyo, di Koto Gadang Guguak. 
Mirisnya pemberitaan tentang PT. Arpex Primadhamor milik pengusaha sekaligus keluarga dari anggota DPR RI asal Sumbar, yang diduga banyak mengerjakan jalan asal jadi, yang mendapat reaksi keras dari tokoh masyarakat, sekaligus Walinagari Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Dusri Harpen.
“Kita berharap agar media sebagai kontrol sosial, tetap objektif dalam memberitakan kontraktor yang nakal, namun harus sesuai fakta dan tidak mengada-ada,” sambung Yulfadri Nurdin.

 Sebelumnya Walinagari Koto Gaek Guguak, juga menyorot tajam pengerjaan jalan negara dari Pintu Angin menuju Labuah Saiyo yang sudah hancur, meski belum diserahterimakan.

“Saya juga sudah menduga sebelumnya bahwa pihak PT. Arpex banyak mengerjakan proyek besar asal jadi demi meraup keuntungan besar,” jelas Dusri Harpen, usai membaca berita Harian Koran Padang pada terbitan Senin kemaren (16/12). Selain itu, berita tentang buruknya mutu pengerjaan jalan di Kecamatan Tigo Lurah, juga sudah viral di medsos.

“Kalau begini cara kerja kontraktor PT. Arpex, ya wajar saja mereka cepat kaya. Lihat saja, jalan nasional dari Pintu Angin menuju Labuah Saiyo di Pasa Usang Koto Gadang Guguak, sepanjang 6 Kilometer, juga sudah banyak yang terkelupas, meski jalan tersebut belum diserahterimakan,” sambung Dusri Harpen, yang menunjuk langsung mutu jalan nasional tersebut bersama salah seorang anggota Koramil 0309 Talang, Selasa siang. Bahkan Walinagari Koto Gaek ini juga menyebutkan bahwa PT. Arpex juga tidak memasang  plang proyek pada ruas jalan yang dikerjakan multiyer dengan dana puluhan Milyar itu.

 

“Saya bersama masyarakat di sini, melihat secara langsung bahwa tidak ada plang proyek dari Arpex dan  jalan ini juga dikerjakan pada saat hari hujan. Jadi wajar saja mutunya rendah, selain itu, kurangnya pengawasan dari pihak yang berwenang. Atau saya curiga mereka sudah bermain dengan kontraktor tersebut,” jelas Dusri Harpen.

Selain itu, Dusri Haroen juga menyorot tajam pengerjaan penghaspalan yang dilakukan pada saat musim hujan yang jelas akan memperburuk mutu atau kualitas jalan.

“Setahu saya, pekerjaan menghampar aspal di jalan membutuhkan suhu panas yang tinggi dan selalu terjaga agar qualitas pekerjaan yang didapat baik. jika terjadi pelanggaran aturan atau speck maka seharusnya pekerjaan dihentikan. Tidak bagus dikerjakan saat hujan turun,” jelas Dusri Harpen. Disebutkannya, apabila terjadi ketidaksempurnaan akibat kelalaian Kontraktor, maka sanksi yang paling tepat adalah membongkar pekerjaan yang cacat tersebut. 



Sebelumnya, sorotan tajam juga sudah dialamatkan kepada PT. pihak PT. Arpex Primadhamor, yang mengerjakan jalan dengan nilai Rp 6 Milyar lebih diduga dikerjakan juga asal jadi di Kecamatan Tigo Lurah.

 

“Agar tidak terlalu merugikan masyarakat dan supaya tidak berurusan dengan penegak hukum, sebaiknya pihak PT. Arpex segera memperbaiki jalan yang hancur di Sumiso dan Rangkiang Luluih, agar sesuai spek dan tidak merugikan masyarakat,” tutur Mak Inal (56) tokoh masyarakat Tigo Lurah, Senin (17/12). Selain itu, Mak Inal dan Walinagari Batu Bajanjang, Dahrul Asri, juga meminta pengawasan ketat dari Dinas PUPR Kabupaten Solok selaku Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan PPTK, harus ikut bertanggung jawab atas pengerjaan jalan tersebut agar tidak merugikan masyarakat.”Sebaiknya pihak PUPR juga ikut turun mengawasi supaya jangan ada kesan kongkolingkong antara rekanan dan Dinas PU,” sambung Mak Inal.
Sebelumnya, pengerjaan ruas jalan tersebut sudah disorot berbagai puhak, karena dinilai dikerjakan asal jadi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa pembangunan Jalan Kabupaten Solok berupa Paket A yang dikerjakan oleh PT. Arpex Primadhamor dengan  menggunakan dana DAK tahun 2018 pada dua ruas jalan yakni Ruas Jalan Ragkuang Luluih Sumiso dan ruas Rangkiang Luluih ke Batu Bajanjang dinilai masyarakat setempat dikerjakan asal jadi dan sarat ada unsur kongkolingkong.
Pengerjaan ruas jalan yang menggunakan dana DAK sebesar Rp 6.351.111.000 (Enam Milyar Tiga Ratus Lima Puluh Satu Juta Seratus Sebelas Ribu Rupiah). Pada kontrak juga disebutkan bahwa pengerjaan jalan dimulai tanggal 10 April 2019 dengan masa kerja selama 180 hari.”Kami melihat, karena kurangnya pengawasan, pada pengerjaan dua ruas Jalan ini, sehingga  dikerjakan asal jadi dan ada dugaan bahan yang digunakan juga tidak sesuai sama Spek dan yang tertulis di RAB,”  jelas Walinagari Batu Bajanjang, Dahrul Asri, Minggu (16/12). 
Disebutkan Dahrul Asri, dinilai asal jadi, karena belum sampai sebulan jalan sudah keropos dan rusak berat. “Masak  kontraktor sekelas PT. Arpex Primadhamor mengerjajan jalan asal-asalan, padahal jalan belum sampai sebulan sudah hancur, ” sambung Dahrul Asri.Dia juga menyebutkan bahwa jalan tersebut juga tidak ada truck atau kendaraan bermuatan berat yang membuat jalan cepat rusak.
“Ini pasti ada permainan antara rekanan dan pihak Dinas PUPR, kalau tidak mungkin jalan belum rusak,” ucap Mak Inal (55), tokoh masyarakat Batu Bajanjang. Pihaknya menduga keras ada permainan dan kongkolingkong dibalik pengerjaan proyek tersebut antara pihak kontraktor dan pihak Dinas PUPR Kabupaten Solok, sehingga berdampak pada mutu dan kualitas jalan masyarakat. Pihaknya juga menilai pengerjaan jalan yang diaspal hotmix ini terutama yang masuk Nagari Batu Bajanjang sepanjang 800 Meter yang dimulai dari Kampuang Tangah menuju Pangka Pulai atau ke kantor Camat Tigo Lurah juga tidak tahan lama karena sudah banyak yang terkelupas.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, melalui Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Solok, Ir. Elfiandi Ibrahim mengaku sudah menegur pihak rekanan dari PT. Arpex Primadhamor milik keluarga anggota DPR RI itu, untuk segera memperbaiki jalan yang rusak.”Kita sudah menegur pihak PT. Arpex untuk segera memperbaiki jalan yang rusak. Dan Minggu kemaren sebahagian sudah diperbaiki dan tinggal yang ruas Sumiso ke Rangkiang Luluih yang belum mereka perbaiki. Kalau tidak tuntas tentu tidak akan kita bayar,” jelas Elfiandi Ibrahim (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda