Wabub Solok Segera Diminta Selesaikan Masalah Utang Piutang Dengan Pihak Djoyo Advertising

0
1215

SOLOK, JN– Ketua LSM Perak Kabupaten Solok, Yemrizon Dt Panghulu Nan Sati, meminta Wakil Bupati Solok sebagai Ketua Pelaksana Iven  Bhayangkara Utama Adventure Offroad Competition 2017, di Bukit Chinangkiek, Singkarak, yang diselenggarakan tanggal 11-12 November 2017 lalu, segera menuntaskan masalah hutang piutang dengan pihak Sugiyanto selaku pemilik Djoyo Advertinsing.

Sebab pihak Sugiyanto selaku pemilik Djoyo Advertinsing, sudah melaporkan panitia pelaksana kegiatan, termasuk Wakil Bupati Solok bersama dua orang panitia lainnya, dengan pasal penipuan karena tidak menepati janji menyelesaikan masalah hutang piutang pada agenda yang sudah disepakati. “Kalau Wakil Bupati dan panitia lainnya segera menuntaskan masalah hutang piutang tersebut, maka masalahnya tidak akan sampai begini. Apalagi kalau tidak segera dilunasi, hal ini akan menjadi alat politik bagi pihak lawan untuk menyerang Wakil Bupati nantinya,” jelas Yemrizon, Jum’at (23/3).

Sebagaimana kita ketahui bersama, Wakil Bupati Solok dilaporkan oleh Sugiyanto pada Rabu lemaren ke Polresta Solok, karena tidak segera melunasi hutang piutang kepada Djoyo Advertinsing miliknya. Pelaksanaan iven  Bhayangkara Utama Adventure Offroad Competition 2017 di Bukit Chinangkiek. Pada acara tersebut, pihak panitia diduga tidak membayar hutang piutang yang sudah disepakati  berupa banner, spanduk, baliho dan sebagainya, yang jumlahnya mencapai Rp 21 juta lebih. Sugiyanto dari Djoyo Advertising melaporkan Sekretaris Pelaksana Rico Adi Utama, yang melakukan pemesanan aksesoris tersebut.

Laporan Sugiyanto diterima oleh pihak Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Solok Kota Nomor: LP/B/III/2018/Polres Solok Kota diterima petugas SPKT Bripka Dony Aipama dan ditandatangani Kanit I SPKT Ipda Iskandar.

Pada laporan tersebut, Sugiyanto menyatakan Sekretaris Pelaksana kegiatan, Rico Adi Utama (40), meyakinkan dirinya untuk membuat berbagai alat peraga kegiatan. Pembayaran menurut Sugiyanto awalnya akan dilakukan setiap alat peraga siap. Kemudian, dijanjikan lagi setelah kegiatan selesai. Namun, pembayaran tidak kunjung dilakukan hingga kini, atau sudah mendekati Lima bulan belum juga dibayarkan. “Saat kita tagih, tidak ada keseriusan dari pihak panitia sampai sekarang, meski bagi mereka jumlah Rp 21 juta kecil, tetapi bagi kami sangat besar,” jelasnya.

Dari pengakuan Sugiyanto kepada petugas, dirinya berinisiatif untuk menanyakan kepada Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin. Tetapi jawaban yang diterima Sugiyanto dari orang nomor dua di Kabupaten Solok itu sangat mengecewakan bahkan terkesan lepas tangan. Menurutnya, Wakil Bupati, Yulfadri Nurdin mengatakan kepadanya tidak bertanggungjawab pada kegiatan tersebut. Tidak puas, Sugiyanto juga menghubungi terlapor, Riko Adi Utama yang memesan barang padanya dan jawabannya juga selalu janji-janji.

Yang menjadi perhatian publik pada kasus ini adalah adanya nama Wakil Bupati Solok sebagai pihak Ketua panitia pelaksana pada ivent sekelas Sumbar itu. Ada beberapa nama lain pada susunan kepanitian terdapat nama-nama sejumlah pejabat tinggi di Kepolisian, TNI, Kepala Daerah, Forkompimda, bahkan Anggota DPR RI, Epyardi Asda dan Asril Tanjung, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok Jon Firman Pandu, yang dicantumkan. (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here