Uang Hasil Pungli Belikan Ke Rokok

0
554
PADANG, JN- Sidang lanjutan dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengurusan pengujian kelayakan kendaraan bermotor (Keur) yang menjerat kepala UPT PKP (keur) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Solok, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, Senin (23/4).
Dalam sidang tersebut terdakwa Azradi Putra (55 tahun) dan Sutrisdianto, (32 tahun) (berkas terpisah), diperiksa secara bersama-sama. Menurut terdakwa Sutrisdianto mengatakan, biaya cat mobil diminta kepada supir. ” Dalam sehari bisa Rp 100 ribu terkumpul pak,” kata terdakwa,
Terdakwa Sutrisdianto menambahkan, hal tersebut terpaksa dilakukan karena, perintah kepala UPTD. ” Kadang-kadang uang itu saya belikan rokok untuk kepala UTPD,” imbuhnya. Sementara itu terdakwa Azradi Putra mengaku uang untuk biaya cat memang tidak ada. ” Saya sudah sering mengadu kepada kepala dinas, namun tidak ada tanggapannya,” ucapnya.
Dalam persidangan tersebut, baik pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun Penasihat Hukum (PH) terdakwa sama-sama memperlihat barang bukti kemeja hijau. Sidang yang diketuai oleh Irwan Munir beranggotakan Emria dan Perry Desmarera, menunda sidang hingga 7 Mei 2018 mendatang.
Dalam dakwaan JPU yakninya Rio disebutkan bahwa,   terdakwa Azradi Putra telah menyuruh dan memerintahkan staffnya untuk melakukan pungutan semenjak awal Januari 2017 hingga penangkapan pada 14 Juni 2017. Pengutan liar itu dilakukan sebagai uang membayar uang tambahan biaya pengecatan samping kendaraan setelah uji Keur.
Jika pemilik kendaraan yang melakukan uji Keur tidak mau membayarkan biaya pengecatan samping berakibat pada tidak diizinkan kendaraan tersebut beroperasi dan jika tetap dioperasikan pemilik kendaraan akan ditilang.
Berdasarkan catatan registrasi kendaran masuk yang menguji keur kendaraan telah menguntungkan terdakwa setidaknya lebih dari Rp 5 juta. Staff uji Keur memintakan uang tambahan itu setiap kendaraan yang uji keur kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.
Bahwa terdakwa (Azradi Putra) telah memerintahkan stafnya untuk memintakan biaya tambahan pengujian keur dan  pengecatan samping kendaraan. Penangkapan terhadap terdakwa merupakan hasil penyidikan terhadap Sutrisdianto yang didapati OTT pada 14 Juni 2017 lalu oleh Polres Kabupaten Solok di Kantor UPT PKB Dishub Kabupaten Solok ketika melakukan permintaan uang tambahan kepada korban.
Padahal korban telah melakukan pembayaran biaya pengecatan samping sesuai surat bukti pembayaran berdasarkan UU nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah perda Kab. Solok tahun 2011 tentang retribusi jasa umum dan perbup no. 15 tahun 2015  yang mana dalam surat bukti pembayaran sudah termasuk biaya pengecatan samping sebesar Rp 15 ribu.
Dari hasil pemungutan kembali biaya pengecatan samping tidak resmi Sutrisno mendapat keuntungan lebih dari Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu perharinya yang digunakan untuk operasional, membeli rokok terdakwa dan untuk dibagi. (mep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here