Tiga Tersangka Pengeroyokan di Muara Panas Berhasil Diringkus Polresta Solok

0
356

SOLOK, JN- Tiga orang tersangka yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap
Nazwir (53), warga Sawah Sudut, Nagari Muara Panas Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, berhasil diamankan Sat Reskrim Polres Solok Kota.

Ketiga orang yang sudah diamankan masing-masing berinisial Olki dan Osa dan pelaku terakhir yang ditangkap bernama Nofri (20). Olki dan Osa ditangkap pada malam kejadian, sementara tersangka Nofri ditangkap paksa pada Jum’at dinihari (28/6), sekira pukul 03.00 Wib, di persembunyiannya di Jorong Marga Makmur 2, Nagari Taratak Tinggi Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya.

“Anggta kita berhasil menangkap tersangka di Dhamasraya setelah mendapat informasi keberadaannya, ” sebut Kapolresta Solok, AKBP donny Setiawan, melalui Kasat Reskrim Polresta Solok, AKP Defrianto, Sabtu (29/6).

Sebelumnya tersangka menjadi DPO kasus tindak Pidana Kejahatan Terhadap Ketertiban Umum atau Penganiayaan Secara Bersama-sama yang terjadi di Muara Panas Minggu lalu.

Tersangka ditangkap berdasarkan Laporan Polisi : LP/09/B/VI/2019– SPKT. Polsek Bukit Sundi Tanggal 17 Juni 2019 dan Surat Perintah Penangkapan Nomor. BP. Kap/31/VI/2019/Reskrim tanggal 27 Juni 2019.

Pelaku Nofri, wsrga Jalan Raya Koto Baru Bukik Kili Nagari Koto Baru Kabupaten Solok, ditangkap bersama Barang Bukti berupa Satu batang besi Pipa dan Satu buah gear sepeda motor dengan tali warna biru.

Disebutkan Kasatreskrim AKP Defrianto, kronologis Penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat bahwa adanya keberadaan DPO Polres Solok Kota di wilayah Kabupaten Dharmasraya.
“Mendapat informasi demkian, anggota kita langsung melakukan pengejaran dan didapati tersangka berada disebuah dirumah di Jorong Marga Makmur 2 nagari Taratak Tinggi Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, kemudian pelaku kita amankan dan dibawa ke Polresta Solok, ” sebut AKP Defrianto.

Pelaku mengaku melakukan kekerasan dengan tenaga bersama memukul tubuh korban dengan menggunakan satu batang besi pipa air sepanjang 1 meter.

Selain ketiga tersangka, Polres Solok saat ini juga sedang memburu tiga pelaku lain yang masih DPO dan terlibat dugaan tindak pidana mlanggar Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimum 9 Tahun.
Nama-nama DPO atau Daftar Pencarian Orang dalam kasus pengeroyokan itu adalah l Fir, F.A dan RM.

Kepada DPO, polisi menghimbau untuk segerakan Menyerahkan diri ke Polres Solok Kota, yang berkas perkara sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

Sementara korban Nazwir, hingga saat ini masih dirawat intensif di RSUP M. jamil Padang dan sudah menghabiskan dana sekitar Rp 30 juta.
Sedangkan korban ditolak berobat dengan BPJS, dengan alasan korban pengeroyokan. Sementara korban berasal dari keluarga kurang mampu.

” Saat ini pengobatan korban hanya dibantu oleh para perantau berkat himbauan dari Bapak Walinagari dan Bapak Jorong di Muara Panas, ” sebut salah seorang kerabat korban, Risko.

“Pihak rumah sakit M. Jamil menolak kartu BPJS korban, dengan alasan korban penganiayaan. Kalau cuman karena alasan itu, kan kasihan keluarga korban, ” tambah Risko.

Menurut Ketua Pemuda Sawah Sudut, yang mengaku juga nyaris jadi korban malam itu, oleh segerombolan pemuda yang masuk kampung mereka dengan mengucapkan kata-kata kotor dan jorok serta membawa senjata tajam.

Anak korban, Toni (26) yang selalu setia mendampingi ayahnya di RSUP M Jamil Padang, tampak sangat terpukul dengan musibah yang menimpa ayah kandungnya.

“Saya sangat berharap ada jalan keluarnya untuk biaya berobat ayah saya. Kami orang susah dan sangat terpukul dengan peristiwa yang menimpa ayah, saya ini” ucap dia ketika dikonfirmasi media ini.

Istri korban, Usnil Hayati (40) yang ikut mendampingi suaminya juga tampak sangat terpukul, wajahnya tampak pucat. Ketika dikonfirmasi, ia mengatakan terfikirkan masalah biaya di RSUP M. Jamil Padang yang makin hari makin besar, apalagi korban menjalani operasi di bagian perut.

“Sampai kemarin saja, setelah operasi di RSUP M. Jamil saja sudah kena biaya lebih Rp 30 Juta, belum lagi kebutuhan lain. Di RS M. Natsir Solok habis Rp1.2 Juta,” Kata Usnil, istri korban.

Ketika ditanyakan ihwal BPJS Kesehatan, istri korban mengatakan keluarganya mengantongi Kartu Indonesia Sehat namun tidak bisa digunakan karena korban merupakan korban penganiayaan (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda