Tiga Penambang Tradisional di Sungai Durian Diciduk Polisi

0
1003
SOLOK, JN- Belum sempat menikmati hasil, sebanyak tiga orang penambang tradisional ini, diciduk Polisi, Rabu (7/3) di Bukit Lasuang Lasuang, Jorong Batukudo, Nagari Sungai Durian, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok. Mereka dengan alat-alat sederhana telah melakukan penambangan selama 22 hari.
Mereka menggali, menggunakan satu mesin Dompeng, dengan kekuatan 7,5 PK. Selama 22 hari menggali, mengambil dan mengolah tanah, alhasil lubang sepanjang 7 meter terbentuk.
Ketiga pelaku adalah Arafat (36) warga Guguk Sulah, Jorong Pakan Sabtu, Nagari Panyakalan, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Adrizal (41) warga Jorong Aua Tangan Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. Dan Gustiarahman (36) warga Jorong Sikumbang, Nagari Sungai Durian, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok.
Mereka diamankan berdasarkan laporan polisi, LP/54/A/III/2018, tanggal 7 Maret 2018 tentang pertambangan emas tanpa izin.
Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan mengatakan, pihaknya akan terus menindak setiap pertambangan tanpa izin di Wilkum Polres Solok Kota. Dijelaskan bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPAR atau IUPK sebagaimana rumusan Pasal 158 UU RI No.4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara.
 
Polisi mengamankan satu set mesing Dompeng merk Yingitan 7,5 PK dan satu karung tanah dan batu galian.”Mereka sudah 22 hari melakukan aktivitas penambangan tersebut. Polisi dengan tegas akan terus mengantisipasi pertambangan yang beralasan pertambangan rakyat, tapi tidak mau urus izin pertambangan rakyat,”kata Kapolres.(van).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here