Tiga Orang Warga Palembang Pelaku Pencurian Uang Rp 200 Juta di Kota Solok Diciduk

0
4307

SOLOK, JN- Tiga orang warga asal Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, yang terlibat aksi pencurian uang sebesar Rp 200 juta, milik warga kota Solok, berhasil diciduk Tim Sat Reskrim Pokres Solok Kota, Kamis (15/11).

Kapolresta Solok, AKBP
AKBP Ferry Suwandi, SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Defrianto, SH, MH, kepada Koran Padang di ruang kerjanya menyebutkan bahwa ketiga tersangka yang ditangkap masing bernama Heru Handoyo (34), warga Jalan Ketitiran Rt 04 Kel. Tanjung Indah Kec. Lubuk Linggau Barat I Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan. Kemudian Fitra Patriot (31), warga Jalan Cempaka Blok A No. 90 Rt 06 Kel. Tanjung Aman Kec. Lubuk Linggau Barat I Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan dan Yufran (27), warga Dusun Kampung Jeruk desa Kepala Curup Kec. Binduriang Kab. Rajang Lebong Provinsi Bengkulu. Namun ketiganya besukukan Palembang.

Ketiga tersangka terlibat Perkara Tindak Pidana Pencurian dengan cara memecahkan kaca mobil korban pada
hari Kamis Tanggal 7 November 2019 sekira pukul 14.10 Wib, bertempat di
Depan Ruko Jalan Dt. Perpatih Nan Sabatang Rt 01 Rw 01 Kel. Simpang Rumbio Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok. Korban bernama Arfen Muchtar (54), warga Jalan Dt. Perpatih Nan Sabatang Rt 01 Rw 01 Kel. Simpang Rumbio Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok.

“Usai mendapat laporan dari korban, kita langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi dan baru kita lakukan langkah berikutnya dengan cara memburu pelaku, ” jelas iptu Defrianto.
Tersangka ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/ 64/XI/2019/Polsek Kota Solok Kota, tanggal 07 November 2019 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik/20/XI/2019/Reskrim, tanggal 13 November 2019 serta Surat perintah Penangkapan Nomor : SP. Kap /11/ XI /2019 / Reskrim, tgl 13 november 2019.

Akibat aksi pencurian tersebut, Korban Arfen Muchtar mengalami Kerugian material sebesar Rp 200.000.000.

Dijelaskan Iptu Defrianto, kronologis kejadian, dimana pada hari Kamis tanggal 07 November 2019 sekira pukul 13.40 WIB korban Arfen Muchtar baru saja mengambil uang sebesar Rp.200.000.000, di kantor Bank BRI cabang Solok dengan maksud akan disetor kan kembali ke rekening bos Korban ke Bank BNI. Kemudian Korban pulang ke ruko untuk mengambil Slip setoran tunai Bank BNI dengan mengendarai Mobil merk Mitsubhisi L300 Pick Up warna Hitam No.Pol BA 8131 PN.
“Namun sesampai di depan ruko, korban memarkirkan Mobil tersebut di depan Ruko, sementara uang tunai tersebut berada di dalam mobil dengan keadaan pintu Mobil terkunci. Hanya berselang Lima menit, kemudian Korban kembali lagi ke Mobil tersebut. Namun sangat kaget karena melihat Pintu Kaca pintu Mobil sebelah kiri telah pecah dan Uang tunai sebesar Rp. 200.000.000.- yang terbungkus dalam plastik tersebut telah hilang,” jelas Iptu Defrianto, SH, MH.
Selanjutnya korban melaporkan ke Polsek Kota Solok dan anggota Polsek kota Solok dibawah pimpinan Kapolsek
AKP Zamri Elfino, SIK, melakukan olah TKP.

Usai meminta keterangan kornan dan saksi, kemudian dilakukan penyelidikan terhadap pelaku dan didapat keberadaan Pelaku berada di Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap 3 tersangka pencurian tersebut, di Kota Lubuk Linggau.

Bersama tersangka, polisi berhasil mengamankan Barang Bukti berupa uang tunai Rp 2.350.000, 1 unit SPM merk Suzuki Satria FU warna hitam no.pol B 4677 NDM, 1 unit SPM merk Honda Beat streat warna hitam Nopol B 6325 VPI. Berikutnya 2 buah helm warna hitam, 1 unit HP merk samsung warna putih, 1 unit HP merk samsung warna hitam, 1 buah sendal warna hitam hijau merk treksta dan 1 helai baju switer warna hitam merk LGS.

Kepada polisi, ketiga tersangka mengaku bahwa motif tersangka melakukan aksi pencurian adalah berniat untuk memiliki uang. Aksi yang mereka lakukan adalah dengan cara membuntuti Korban saat melakukan penarikan uang di Bank BRI Cabang Solok dan memafaat sitausi saat Korban lengah saat meninggalkan Mobil dan mengambil uang sebesar dua ratus juta rupiah dengan cara Pecah Kaca.

Menurut Kasat Reskrim Iptu Defrianto, jetiga Pelaku melangggar Pasal 363 KUHP dan diancam dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here