Ternyata Putera Singkarak Salah Satu Pelaku Penganiayaan Mahasiswa STIP Jakarta

0
949

Fhoto OkeZone

Putera Singkarak Salah Satu Pelaku Penganiayaan di STIP Jakarta

Iswanto di Mata Masyarakat dan Keluarga

SOLOK, JN – Kekerasan kembali terjadi di dunia pendidikan, tindak kekerasan yang dilakukan senior terhadap juniornya, kembali terjadi, yakni di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Akibat kekerasan tersebut sebanyak lima orang mengalami luka-luka dan beban mental, sementara satu orang tewas. Polisi pun masih menelusuri kejadiaan tersebut. Pihak berwenang juga telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, salah satunya adalah putera Minang.

Yaitu Iswanto (21), Koran Padangpun mencari tahu latar belakang Iswanto. Ketika berhasil mendapat alamat rumahnya, di Jorong Lapau Pulau, Nagari Singkarak, Kabupaten Solok. Rumah orang tua Iswanto hanyalah rumah gadang tua, yang sudah reot, dengan dinding kayu hitam, bahkan bagunannya miring. Janjang/tangga rumah gadang itupun terlihat tua, berlumut dan kusam. Didalam kamar, keluarga Iswanto, yakni Ayah, Ibu dan Adiknya, tidur dengan beralaskan tikar, ada juga kamar yang telah pakai kasur meskipun sudah lapuk. Iswanto dengan panggilan Si Is, merupakan anak petani, dimata masyarakat setempat Iswanto merupakan sosok pemuda yang cerdas, pandai bergaul, serta penyapa. Bahkan sewaktu masih bersekolah di SMP 1 dan SMA 1 Singkarak, Iswanto adalah murid favorit para guru disekolah.Tidak hanya berprestasi secara nilai mata pelajaran ataupun persaingan intelektual antar murid disekolahnya atau dengan sekolah lain. Iswanto juga merupakan murid yang proaktif, santun dan tekun belajar, mulai dari SMP hingga SMA, Iswanto selalu mengikuti berbagai organisasi, seperti Osis, Pramuka, Paskibra dan sebagainya.

“Selaku pimpinan di Jorong ini, semua pemuda selalu saya perhatikan, begitupun Iswanto, secara pergaulan, Iswanto merupakan pemuda yang baik, sering tegur dan sapa baik kepada tetangga, keluarga, guru dan teman-temanya. Iswanto juga anak yang penurut dan sayang kepada kedua orang tuanya,” kata Erma Yanti atau Ibu Eti,  selaku Kepala Jorong Lapau Pulau, ketika dikunjungi Koran Padang, Jumat (13/1). Eti juga mejabarkan kepada Koran Padang, bahwa secara pergaulan Iswanto merupakan favorit dikalangan teman-temanya baik dilingkungan Jorong maupun sekolahnya. Sebab, Iswanto sangat aktif dan cepat bergerak, ketika masih SMA, Iswanto merupakan murid yang pandai berorganisasi, serta sangat peduli dengan teman sebayanya. Eti tidak habis pikir, bagaimana bisa Iswanto yang merupakan contoh putera terbaik Jorong Lapau Pulau yang dapat bersekolah di STIP, melakukan tindakan yang seperti itu, bahkan Eti tidak mempercayai berita-berita yang telah muncul mengenai kasus tersebut. “Si Is itu orangnya elok (Baik-Red), penyapa, mudah bergaul, sejak dia masih kanak-kanak saya tahu dengan dia, maka dari itu saya tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan Iswanto, menurut saya karena faktor pergaulan di Jakarta sana,” kata Eti. Hal senada juga disampaikan oleh tetangga sebelah rumah, yang menggambarkan sosok Iswanto yang baik dalam bertingkah laku. “Iswanto orangnya baik banget di kampung ini, dia tidak pernah berbuat yang aneh-aneh, tapi tetap pada koridornya, sesuai dengan adat dan peraturan di kampung ini, sebagai orang minang, Iswanto itu dikenal ramah juga lagi santun,” kata Wati kepada Koran Padang.

Sementara orang tua Iswanto, yakni Was ayahnya serta ER ibunya ketika dikunjungi Koran Padang tidak mau berkomentar, karena masih dibebani beban mental. Dan tetap bekerja diladang,”ayah dan ibunya Si Is, masih sedih, tidak mau datang, masih disawah, sudah saya panggil kemari, tapi diminta diwakili saya saja,” kata Yen bibi Iswanto yang merupakan adik Was. Yen mengatakan, Iswanto merupakan anak pertama dari dua bersaudara, dan merupakan satu-satunya harapan keluarga. Bahkan ketika Iswanto dapat bersekolah di STIP bagaikan keajaiban bagi keluarga petani tersebut. “Ayah Iswanto yang juga kakak saya, hanyalah seorang petani, sehingga ketika Is dapat bersekolah dan menjadi taruna STIP Jakarta, bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan, saya pun bangga,” kata Yen kepada Koran Padang, dirumahnya yang bersebelahan dengan rumah Iswanto. Bahkan terakhir kali Iswanto pulang kampung tanggal 27 Desember lalu, ketika libur tahun baru, Iswanto tetap seperti biasa tidak ada perubahan, meskipun pulangnya Iswanto kerumah tidak menentu, Iswanto tetap seperti biasa, tidak ada perubahan baik gestur, kebiasaan atau gaya bicara,”terakhir pulang ketika libur tahun baru kemarin ini, Iswantu tetap seperti biasa tidak ada perubahan,” kata Yen. Keseharian ayah Iswanto hanyalah seorang petani, pemangkul padi milik orang lain, begitupun dengan sang ibu yang juga menanam disawah orang lain. Ayah Iswanto bekerja setiap hari, memangkul padi milik orang lain dan mendapat upah dari kerjaanya. Bahkan sekitar lima bulan yang lalu, Was jatuh sakit, yakni turun perut atau turun berok, disebabkan sering mengangkat beban berat serta terlalu over kerja, jatuh pingsan. Beruntung ketika itu Was cepat mendapat pertolongan medis, jika tidak mungkin telah tiada,”ayah Is sempat sakit, turun perut, alhamdullilah cepat tertolong, jika tidak saya tidak tahu,” kata Yen. Demikian benar, nasib Ayah dan Ibu Iswanto, serta kerabat lainya, sudahlah sang ayah hanyalah seorang petani yang tiap hari banting tulang mencari nafkah, untuk dapat menyekolahkan anak-anaknya, hingga sakit-sakitan dalam bekerja. Kini keluarga harus menerima kabar bahwa Iswanto telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan. Yen pun berharap, agar pihak berwenang memberikan keringan jika memang Iswanto bersalah. Keluarga sangat meyakini Iswanto merupakan anak baik-baik, yang terkena pengaruh dari teman-temanya di STIP itu. “Kabarnya, hukuman yang didapat hingga 12 tahun penjara, kami sekeluarga sangat berharap Iswanto mendapat keringanan, selain itu kami sekeluarga juga meminta pihak berwenang, mengupas tuntas kebenaran, sebab keluarga kami yakin, Iswanto dipengaruhi oleh teman-temanya yang dijakarta sana,” terang Yen.

 Yen berharap keponakanya itu diberi keringanan, sebab Yen yakin anak yang baik, “silahkan tanya semua warga di Jorong ini atau ke teman-temannya waktu masih SMP atau SMA, saya yakni, keponakan saya itu mendapat pengaruh tidak baik dari teman-temanya di Jakarta,” kata Yen. Kini Iswanto telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jakarta Utara bersama 4 orang lainya, dalam kasus pengeroyokan/penganiaayan terhadap Amirulloh (19) taruna STIP Jakarta, hingga tewas.  Iswanto bersama 4 pelaku lainya dikenakan Pasal 170 Sub 351 Ayat 3 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.(Van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda