Terlibat Pungli Kepsek SMA 1 Guguak, Kabupaten 50 Kota, Dituntut Empat Tahun Penjara

  • Whatsapp

PADANG, JN- Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Payakumbuh, menyatakan terdakwa Yondri (49 tahun), yang merupakan mantan kepala sekolah (kepsek) SMA 1 Guguak, Lima Puluh Kota, melakukan pungutan liar terhadap calon siswa baru. Dalam persidangan tersebut, terdakwa Yondri dituntut dengan hukuman pidana penjara empat tahun.

Oknum Kepsek Negeri 1 Guguak sat diperiksa penyidik (Fhoto Kumparan)

“ Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun, dikurangi selama masa tahanan yang dijalani, dan denda Rp 200 juta serta subsider tiga bulan,” kata JPU Salmadera saat membacakan tuntutannya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, Kamis (16/8).

JPU menambahkan bahwa perbuatan terdakwa telah bertentangan dengan program pemerintah yakninya pemberantasan korupsi. “ Bahwa perbuatan terdakwa telah melanggar pasal 12 huruf e Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Terhadap tuntutan tersebut, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Maradong Fani cs, mengajukan nota pembelaan pada persidangan selanjutnya.  Sidang yang diketuai Sri Hartati beranggotakan R.Ari Muliady dan Emria Fitriani, memberikan waktu selama dua minggu.

Dalam dakwaan JPU disebutkan bahwa, perbuatan itu dilakukan terdakwa pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA 1 Guguak tahun anggaran 2017-2018. Kemudian uang yang dimintai terdakwa kepada para siswa baru adalah untuk pembuatan seragam sekolah.

Perbuatan itu dilakukan pada tiga kali tahapan penerimaan siswa. Kelompok pertama sebesar Rp1.050.000, kelompok kedua sebesar Rp850.000 dan pada kelompok tiga berjumlah Rp650.000.

Selanjutnya, pada saat pendaftaran, bagi PDB nanti akan diberi kwitansi di loket 1. Kemudian kwitansi itu merupakan syarat untuk mendaftar ulang di loket 2 dan artinya, apabila PDB tidak memiliki kwitansi di loket 1, maka tidak bisa melakukan pendaftaran ulang di loket 2 berdasarkan intruksi dari terdakwa.

Sehinggga adanya uang pendaftaran ulang yang ditentukanterdakwa, terdapat orang tua PDB pada hari pendaftaran pertama itu, terpaksa minta pinjaman. Bahkan ada diantaranya orang terpaksa kembali pulang karena yang tidak cukup.

Sementara itu, dari seragam yang ditentukan yang telah ditentukan, terdakwa mengambil keuntungan sebesar Rp15.000/seragam. Sehingga dari seluruh uang pendaftaran yang telah dilakukan oleh 201 peserta didik baru, terdakwa mendapat keuntungan Rp44.130.000.

Dari uang pendaftaran ulang, terkumpul Rp196.450.000 yang ditemukan tim saber pungli, selanjutnya uang tersebut diserahkan kepada panitia PDB sebesar Rp152.320.000 yang akan digunakan untuk pembayaran seragam yang telah dipesan oleh PDB itu pada saat pendaftaran ulang.

Kemudian dari yang senilai Rp152.320 yang digunakan untuk pembelian seragam, terdapat sisa uang Rp7.445.000. Sementara keuntungan yang diperoleh oleh terdakwa sendiri sebesar Rp44.130.000 sisa setelah uang pungutan dibayarkan untuk pembayaran pengadaan seragam (eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *