Terlibat Pungli Kepsek SMA 1 Guguak Disidangkan

0
913

PADANG,JN- Diduga melakukan pungutan liar (pungli), terhadap sejumlah orang tua siswa. Terdakwa Yondri (49 tahun), yang merupakan mantan kepala sekolah (kepsek) SMA 1 Guguak, Lima Puluh Kota, menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Raya Bay Pas  KM 23, Padang, Senin (14/5).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zilkifli Cs pada kejasaan Negeri Lima Puluh Kota menyebutkan, terdakwa telah memperkaya diri sendiri.  “ Akibat perbuatannya telah,   bertentang dengan peraturan pemerintah,” kata JPU saat membacakan dakwaannya.

JPU juga menyebutkan bahwa,  perbuatan terdakwa telah membuat orang tua murid rugi. Selain itu terdakwa juga melanggar pasal  tindak pidana korupsi. “Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 12 huruf e Undang-undang RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” ujar JPU.

Terhadap dakwaan tersebut, Penasihat Hukum (PH) Maradong Fani, akan melakukan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan JPU. Sidang yang diketuai Ari Muliady beranggotakan Sri Hartati dan Emria, memberikan waktu kepada PH satu minggu. “ Baiklah kita lanjutkan kembali pada 24 Mei mendatang, dengan acara mendengarkan eksepsi terdakwa,”imbuhnya.

Dalam dakwaan JPU disebutkan bahwa, perbuatan itu dilakukan terdakwa pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA 1 Guguak tahun anggaran 2017-2018. Kemudian uang yang dimintai terdakwa kepada para siswa baru adalah untuk pembuatan seragam sekolah.

Perbuatan itu dilakukan pada tiga kali tahapan penerimaan siswa. Kelompok pertama sebesar Rp1.050.000, kelompok kedua sebesar Rp850.000 dan pada kelompok tiga berjumlah Rp650.000.

Selanjutnya, pada saat pendaftaran, bagi PDB nanti akan diberi kwitansi di loket 1. Kemudian kwitansi itu merupakan syarat untuk mendaftar ulang di loket 2 dan artinya, apabila PDB tidak memiliki kwitansi di loket 1, maka tidak bisa melakukan pendaftaran ulang di loket 2 berdasarkan intruksi dari terdakwa.

Sehinggga adanya uang pendaftaran ulang yang ditentukanterdakwa, terdapat orang tua PDB pada hari pendaftaran pertama itu, terpaksa minta pinjaman. Bahkan ada diantaranya orang terpaksa kembali pulang karena yang tidak cukup.

Sementara itu, dari seragam yang ditentukan yang telah ditentukan, terdakwa mengambil keuntungan sebesar Rp15.000/seragam. Sehingga dari seluruh uang pendaftaran yang telah dilakukan oleh 201 peserta didik baru, terdakwa mendapat keuntungan Rp44.130.000.

Dari uang pendaftaran ulang, terkumpul Rp196.450.000 yang ditemukan tim saber pungli, selanjutnya uang tersebut diserahkan kepada panitia PDB sebesar Rp152.320.000 yang akan digunakan untuk pembayaran seragam yang telah dipesan oleh PDB itu pada saat pendaftaran ulang.

Kemudian dari yang senilai Rp152.320 yang digunakan untuk pembelian seragam, terdapat sisa uang Rp7.445.000. Sementara keuntungan yang diperoleh oleh terdakwa sendiri sebesar Rp44.130.000 sisa setelah uang pungutan dibayarkan untuk pembayaran pengadaan seragam. (mep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here