Terlalu, Oknum Caleg PPP Kota Solok Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Selama 8 Tahun

0
8647

SOLOK, JN- Diduga mencabuli putri kandungnya sendiri, seorang oknum Caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kota Solok, yang berinisial EE (45), ditangkap Polres Solok Kota.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, SI.K, mengatakan, Eriko Eril alias (EE) merupakan Caleg tahun 2019, untuk DPRD Kota Solok dari partai PPP. “Tersangka diamankan di kediamannya, dan saat ini sudah dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan,”jelas AKBP Dony Setiawan, Selasa (24/4).
Disebutkan Kapolres, pelaku sudah lama melakukan.

EE dilaporkan pada tanggal 12 April 2019 oleh nenek korban GE (67), namun baru dilakukan penangkapan saat pemilu Pileg dan Pilpres berakhir
Melaporkan tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh tersangka terhadap anak kandungnya sendiri. Tersangka adalah EE merupakan Caleg DPRD Kota Solok Dari Fraksi PPP dapil Lubuk Sikarah.
Laporan GE, diterima oleh Polres Solok dengan Laporan Polisi Nomor Pol : LP/109/B/IV/2019 – Polres tgl 12 April 2019 perkara Menyetubuhi Anak dibawah Umur. Sementara Surat Perintah Penangkapan dari Polres adalah No. Pol: Sp.Kap/39/IV/2019- Reskrim tgl 12 April 2019.

“Tersangka akan kita kenakan Pasal 81 ayat 3 Undang undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak 5 milyar dan ditambah ancaman sepertiga karena dilakukan oleh orang tua/wali,dari korban maka bisa paling lama 15 tahun,” terang AKBP Doni Setiawan, yang didampingi Kasat Reskrim Polresta Solok,Iptu Defrianto.

Disebutkan Kapolresta, pelaku EE sudah melakukan aksi bejadnya selama Delapan Tahun dimulai sejak tahun 2011, dimana saat itu korban masih kelas 5 SD hingga 11 April 2019. Aksi pelaku dilakukan di rumah tersangka Jl.Cundur Mato Kec.Tanjung Harapan Kota Solok. Bersama pelaku ikut diamankan
Barang Bukti berupa 1 unit hp merk samsung j2 prime warna hitam.Kemudian Satu helai baju kaos lengan pendek warna putih bergambar panda dan Satu helai celana dalam wanita warna cream.

Aksi bejad tersebut telah terjadi tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh terlapor terhadap anak kandungnya sendiri dengan cara mengajak anak kandungnya untuk berhubungan suami istri dalam kurun 8 tahun (2011-2019).
“Dalam kurun tersebut, tersangka memaksa korban melakukan oral sex, persubuhan dan sodomi, secara berulang-ulang,” jelas AKBP Dony Setiawan.

Aksi itu tidak terbongkar, karena setiap usai berhubungan, pelaku mengancam korban apabila mengatakan perbuatan terlapor maka korban akan dimarahi dan dipukuli.

Saat ini korban yang bernama SE (18), masih tercatat sebagai
Pelajar di salah satu SMA di Kota Solok (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here