Terjerat Sabu, Ibu Rumah Tangga Dihukum 11 Tahun Penjara

0
505

PADANG, JN- Terdakwa Wilia Maifitri (30 tahun), yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, tampak pasrah saat majelis hakim Pengadilan Negeri Padang, menyatakan bersalah. Terdakwa yang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (21/2) terlihat menyesali perbuatannya. Dalam sidang tersebut, terdakwa dihukum oleh majelis hakim dengan hukuman pidana selama 11 tahun kurungan penjara. Tak hanya itu terdakwa juga diwajibkan membahyar denda sebesar Rp 1 miliar dan subsider 1 bulan.

” Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika,” kata hakim ketua sidang Sri Hartati beranggotakan Sutedjo dan Leba Max Nandoko, saat membacakan amar putusannya kemaren. Majelis hakim berpendapat terdakwa bersalah melanggar pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika

Atas putusan tersebut, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Anna Mardiah cs, menyatakan pikir-pikir. Pada persidangan minggu lalu terdakwa yang didampingi PH, menyatakan dalam pembelaannya bahwa hukumannya yang diberikan terlalu lama, apalagi selama dipenyidikan terdakwa berksikap koperatif.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa, selama 16 tahun kurungan penjara, denda Rp 1 miliar dan subsider 6 bulan. Dalam dakwaan disebutkan, penangkapan terhadap terdakwa terjadi pada Rabu (13/9) lalu dirumahnya, tepatnya samping Mushalla Darul Islam, Jalan Pasir Sebelah, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah. Pada saat penangkapan, polisi berhasil mengamankan 2 bungkus plastik shabu paket kecil.

Kemudian setelah 2 paket shabu diamankan, kepada polisi terdakwa mengaku masih ada 1 paket lagi shabu disimpannya di dalam rumahnya. Saat petugas melakukan penggeledahan, bahwa benar, 1 paket shabu pun kembali diamankan dan dari pengakuan terdakwa, 3 paket shabu itu adalah miliknya.

Dari pengakuannya di BAP, cara mendapatkan shabu ketika ia ditawari pekerjaan oleh seorang narapidana di Muaro Padang, bernama Yusuf (DPO). Kemudian Yusuf memberikan nomor HP seseorang yang berada di Medan dan menyuruh terdakwa menjemput shabu ke Medan untuk dibawa ke Padang.

Sesampai di Padang, terdakwa menyisihkan sedikit untuk dia konsumsi, selebihnya akan dijual kepada konsumen. Kemudian terdakwa membagi shabu itu menjadi tiga paket yang masing-masing paketnya rencana akan dijual Rp5 juta.

Atas perbuatannya diatas, jaksa menuntut selama 16 tahun denda Rp1 miliar dan subsider 6 bulan, Kemudian PH menilai tuntutan itu tidak sesuai dengan fakta persidangan, karena yang menjadi objek perkara adalah shabu yang dikuasai terdakwa sebanyak 3 paket dan beratnya hanya 20,20 gram. (eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here