Sidang Tersangka Pembakaran Mobil Milik Geothermal: Pemohon Sebut Termohon Bahwa Penangkapan Tidak Sesuai Prosedur

0
837

PADANG, JN –Diduga melakukan pengerusakan dan pembakaran mobil, milik tim survai rencana pembangunan proyek geothermal (panas bumi) di Solok beberapa waktu lalu. Ayu Dasril cs melalui Penasihat Hukum (PH) dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH), mengajukan pra peradilan, ke Pengadilan Negeri Kelas I A Padang, Selasa (27/2).

Menurut Era Purnama Sari bersama tim, dalam hal ini selaku pemohon, mengatakan bahwa, alasan mengajukan pra peradilan adalah adanya upaya paksa yang dilakukan oleh pihak polisi, terhadap Ayu Dasril bersama dua rekannya. ” Bahwa penyidik kepolisian tidak berdasarkan dua alat bukti dan juga penetepan terhadap tersangka tidak sesuai dengan prosedur, serta tidak sesuai dengan pasal 184, ” katanya Era Purnama Sari bersama tim, saat membacakan permohonan, kemaren.

Ia juga menambahakan bahwa, tersangka tidak melalui gelar perkara untuk menentukan alat bukti. Serta penagkapan dan penahan pemohon terhadap pemohon tidak memenuhi syarat formil dan materil. ” Memohon majelis hakim pra peradilan untuk menerima permohonan praperadilan dan menyatakan penetapan tersangka atas pemohon terkait dengan tindak pidana penghasutan di muka umum dengan lisan dan turut serta melakukan perusakan dan pembakaran secara bersama yang dilakukan Yuzarwendi alis Edi Cotok dan Hendra alias Kacak, dan kawan kawan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 18 ayat 1E jo Pasal 170, jo Pasal 160 jo Pasal 406 jo Pasal 55, 56 KUHP adalah tidak sah. Menyatakan penangkapan terhadap pemohon berdasarkan Surat Perintah nomor : Sp.Kap/06/I/2018 /Ditreskrimum tertanggal 19 Januari 2018 dan Surat Perintah Penahanan Nomor : SP. Han/04/I/2018/Ditreskrimum tertanggal 19 Januari 2018 adalah tidak sah, dan juga tidak sah segala keputusan atau penetapan yang dikeluarkan termohon, serta menghukum termohon untuk segera mengeluarkan permohon dari tahanan,”ujarnya.

Atas hal tersebut, tim Kuasa Hukum Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Barat, dalam hal ini selaku termohon, menolak semua dalil-dalil, yang dikemukan oleh pihak pemohon. “Terkait alat bukti telah memenuhi syarat yang sah yakni keterangan dari para saksi-saksi sebagai petunjuk keterlibatan tindak pidana tersangka ,” ungkap Kombes Nina Febrilinda.

Terkait alat bukti pihaknya mengamankan satu unit mobil kijang jenis innova warna hitam yang telah hangus terbakar, potongan kayu sepanjang satu meter, 8 batu seukuran kepalan orang dewasa serta pecahan kaca dan kaca film yang dibungkus dalam plastik hitam.

“Penahan terhadap para tersangka sudah sesuai aturan Undang-Undang,dan telah memenuhi syarat materil formil berdasarkan alat bukti yang sah menurut hukum,” pungkasnya. Sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal Sutedjo, menunda sidang (hari ini-28/2).

Dari pantauan di lapangan, hadir beberapa masyarakat salingka gunuang talang dan pihak keluarga Ayu Dasril Cs yang langsung hadir dari Solok untuk mengikuti persidangan praperadilan tersebut.
Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Sumatera Barat melakukan penagkapan terhadap tiga orang masyarakat Tabek Lanyek, Jorong Gurah, Nagari Batu Bajanjang, Lembang Jaya, Kabupaten Solok tersebut atas diduga merusak mobil tim survei proyek geothermal beberapa waktu lalu, atas penangkapan itu, Selasa (13/2) puluhan warga bersama Kuasa Hukum dari LBH Padang mendaftarkan gugatan praperadilan dan terdaftar di PN Padang dengan register nomor : 1pdt/pra/2018/PN.PDG. (mep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here