Sidang Rumah Dinas Walikota Padang Panjang: Saksi Mengakui Palsukan Tanda Tangan

0
659

 PADANG, JN- Sidang lanjutan dugaan korupsi  anggaran rumah dinas Walikota Padangpanjang yang menjerat istri Wali Kota Padangpanjang Maria Feronika, bersama rekannya Rici Lima Saza (berkas terpisah). Kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang,Kamis (22/2).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan delapan orang saksi.  Para saksi yang dihadirkan yakninya sekretaris daerah kota (sekdako) Padangpanjang Budi Herianto, Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) Aditiawarman, Kepala bagian umum Rakes Repagus, pengawas rumah tangga Zulherman, Hendri, Suhendri, Riki Defison, Angga Deni Putra (pekerja rumah dinas Wali Kota Padangpanjang).

Menurut keterangan saksi Budi Hermanto, pada tahun 2014 terdapat pemeliharaan rutin rumah Wali Kota Padangpanjang, dimana pemeliharaan tersebut telah dianggarkan. “ Pemeliharaan tersebut berupa kebersihan, di rumah dinas wali kota Padangpanjang, yang mana berasal dari  berasal dari APBD,” katanya saat memberikan keterangannya.

Ia juga menambahkan bahwa, dalam pemeliharan rumah wali kota Padangpanjang,terdapat pekerja yang berkerja disana. “ Ada yang berkerja disana pak hakim, tetapi itu non PNS,” tambahannya.

Saksi lainnya yakninya Aditiawarman menyebutkan bahwa, ada 12 orang pekerja yang berkerja di rumah dinas Wali kota Padangpanjang. “ Di dalam SK ada 12 orang, tetapi yang sering berkomunikasi Cuma 6 orang orang, yang 6 lagi tidak tahu,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa, system penggajian berdasarkan absensi pekerja.

Sedangkan saksi lainnya yakninya Rakes Repagus menyebutkan, gaji para pekerja disampaikan langsung kepada perkerja dan itu berdasarkan daftar hadir. Sementara itu saksi Zul Herman selaku pengawas dalam memberikan keterangannya terhadap terdakwa Rici Lima Saza (berkas terpisah) mengatakan, untuk teknik penggajian dirinya tidak mengetahui. Saksi lainnya yakninya menuturkan, yang memberikan gaji itu pekerja adalah istri wali kota padangpanjang.

Saksi lainnya yakni Angga mengaku pernah dirinya pernah memalsukan tanda tangan pekerja. “ Saya terpaksa melakukannya, karena saya disuruh oleh terdakwa Rici Lima Saza,” ucapnya. Menanggapi hal tersebut, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) DR.Amir membantahnya.

Dalam perisdangan tersebut, majelis hakim membagi dua bagian. Untuk terdakwa Rici Lima Saza  majelis hakim menyidangkan dari pukul 11.00 hingga 17.00 sedangkan terdakwa Maria Feronica dimulai pukul 18.00 wib. Sidang yangdiketuai Ari Muliady beranggotakan Sri Hartati dan Zaleka menunda sidang pekan depan .

Dalam dakwaan JPU disebutkan, pada tahun 2014 Sekretariat Daerah Kota Padang Panjang mendapatkan anggaran Rp360 juta. Dimana, uang tersebut dipergunakan untuk membayar upah 12 orang pekerja dengan masing-masing Rp45 ribu perhari.

Pada maret 2014 Sekretariat Daerah Kota Padangpanjang melakukan pergantian pengawas kebersihan rumah jabatan walikota dan wakilwalikota Padangpanjang, sebelumnya dilakukan oleh saksi Zulherman digantikan oleh Rhici Lima Saza. Pengawas bertanggungjawab atas absen serta nama-nama petugas kebersihan, serta membawa daftar tersebut ke Bendahara untuk pencairan gaji para pekerja.

Dari daftar nama pekerja mulai dari maret hingga desember 2014 terdakap beberapa nama dalam daftar hadir, namun orang tersebut tidak pernah bekerja pada rumah dinas tersebut yaitu, Nofrita, Febri Yanti dan Nurhayati. Juga ada nama-nama yang telah berhenti bekerja namun gajinya tetap dicairkan oleh Rhici Lima Saza, yaitu Suhendrik, Hendri, Amel Zola dan Esi Widiyani.

Pencairan gaji atas nama-mana fiktif dan nama-nama yang telah berhenti tersebut dilakukan Rhici Lima Saza atas permintaan terdakwa Maria Feronika. Untuk memasukan nama pekerja fiktif tersebut dilakukan oleh terdakwaMaria dengan cara meminta fotocopy KTP yang bersangkutan, dan memasukan nama-nama tersebut kedaftar hadir pekerja.

Setiap bulanya, nama pekerja fiktif dan yang sudah berhenti tersebut seharusnya dikembalikan oleh Rhici Lima Saza ke bendara, namun ia memberikan kepada terdakwa Maria Feronika. Sehurusnya Rhici Lima Saza melaporkan kepada Sekretasis daerah Padang Panjang, tetapi tetap memberikan kepada terdakwa Maria.

Tidak hanya itu, untuk pekerja yang setiap bulanya menerima gaji juga dilakukan pemotongan oleh terdakwa Mariadengan berbagai alasan dan juga jumlah yang berbeda setiap orangnya.

Selanjutnya, pada tahun 2015 Sekretariat Daerah Kota Padang Panjang mendapatkan anggaran 540 juta. Dimana, uang tersebut dipergunakan untuk membayar upah 12 orang pekerja dengan msing-masing 75 ribu perhari. Untuk sestem pembayaran gaji sama denga pada tahun sebelumnya.

Pada tahun tersebut para pekerja hanya menerima gaji 1 juta hingga 1,2 juta perbulan. Walaupun sudah ada kenaikan gaji sesuai dengan anggaran pada tahun 2015. Terdakwa Maria Feronika mengatakan kasih aja gajinya satu juta, kalau tidak terima silahkan keluar (berhenti). uang tersebut dimasukan oleh terdakwa kedalam amplop dan dituliskan nama masing-masing pekerja.

Atas perbuatannya, Terdakwa dijerat dengan pasal 2, 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi ditambah dengan Undang undang Tindak Pencucian Uang (TPPU). (eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here