Siang Disuruh Jadi Pengemis, Malam Dirantai Ortu

0
1053
PADANG, JN– Entah apa yang ada dibenak Noflinda (33 tahun) dan  Muchlis (47 tahun), gara-gara anaknya tak mau menjadi seorang pengemis, dengan teganya merantai bocah berumur 11 tahun. Pasalnya korban berinisial
ZR, yang merupakan anak dari kedua terdakwa, menjadi saksi di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (28/3).
Dalam keterangannya,  ZR (anak kedua terdakwa) yang sekaligus menjadi korban, menceritakan kepada majelis hakim tentang prilaku kedua orang tuanya. ” Kaki saya dirantai buk, dan rantainya disambungkan kemeja. Namun saya berhasil kabur dengan berpura-pura buang air kecil,” ujar gadis kecil kepada majelis hakim.
ZR juga menambahkan bahwa, dirinya kerap dianiaya oleh orang tuanya. ” Selain dirantai saya juga sering dipukul sama kabel buk,” ucapnya. Saksi lainnya yakninya Emi mengaku bahwa, korban sering tidur di luar rumah. ” Karena saya kasihan melihatnya, akhirnya saya menyuruh tidur di rumah saya,”tuturnya.
Sidang yang diketuai oleh Suratni beranggotakan Sukri dan Agus Komarudin, menunda sidang pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Usai sidang terdakwa Muchlis mencium sang anak,sebelum ke sel Pengadilan Negeri Padang.
Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) disebutkan Mulyana Syafitri, disebutkan bahwa kejadian ini berawal 11 Januari 2018 di, Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Bahwa sekir pada bulan Januari 2108, terdakwa memukul ZR dengan kabel. Hal ini disebabkan korban tak mau mengemis, tak hanya itu terdakwa juga dirantai dan rantainya digembok.
Namun korban berhasil kabur dengan cara  berpura-pura buang air kecil,sehingga korban melaporkan perbuatannya kepada polisi. Akibat perbuatannya terdakwa, korban mengalami takut dan cemas. Kini kedua terdakwa dijerat dengan pasal 333 aya 1 jo 55 (1) ke 1 KUHP Pidana. (eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here