Seluruh Guru SMP Negeri 6 Gunung Talang Mogok Mengajar, Proses PBM Terganggu

0
2634

SOLOK, JN- Proses belajar mengajar di SMP Negeri 6 Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada hari Senin (26/2) lumpuh total akibab seluruh majelis guru dan Kepala Sekolah mogok masuk mengajar  di sekolah Umum Berbasis Pesantren itu.

SMP Negeri 6 Gunung Talang yang telah  menjadi sekolah  pilot project atau  sekolah percontohan untuk sekolah umum berbasis pesantren di Kabupaten Solok itu, benar-benar lumpuh dalam Proses Belajar Mengajar (PBM). Seluruh siswa pada hari Senin  kemaren, tampak hadir seperti biasa di sekolah. Namun hingga jam 8.00 Wib pagi, para siswa tampak heran dan bertanya-tanya, kenapa satupun guru mereka tidak tampak. Padahal biasanya jam setengah 7 pagi, para guru sudah hadir di sekolah. Usut demi usut, ternyata seluruh majelis guru di SMP Umum Berbasis Pesantren ini mogok masuk, dikarenakan ada masalah internal antara pihak sekolah dengan pihak penjaga sekolah yang sudah diusir oleh sekolah tetapi penjaga sekolah tidak mau pergi.

 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Syahrul Effendi , saat dihubungi Koran Padang membenarkan hal tersebut. “Benar, seluruh majelis guru hari ini mogok mengajar karena ada persoalan antara sekolah dan salah seorang penjaga sekolah di SMP tersebut, hingga berujung ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Namun karena pihak sekolah memenagkan gugatan tersebut dan penjaga sekolah dinyatakan kalah serta bersedia keluar dari sekolah, tetapi hingga berminggu-minggu pihak penjaga sekolah tetap tidak mau meninggalkan sekolah, meski sudah dapat surat peringatan dari Satpol PP dan penjaga sekolah tersebut selalu berjanji akan meninggalkan sekolah tersebut, namun sampai hari Senin ini masih tetap bertahan di sana, sehingga seluruh majelis guru sepakat untuk mogok,” jelas Syahrul Effendi.

Sementara Kepala Sekolah SMPN 6 Gunung Talang, Sakar Soeib, ketika dikomfimasi masalah itu, membenarkan bahwa seluruh majelis guru di SMP Negeri 6 sepakat tidak masuk karena sudah muak melihat oknum penjaga sekolah yang sudah 10 tahun bertugas di SMP itu enggan meninggalkan rumah dinas, meski sudah kalah di PTUN Padang. “Kami majeleis guru dan komite sudah sepakat untuk mengeluarkan sang penjaga sekolah itu, namun sampai sekarang mereka tetap berjanji-janji saja. Padahal keputusan itu sudah merupakan kesepakatan sekolah, komite, Walijorong dan Walinagari, karena menilai kinerja sang penjaga sekolah tidak baik selama ini. Selain itu, pihaknya melaporkan berbagai hal yang tidak semstinya hingga membawa ke ranah hukum, meski hal itu kebenarannya tidak ada,” jelas Sakar Soeib.

Karena semua majelis guru mogok, maka pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Solok menurukan timnya ke sekolah SMPN 6 Gunung Talang dan menggelar rapat terbuka dengan Komite Sekolah, orang tua murid dan pihak penjaga sekolah yang dihadiri Intel dari Polres Solok, Rapat digelar sekitar jam 10 siang dan berakhir sekitar jam 13.00 Wib pada Senin, bertempat di Musshala sekolah setempat.

Dari hasil rapat walimurid dengan Ketua Komite yang dipimpin oleh Hendrizal dan juga dihadiri oleh Kepala Bidang Dinas Pendidikan Kabupaten Solok,  Drs.Mardias, Kabid  Satpol.PP, Zulman Hendra, Kepala Jorong Tangah Padang Cupak,  Amrizal, Anggota DPRD Kabupaten Solok, Dedi ,Kanit Intel Polres Solok, Polsek Talang dan oarang tua siswa, maka didapat kesimpulan Sebagai Berikut bahwa masyarakat dan orang tua murid mengharapkan Kepala Sekolah dan Guru hadir kesekolah pada hari Selasa tanggal 27 Februari 2018 dan proses belajar mengajar berjalan sebagaimana mestinya. Kemudian  penjaga sekolah yang bernama Syaiful Janwar,  berjanji melalui adiknya Afrizal Pgl Ica, akan mengosongkan rumah dinas paling lambat hari Rabu tanggal 28 Februari 2018 dijamin oleh anggota DPRD Kabupaten Solok, Dedi.  Selain itu, masyarkat dan orang tua murid mengharapkan kalau bisa selama pesolanan belum selesai kepala sekolah H.Syakar Su’ib diserahkan ke Dinas Pendidikan untuk sementara dan apabila pada hari Rabu penjaga sekolah tidak juga mengosongkan rumah dinas, maka Dinas Pendidikan Kabupaten Solok  akan menyurati  Satpol PP untuk melakukan pengosongan kerumah dinas rumah yang dihuni Syaiful Janwar  sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Anggota DPRD Kabupaten Solok, Patris Chan, SH, sangat menyayangkan terhentinya PBM di sekolah Umum Berbasis Pesantren itu, karena disebabkan dalam waktu dekat ini, seluruh  siswa kelas 7 hingga 9 akan menghadapi ujian, baik ujian semester maupun Ujian Nasional. “Kalau bisa, masalah sekolah janganlah sampai siswa yang dikorbankan, namun persolan yang dihadapi sekolah dengan penjaga sekolah bisa diselasaikan melalui jalur musyawarah antara sekolah, komite, Dinas Pendidikan dan juga pihak yang bermasalah,” jelas Patris Chan (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here