Satu Orang Anak Selamat Dari Teror Bom Poltabes Surabaya

0
2381

SURABAYA, JN-Teror bom di Surabaya kembali terjadi. Pagi ini, Senin, 14 Mei 2018, sekitar pukul 08.50, bom yang diangkut sepeda motor meledak di halaman Markas Polrestabes Surabaya. Sehari sebelumnya, bom mengguncang tiga gereja di Surabaya dan sebuah rumah susun di Sidoarjo, kota yang berbatasan dengan Surabaya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris BesarĀ Frans Barung Mangera membenarkan adanya ledakan bom di Markas Polrestabes Surabaya. “Sekitar pukul 08.50 tadi,” kata Barung di Markas Polda Jawa Timur, Senin, 14 Mei 2018.

Barung mengatakan, ledakan ini menyasar anggota polisi di Markas Polrestabes. Namun belum diketahui kondisi korban, apakah luka-luka atau meninggal. “Kami pastikan ada korban dari anggota,” kata Barung sembari menambahkan penyerangan tersebut dilakukan dengan menggunakan kendaraan

Empat orang tewas dalam ledakan bom di depan Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018) sekitar pukul 08.50 WIB.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan bahwa keempat korban tewas diduga sebagai pelaku peledakan.

“Empat penumpang motor sementara kita nyatakan meninggal dunia. Sudah kami identifikasi. Mereka yang naik Avanza itu ingin mendapatkan pelayanan pemeriksaan. Kami nyatakan yang bersangkutan bukan pelaku. Yang pelaku adalah rangkaian sepeda motor yang berupaya masuk dengan berbonceng,” tuturnya saat diwawancarai KompasTV di Mapolda Jatim.

Barung lalu mengatakan, ledakan yang terjadi pukul 08.50 WIB berawal dari kedatangan ada dua motor yang ingin masuk ke Polrestabes.

“Di penghentian, ada pemeriksaan untuk registrasi motor yang kemudian terjadi ledakan. Satu motor Supra dan Beat sudah diidentifikasi semuanya yang meledak menyebabkan 4 polisi luka dan 6 warga dirujuk ke RS. Satu anak kecil kita rujuk juga ke RS,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba AKBP Rony Faisal Faton yang menyelamatkan anak perempuan tersebut, dilansir dari TribunJatim.com, mengatakan kondisi anak tersebut terluka dan berdarah akibat posisinya yang berada di belakang motor peledak.

“Luka berdarah semua. Meledak motor di depan, dia di belakang bersama ibunya. Kondisi ibunya meninggal,” kata Rony.

 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan bahwa pelaku yang berjumlah lima orang terdiri dari bapak, ibu dan ketiga anaknya menggunakan dua motor memaksa masuk ke Mapolrestabes Surabaya.

“Pelaku ledakan hari ini satu keluarga juga, 1 kartu keluarga, isinya 5 orang. Semuanya berangkat dengan dua motor. Satu yang kecil terlempar, selamat dan sekarang dirawat di RS Bhayangkara,” tutur Machfud dalam keterangan pers bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Mapolda Jawa Timur, Senin siang.

Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, empat terduga pelaku peledakan bom di Mapolrestabes Surabaya sekitar pukul 08.50 WIB tewas di tempat.

Namun, anak berusia delapan tahun berinisial Ais yang diboncengkan pelaku ditemukan terluka dan dibawa ke rumah sakit.

“Anak yang dibawa oleh mereka atas nama Ais. Kita doakan selamat, kita rujuk ke RS PHJ,” tutur Barung dalam keterangan pers di Mapolda Jawa Timur, Senin siang (Editor: Aloisius H Manggol /Kompas dan berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here