Satu Dari 4 Orang Tahanan Polres Arosuka Yang Kabur Menyerahkan Diri

0
3970

SOLOK, JN–Satu dari empat tahanan Polres Arosuka Kabupaten Solok yang sempat kabur dari dalam ruang sel tahanan dengan cara menggergaji atap ruang tahanan Mapolres Arosuka pada Selasa dinihari tanggal 29 Agustus 2017 lalu, berhasil diamankan Anggota Reskrim Mapolres Arosuka, karena yang bersangkutan menyerahkan diri pada Sabtu kemaren, sekitar jam 16 sore.

Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Reh Ngenana, Kepada KORAN PADANG, Minggu (3/9) menyebutkan, bahwa satu dari empat orang tahanan Mapolres Arosuka yang menyerahkan diri itu bernama Riken (33), dimana yang bersangkutan ditahan dalam kasus pencabulan. Riken merupakan warga jorong Fanta, nagari Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya. “Saudara Riken datang menyerahkan diri ke Mapolres Arosuka dengan diantar orang tuanya, setelah sebelumnya kita beri warning bahwa kalau kesemua tahanan yang kabur itu akan kita berikan sangsi tegas berupa tembak ditempat kalau tidak mau menyerahkan diri,” jelas AKBP Reh Ngenana. Kepada petugas Mapolres Arosuka, Riken sama sekali tidak bermaksud melarikan diri, namun karena tergoda rayuan dua tersangka lain yakni Okto Rezo dan Gusnisa Putra, akhirnya Riken mengaku ikut kabur dengan cara memanjat atap ruangan tahanan dan sebelumnya sudah digergaji oleh Gusnisa Putra. “Otak dari pelaku yang kabur ini adalah Okto Rezo dimana dirinya menyuruh Gusnisa Putra untuk menggergaji bagian atas tahanan dan kemudian karena cuaca hujan pada waktu itu petugas kita tidak mendengar mereka menggergaji ruang atas tahanan,” jelas AKBP Reh Ngenana. Ditambahkan Kapolres, hingga saat ini belum diketahui dari mana Okta Rezo dan Putra mendapat gergaji tersebut, karena menurut Riken, dia sendiri tidak mengetahui gergaji itu diperoleh dari mana. “Namun anggota kita sampai saat ini masih terus memburu keberadaan tiga orang lagi tahanan kita yang kabur dan beberapa kali mereka sempat kita lacak keberadaannya, namun mereka sangat licin,” jelas Polwan cantik itu, didampingi Kasat Intel AKP Sosmedya. Dijelaskan Kapolres, Gusniza Putra dan Rezo merupakan dua otak dibalik perencanaan kabur ini. Gusnisa Putra merupakan kawan dekat Okto Rezo dan sama-sama pernah ditahan sebelumnya. Gusniza pernah ditahan dalam kasus pencurian sementara Okto Rezo ditahan dalam kasus pembunuhan dan pencurian.

   Seperti diberitakan KORAN PADANG sebelumnya, empat orang tahanan Polres Arosuka Kabupaten Solok, melarikan diri dari tahanan, pada Selasa dini hari sekitar jam 03.00 WIB, masing-masing bernama Okto Rezo (27), yang merupakan terdakwa kasus pembunuhan dan juga kasus curanmor. Dia merupakan warga Sungai Janiah, kecamatan Gunung Talang.  Selanjutnya Riken (33) saat ini sudah tertangkap, dia merupakan kasus pencabulan, merupakan warga jorong Fanta, nagari Koto anau, Kecamatan Lembang Jaya, kemudian Maiyas (31), warga Lubuk Dalam Jorong Koto Panjang Nagari Muara Panas Kecamatan Bukit Sundi yakni terdakwa kasus pencabulan dan Gusnisa Putra (18), warga jorong Kayu Aro, nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang tersangka kasus pencurian melanggar pasal 362 dan 363 KUHP.

            “Keempat orang itu diduga melarikan diri sekitar jam 03.00 dini hari pada Selasa dengan cara menggergaji besi atap ruang tahanan. Kemudian pelaku diperkirakan kabur melalui  atap yang telah dirusak tersebut,” jelas Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Reh Ngenana. Kapolres yang murah senyum itu juga menyebutkan bahwa keempat tahanan yang melarikan diri itu merupakan tahanan satu kamar, namun satu orang diantaranya atas nama Awaludin Almukhharam yang juga terdakwa kasus pencurian, menolak untuk melarikan diri dan memilih bertahan dengan cara menjalani hukuman yang dia terima. “Sampai saat ini petugas kita sudah menyebar dan terus melacak keberadaan tersangka. Namun kita berharap agar keempat tersangka menyerahkan diri,” jelas AKBP Reh Ngenana yang didampingi Kasat Intel, AKP Sosmedya.

            Anehnya, satu dari empat orang tahanan yang melarikan diri yang bernama Okto Rezo, merupakan residivis dan sudah dua kali lari dari tahanan. Tanggal 12 Desember 2016 lalu, Okto Rezo yang waktu itu merupakan terdakwa kasus pembunuhan yang terjadi di kebun teh Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok yang terjadi tanggal 18 April 2012 silam terhadap korban bernama Afdal (18) dan jasadnya ditemukan 4 hari kemudian, mungkin masih terbayang dalam ingatan masyarakat Solok. Waktu itu pelaku pembunuhan berjumlah dua orang, bernama Okto Rezo Putra dan Endo.

Meski waktu itu kedua pelaku sempat buron ke Bali dan Jakarta, namun berhasil ditangkap beberapa bulan kemudian. Kedua pelaku pada tahun 2013 sudah dituntut hukuman 18 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Koto Baru atas tuduhan pembunuhan berencana dan permapokan terhadap korban Afdal yang merupakan keponakan kandung dari anggota DPRD Sumbar, Ahmad Rius, SH. Waktu itu, almarhum Afdal sedang mengisi masa liburannya di kebun teh Kayu Aro, Solok bersama sang kekasih bernama Mela yang masih tercatat sebagai pelajar di SMK 1 Talang. Mela selamat dari pembunuhan dan saat ini Mela sudah menjadi Polwan di Polres Arosuka. Setelah divonis selama 18 Tahun penjara, maka hari-harinya dihabiskan di dalam LP Kelas IIB, Laiang Solok sebagai tahanan. Namun pada hari Rabu tanggal 12 Desember 2016 silam sekitar 18.25, tahanan kasus pembunuhan ini yakni Okto Rezo Putra, (27), berhasil kabur dari LP bersama dua orang temannya sesama napi yang masing-masing tersangkut kasus pembunuhan, perampokan dan penggelapan, dengan cara memanjat dan memotong kawat berduri.  Mereka kabur melalui tembok belakang lapas dengan cara menggergaji gembok sel dan memotong kawat berduri pagar tembok

Ringkasnya, selama menjadi buronan dari Polres Solok kota dan Polres Arosuka, Okto Rezo Putra, terus melakukan aksi kejahatan di Solok yakni menjadi otak pelaku curanmor. Sementara dua temannya yang sama-sama kabur dari tahanan, sampai saat ini belum diketahui kemana rimbanya.
Pelarian panjang buronan sekaligus resedivis yang bernama Okto Rezo Putra,  warga Jorong Talagodadok, Nagari Sungai Janiah, Kecamatan Gunungtalang, hari Jum’at pagi (9/6) sekitar jam 06.30 WIB, berakhir ditangan polisi. Pelaku pembunuhan dan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini, dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas gabungan Polsek Kubung dan Polres Arosuka. Menurut Kapolres Arosuka, AKBP Reh Ngenana, penangkapan pelaku Rezo yang sudah lama menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) orang  ini dilakukan petugas dikawasan Simpang Surya, Kota Solok, sekitar pukul 06.30 WIB. “Selama masa pelariannya, tersangka Rezo menjadi pelaku curanmor dan selama di luar penjara, pelaku telah beraksi di beberapa kawasan di wilayah hukum Polresta Solok dan Polres Arosuka. Dia sangat licin dan beberapa kali akan ditangkap selalu bisa lolos,” jelas AKBP Reh Ngenana. Setelah ditahan sejak dua bulan lalu, kemudian Okto Rezo pada Selasa pagi tanggal 29 Agustus mencoba melarikan diri bersama tiga rekannya dari tahanan Polres Arosuka.

            Menurut praktisi Hukum Kabupaten Solok, AR Dt Mantari Ameh, dengan kaburnya keempat orang tahanan dari Mpolres ini, mendandakan bahwa penegak hukum lemah dalam memberi pengawasan terhadap tersangka. “Apalagi terhadap tersangka Okto Rezo, seharusnya diberikan pengamanan yang ekstra ketat, sehingga tidak dicampur dengan tahanan lain, sebab dia adalah residivis kasus pembunuhan dan juga curanmor dan sangat berbahaya,” jelas Ar Dt Mantari Ameh . Dia berharap pihak kepolisian segera mencari dan mendapatkan pelaku, sehingga citra polisi tidak semakin buruk dimata masyarakat (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda