Sat Reskrim Polresta Solok Masih Memburu Pelaku Pembunuhan di Muara Panas

0
846

SOLOK, JN- Jajaran Sat Reskrim Polres Solok Kota, masih terus menggejar pelaku pembunuhan sadis terhadap Delvi Busyra (41), warga Gunung Pangilun kota Padang, yang mayatnya ditemukan bersimpah darah di Koto Panjang, Nagari Muaro Panas, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, pada Selasa sore (14/5) lalu.

“Kita sudah mengantongi identitas pelaku dan saat ini anggota kita masih melakukan pemburuan terhadap pelaku,” jelas Kapolresta Solok, AKBP dony Setiawan, melalui Kasat Reskrim,
Iptu Defrianto, Kamis (16/5).
Pihaknya meminta pelaku untuk menyerahkan diri agar bisa meringankan pelaku. Pelaku diduga berinisial FT (30) warga setempat. Belum diketahui pasti apa penyebab pembunuhan itu, namun beredar issu bahwa motif pembunuhan adalah karena masalah hutang piutang.

Sebegaimana diberitakan sebelumnya bahwa jasad Delvi Busyra ditemukan tergeletak dengan beberapa tusukan oleh warga di Muara Panas, sekira pukul 16.30 Wib, Selasa sore.

Warga melaporkan penemuan mayat tersebut ke Mapolsek Bukit Sundi dan Mapolresta Solok. Korban diketahui bernama Delvi Busyra (41) yang beralamat di Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, bahwa jasad pria ini pertama kali ditemukan oleh Eka (40) warga setempat. Saksi menemukan korban dekat jenjang kincir air kawasan Jorong Koto Panjang, Nagari Muara Panas. Korban Delvi ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dengan posisi miring ke sebelah kiri.

Usai penemuan mayat, saksi langsung memberi tau warga sekitar dan selanjutnya bersama warga melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Bukit Sundi.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan, S. Ik, membenarkan penemuan jasad tersebut. Pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Namun, beberapa luka tusuk bekas senjata tajam memang ditemukan bersarang di tubuh korban.

Usai dilakukan olah TKP, korban dibawa ke RSUD M. natsir Kota Solok untuk dilakukan visum.

“Ya, kita belum mengetahui apa penyebab korban ditusuk dan siapa pelakunya. Yang pasti kita akan meminta keterangan para saksi untuk pengembangan penyelidikan,” terang AKBP dony Setiawan.

Dari hasil visum luar tubuh korban, ditemukan sebanyak 3 luka tusuk dibagian leher. Lalu, 1 tusukan di telinga sebelah kanan, 1 tusukan di bagian belakang bahu kanan. Korban juga mengalami 1 luka sabetan pada dan jari telunjuk sebelah kiri.

Penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan itu, terjadi menjelang warga menunggu waktu berbuka puasa dan sempat menggemparkan warga sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pengembangan guna menyelidiki penyebab kematian korban (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda