Sapi Manok Hilang Selama 6 Hari, Ditemukan Dijual di Pasar Ternak Muaro Paneh

0
1463

SOLOK, JN-  Aksi pencurian ternak di Kabupaten Solok sakan tidak pernah berhenti. Hampir setiap bulan kasus curnak ini terjadi di Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo itu. Kasus curnak paling anyar terjadi di Jorong /Koto Gaek, Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, pada beberapa waktu lalu.

Dua ekor sapi milik warga Koto Gaek, Nagari Talang yang bernama Manok (46), digasak pelaku curnak pada Rabu dinihari lalu (7/2), dan enam hari kemudian yakni pada Senin siang (12/2) di gasak maling rabu (7/2) lalu. Namun, satu ekor sapi tersebut ditemukan kembali di pasar ternak Muara Panas, kecamatan Bukit Sundi pada  Senin siang kemaren. Menurut pemilik sapi ketika ditemui Senim malam di kantor Mapolsek Talang, manok, satu ekor sapinya miliknya ditemukan di Muara Panas, ketika diajak temannya untuk melihat-lihat sapi di pasar ternak Muara Panas. Semula Manok enggan pergi ke Muara Panas, karena beranggapan sapi miliknya sudah tidak akan ditemukan lagi. Namun karena bisikan hatinya, akhirnya Manok berangkat juga ke Muara Panas.

Saat sampai di pasar ternak Muara Panas, Manok berjalan-jalan ke sekeliling pasar dan sekira pukul 11 siang WIB, Manok terkejut karena salah satu dari ratusan sapi yang ada di pasar tersebut terdapat sapinya yang hilang. “Mulanya saya tidak percaya itu sapi saya, tetapi setelah dilihat dengan seksama, baik tali pengikat dan bentuknya, ternyata satu ekornya adalah sapi milik saya,” jelas Manok, kepada Koran Padang di Mapolsek Talang. Dia menyebutkan bahwa sapi tersebut hendak dijual seseorang yang juga berada di lokasi tersebut.

Yakin dengan apa yang dilihatnya, Manok kemudian langsung langsung mendatangi kantor Mapolsek Bukit Sundi untuk melaporkan kejadian tersebut. Manok mengaku diterima langsung oleh Kapolsek Bukit Sundi Iptu Nafris,SH, yang kemudian mendampinginya ke tempat sapinya dijual tersebut untuk mengamankan orang yang diduga mencuri dan menjual sapinya itu.

 Setelah melakukan penangkapan, sapi dan orang yang diduga mencuri dan menjual sapi tersebut dibawa ke mapolsek Gunung Talang untuk proses selanjutnya, karena menurut manok ia telah melaporkan pada hari kejadian sapinya hilang tersebut ke Mapolsek Talang. “Sapi tersebut hilang sejak hari Rabu lalu kemaren sekitar pukul 03.00 Wib menjelang subuh, yang mana menurut orang yang hendak menjual sapi ini sudah dibawa ke Padang sebelum kembali dibawa ke Muara Panas untuk dijual oleh yang membawanya,” jelas Manok. Dirinya juga merasa heran bahwa sapi tersebut sudah  sudah memiliki surat yang entah dari mana dia dapat.

“Saya sangat berharap polisi bisa mengungkap siapa pencurinya sapi saya beserta jaringannya, karena hamper setiap bulan ada kejadian curnak di Kabupaten Solok dan kebanyakan korban tidak melapor karena pesimis  ternaknya yang hilang tidak akan ditemukan lagi,” jelas Manok yang diamini tetangganya Rony yang juga ikut mendampingi Manok menunggu sapinya yang salah satunya sudah dibawa ke Mapolsek Talang.

Sementara untuk mengantisipasi terjadinya aksi curnak, Manok juga sudah mengusulkan beberapa kali kepada pihak walinagari agar mengaktifkan ronda malam dan mendirikan pos disetiap persimpangan yang diduga rawan aksi curnak dan aksi kriminal lainnya. Tetapi sampai saat ini belum direalisasikan.

Hingga saat ini, dua orang yang diduga saudara dari pencuri sapi tersebut yang merupakan warga Aia Rarak, Kecamatan Lembah Gumanti sedang diperiksa intensif di Mapolsek Talang bersama Barang Bukti berupa satu ekor sapi warna hitam. Sementara satu ekor sapi milik Manok diduga sudah dijual oleh pelaku utama. Kabarnya pelaku utama pencuri sapi tersebut adalah warga Muara Labuh, Kabupaten Solok Selatan berinisial A yang identitasnya sudah dikantongi oleh anggota kepolisian Mapolsek Talang dan sedang dilakukan pengejaran.

Sekitar seminggu yang lalu, kasus curnak juga terjadi di Koto Gaek Guguk, dimana satu ekor kerbau milik Simas (50), juga hilang digondol kawanan curnak yang sampai saat ini juga belum berhasil diungkap siapa pelakunya. Waktu kejadian, dua ekor kerbau yang yang satu ekor diantaranya adalah anaknya, ditinggal pelaku pencurian karena anaknya belum diikat.

Kapolres Solok, AKBP Ferry Irawan, ketika dihubungi melalui telephone sellulernya membenarkan kejadian tersebut dan sampai saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pengembangan terhadap para pelaku curnak  (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here