Rugikan Negara 3,6 Milyar, Mantan Kacab PT. Sang Hyang Sri, Solok Ditahan Kejari

0
1702

SOLOK, JN– Emry Sain (56) akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri Solok, terkait dugaan korupsi dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan pada tahun 2012, yang merugikan negara keseluruhan berpotensi mencapai 3,6 Milyar. Yang pada saat itu, tersangka merupakan Kepala Cabang (Kacab) PT.Sang Hyang Seri (SHS) Cabang Solok yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tersangka diduga menyelewengkan dana bantuan dari BUMN pembina program PKBL, yakni sebesar 1,6 Milyar dan dari PT.Garuda sebesar 2 Milyar.

 

Emry Sain ditahan dengan cara dipanggil, ketika memenuhi panggilan Kejari Solok, Emry langsung ditahan. Emry Sain tersangka yang beralamat di Kabupaten Padang Pariaman ini, bersama dengan asistennya Efriyanti membuat proposal fiktif mengenai pengajuan kredit, yang seolah-olah diajukan oleh kelompok tani, padahal tidak. Hal tersebut dilakukan tersangka demi mendapat persetujuan pinjaman dana dan diteruskan ke kantor pusat.

 

Sebanyak 9 kelompok tani, dimanipulasi datanya. Ketika proposal telah rampung, serta disetujui oleh Emry Sain yang merupakan Kepala Cabang PT.SHS Cabang Solok, kemudian proposal tersebut dikirim ke PT.SHS Pusat dan ditembuskan ke kantor regional IV di Medan.

 

Tidak butuh waktu lama, hanya dalam kurun waktu 2 minggu, dana bantuan tersebut cair. Hal tersebut semakin tidak wajar, dimana yang menerima bantuan sebanyak 3,6 milyar tersebut, hanya 2 kelompok tani saja, yang bantuanya dikirim ke rekening 2 keltan itu dan dikirim dari SHS Pusat ke rekening milik 2 kelompok tani. Yaitu ke rekening Ketua Keltan Gaung, Diana Rozi sebanyak 1.6 Milyar, dan Ketua Keltan Sumber Rezeky atas nama Sukatma sebesar 2 Milyar rupiah. Uang bantuan tersebut kemudian ditarik kembali oleh tersangka baik secara transfer maupun tunai.

 

Tersangka kini ditahan hingga 20 hari mendatang, dengan menggunakan rompi tahanan berwarna merah dia dikirim ke Rutan Kelas II B Padang di Kota Padang. Kasus tersebut terungkap berkat penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Solok. Sementara itu penahanan 1 tersangka lainnya atas nama Efrianti belum bisa dilakukan penahanan akibat tersangka saat ini dalam keadaan sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang diduga ikut terjerat kasus ini.

 

“PT Sang Hyang Seri Cabang Solok, ditunjuk sebagai BUMN yang menjadi penyalur atau operator GP3K program PKBL pada tahun 2012,” kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Solok, Wahyudi Kuoso di Kantor Kejaksaan Negeri Solok, Pandan Ujung, Kota Solok, Selasa (21/3).

 

Sebanyak 9 kelompok tani, dimanipulasi datanya. Ketika proposal telah rampung, serta disetujui oleh Emry Sain yang merupakan Kepala Cabang PT.SHS Cabang Solok, kemudian proposal tersebut dikirim ke PT.SHS Pusat dan ditembuskan ke kantor regional IV di Medan.

 

“Saudari Efriyanti membuat proposal dengan sebagian data benar kemudian dimanipulasi fiktif data rencana Definitif kebutuhan Kelompok (RDKK) dengan memalsukan tanda tangan, stempel milik masing -masing kelompok tani, luas lahan dan jenis pertanian Gapoktan,” terangnya.

 

Tidak butuh waktu lama, hanya dalam kurun waktu 2 minggu, dana bantuan tersebut cair dan dikirim dari SHS Pusat ke rekening milik 2 kelompok tani. Uang bantuan tersebut kemudian ditarik kembali oleh tersangka. “Uang bantuan yang sudah masuk ke rekening keltan tersebut kemudian ditarik keseluruhannya lagi oleh tersangka baik secara transfer maupun secara tunai,” jelas Wahyu.

 

Tersangka kini ditahan hingga 20 hari mendatang dan dikirim ke Rutan Kelas II B Padang di Kota Padang. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Solok Aliansyah mengatakan kasus tersebut terungkap berkat penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Solok. “Hari ini kita lakukan penahanan terhadap salah satu tersangka atas nama Emry Sain selama 20 hari mendatang dan tersangka dikirim ke Rutan Kelas II B Padang di Kota Padang,” Beber Aliansyah didampingi jajaran Kasi kejaksaan Negeri Solok.

 

Sementara itu penahanan 1 tersangka lainnya atas nama Efrianti belum bisa dilakukan akibat tersangka saat ini dalam keadaan sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter. “Usai Penyerahan tersangka dan Barang bukti Dari tim penyidik kejari solok kepada tim penuntut umum kejari Solok atau tahap II, Kita upayakan untuk dilimpahkan secepatnya ke pengadilan Tipikor Padang untuk disidangkan,”Tutup Aliansyah (goavan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here