PT. Arpex Prima Dhamor Kembali Dituding Kerjakan Proyek JalanNegara Asal Jadi

0
881

SOLOK, JN-  Mirisnya pemberitaan tentang PT. Arpex Prima Dhamor milik pengusahasekaligus keluarga dari anggota DPR RI asal Sumbar, yang diduga banyakmengerjakan jalan asal jadi, kembali mendapat reaksi keras dari tokohmasyarakat, sekaligus Walinagari Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang,Kabupaten Solok, Dusri Harpen.

“Saya juga sudah menduga sebelumnya bahwa pihak PT. Arpex banyak mengerjakan proyek besar asal jadi demi meraup keuntungan besar,” jelas Dusri Harpen, usai membaca berita Harian Koran Padang pada terbitan Seninkemaren (16/12). Selain itu, berita tentang buruknya mutu pengerjaan jalan diKecamatan Tigo Lurah, juga sudah viral di medsos yang dimuat online Jarbatnews.com.

“Kalau begini cara kerja kontraktor PT. Arpex, ya wajar sajamereka cepat kaya. Lihat saja, jalan nasional dari Pintu Angin menuju LabuahSaiyo di Pasa Usang Koto Gadang Guguak, sepanjang 6 Kilometer, juga sudahbanyak yang terkelupas, meski jalan tersebut belum diserahterimakan,” sambung Dusri Harpen, yang menunjuk langsung mutu jalan nasional tersebut bersama salah seorang anggota Koramil 0309 Talang, Selasa siang. Bahkan Walinagari Koto Gaek ini juga menyebutkan bahwa PT. Arpex juga tidak memasang  plang proyek pada ruas jalan yang dikerjakanmultiyer dengan dana puluhan Milyar itu.

“Saya bersama masyarakat di sini, melihat secara langsung bahwa tidak ada plang proyek dari Arpex dan  jalan ini juga dikerjakan pada saat hari hujan.Jadi wajar saja mutunya rendah, selain itu, kurangnya pengawasan dari pihak yang berwenang. Atau saya curiga mereka sudah bermain dengan kontraktor tersebut,”jelas Dusri Harpen. Bahkan penghaspalan jalan pada saat musim hujan, juga sering dilakukan pihak kontraktor tanpa memperhatikan mutu jalan.

”Setahu saya, pekerjaan menghampar aspal di jalan membutuhkan suhu panas yang tinggi dan selalu terjaga agar qualitas pekerjaan yang didapat baik. jika terjadi pelanggaran aturan atau speck maka seharusnya pekerjaan dihentikan. Tidak bagus dikerjakan saat hujan turun,” jelas Dusri Harpen. Disebutkannya, apabila terjadi ketidaksempurnaan akibat kelalaian Kontraktor, maka sanksi yang paling tepat adalah membongkar pekerjaan yang cacat tersebut. 

Disebutkannya, kontraktor harus menjalankan aturan seperti yang terdapat di dalam kontrak. namun sekarang sudah tidak menjadi rahasia umum lagi kalau terdapat cacat pekerjaan, seakan-akan sama-sama tidak mengetahui saja. yang jelas kalau qualitas pekerjaan yang didapat tidak sesuai dengan target, seharusnya Kepala Proyek harus perintahkan kontraktor untuk memperbaiki kembali,” terang Dusri Harpen

Sebelumnya, sorotan tajam juga sudah dialamatkan kepada pihak PT. Arpex Prima Dhamor, yang mengerjakan jalan dengan nilai Rp 6 Milyar lebih, juga diduga mengerjakan proyek jalan di Sumiso. Kecamatan Tigo Lurah dikerjakan juga asal jadi.

“Agar tidak terlalu merugikan masyarakat dan supayatidak berurusan dengan penegak hukum, sebaiknya pihak PT. Arpex segera memperbaiki jalan yang hancur di Sumiso dan Rangkiang Luluih, agar sesuai speck dan tidak merugikan masyarakat,” tutur Mak Inal (56) tokoh masyarakat TigoLurah, Senin (17/12). Selain itu, Mak Inal dan Walinagari Batu Bajanjang,Dahrul Asri, juga meminta pengawasan ketat dari Dinas PUPR Kabupaten Solokselaku Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan PPTK, harus ikut bertanggung jawab atas pengerjaan jalan tersebut agar tidak merugikanmasyarakat.”Sebaiknya pihak PUPR juga ikut turun mengawasi supaya janganada kesan kongkolingkong antara rekanan dan Dinas PU,” sambung Mak Inal.
Sebelumnya, pengerjaan ruas jalan tersebut sudah disorotberbagai puhak, karena dinilai dikerjakan asal jadi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa pembangunan JalanKabupaten Solok berupa Paket A yang dikerjakan oleh PT. Arpex Prima Dhamor dengan menggunakan dana DAK tahun 2018 pada dua ruas jalan yakni Ruas Jalan RagkuangLuluih Sumiso dan ruas Rangkiang Luluih ke Batu Bajanjang dinilai masyarakatsetempat dikerjakan asal jadi dan sarat ada unsur kongkolingkong.
Pengerjaan ruas jalan yang menggunakan dana DAK sebesar Rp6.351.111.000 (Enam Milyar Tiga Ratus Lima Puluh Satu Juta Seratus Sebelas RibuRupiah). Pada kontrak juga disebutkan bahwa pengerjaan jalan dimulai tanggal 10April 2019 dengan masa kerja selama 180 hari.”Kami melihat, karena kurangnyapengawasan, pada pengerjaan dua ruas Jalan ini, sehingga  dikerjakan asaljadi dan ada dugaan bahan yang digunakan juga tidak sesuai sama Spek dan yangtertulis di RAB,”  jelas Walinagari Batu Bajanjang, Dahrul Asri,Minggu (16/12). 
Disebutkan Dahrul Asri, dinilai asal jadi, karena belumsampai sebulan jalan sudah keropos dan rusak berat. “Masak kontraktor sekelas PT. Arpex Prima Dhamor mengerjajan jalan asal-asalan, padahaljalan belum sampai sebulan sudah hancur, ” sambung Dahrul Asri.Dia juga menyebutkanbahwa jalan tersebut juga tidak ada truck atau kendaraan bermuatan berat yangmembuat jalan cepat rusak.
“Ini pasti ada permainan antara rekanan dan pihak DinasPUPR, kalau tidak mungkin jalan belum rusak,” ucap Mak Inal (55), tokohmasyarakat Batu Bajanjang. Pihaknya menduga keras ada permainan dankongkolingkong dibalik pengerjaan proyek tersebut antara pihak kontraktor danpihak Dinas PUPR Kabupaten Solok, sehingga berdampak pada mutu dan kualitasjalan masyarakat. Pihaknya juga menilai pengerjaan jalan yang diaspal hotmixini terutama yang masuk Nagari Batu Bajanjang sepanjang 800 Meter yang dimulaidari Kampuang Tangah menuju Pangka Pulai atau ke kantor Camat Tigo Lurah jugatidak tahan lama karena sudah banyak yang terkelupas.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, melalui Kabid Bina MargaDinas PUPR Kabupaten Solok, Ir. Elfiandi Ibrahim mengaku sudah menegur pihakrekanan dari PT. Arpex Primadhamor milik keluarga anggota DPR RI itu, untuksegera memperbaiki jalan yang rusak.”Kita sudah menegur pihak PT. Arpexuntuk segera memperbaiki jalan yang rusak. Dan Minggu kemaren sebahagian sudah diperbaiki dan tinggal yang ruas Sumiso ke Rangkiang Luluih yang belum mereka perbaiki. Kalau tidak tuntas dan tidak sesuai speck tentu tidak akan kita bayar,” jelas Elfiandi Ibrahim (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda