Polresta Solok Tetapkan Lima Orang Jadi Tersangka

0
245

SOLOK, JN- Keganasan kabut asap di Riau dan Jambi menular ke Kota Solok, akibatnya sebanyak 5 orang tersangka ditangkap dan harus meringkuk di sel Mapolres Solok Kota, karena melakukan pembakaran untuk membuka lahan pada hari Jum’at, (13/9) pukul 14.00 WIB, bertempat di Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniang Bakar, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.

Hal itu disampaikan Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan yang didampingi oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar Sukrismanto dan Dinas kehutanan propinsi Mego Sinatung, dalam Prescon, Senin (16/2) di Mapolres Solok Kota.

Kapolres mengatakan 4 orang tersangka KD, DR, AF dan YM atas perintah pemilik lahan LH melakukan pembakaran lahan milik LH, dengan menggunakan korek api secara bergantian dengan tujuan membuka lahan untuk pertanian.

Namun api tidak bisa dikendalikan sehingga meluas dan membakar lahan yang berada di sekitarnya. Setelah melakukan pemadaman secara manual bersama dengan warga masyarakat sekitar, Polres Solok Kota berkoordinasi dengan BKSDA dan mendapatkan informasi bahwa lokasi tersebut adalah kawasan hutan suaka margasatwa. Luas lokasi yang terbakar sekitar 2 HA dengan ketinggian 646 MDPL.

Sat Reskrim yang dipimpin Kasat Reskrim melakukan penangkapan terhadap tersangka, dan memasang police line di lokasi pembakaran.

Polres juga melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa 5 unit mesin pemotong rumput, 2 unit mesin pompa racun rumput, 2 unit mesin diesel listrik, 1 gerobak dorong, 4 dirigen, 1 parang dengan gagang kayu panjang kurang lebih 50 cm. 1 mancis/korek api jenis cricket, 1 unit mesin pemotong kayu /shinso, 4 buah cangkul, 1 unit sepeda motor merek satria FU warna kuning tanpa plat nomor dan ± 8 kubik kayu pinus yang sudah diolah.

“Modus operandi tersangka membuka lahan pertanian yang termasuk dalam kawasan konservasi Hutan Cagar Alam yang mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan hutan, dengan cara merambah hutan, membakar hutan, dan menebang pohon dengan tidak sah,” kata Kapolres.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar Sukrismanto mengatakan Lokasi yang terbakar termasuk kawasan hutan opservasi. Peraturan yang sangat ketat untuk memasuki kawasan hutan observasi harus ada izin.

Sementara Dinas kehutanan propinsi Mego Sinatung mengatakan Dinas Kehutanan menyiapkan tim pengendalian hutan dan lahan khususnya hutan lindung. Cuaca yang ekstrim memicu terjadinya kebakaran lahan di tiap daerah. Dihimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar dalam membuka lahan pertanian.

Kepada para tersangka dikenakan pasal 40 ayat 1 UURI No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber daya Alam hayati dan Ekosistemnya dan atau Pasal 78 ayat 2 dan 3 ke Pasal 50 ayat 3 ke huruf b dan d, UURI No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan atau Pasal 94, Pasal 82 Ayat 1 huruf c, UURI No. 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara. Tersangka dan barang bukti ditahan di Polres Solok Kota untuk penyidikan lebih lanjut.(van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda