Polres Solok Ungkap OTT dan Kasus Pencabulan

0
1389

SOLOK, JN-Jajaran Polres Kabupaten Solok, berhasil mengungkap kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur dan juga kasus pungutan liar yang terjadi di Kabupaten Solok dalam waktu seminggu terakhir.

Satuan Reskrim polres Arosuka dibawah komando AKP Dony Aryanto, menangkap   oknum kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian wilayah Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Dalam penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan pelaku KN beserta barang bukti lembaran surat jalan dan uang sebanyak 300 ribu hasil pungutan liar.

Kapolres Solok AKBP Fery Irawan, S.IK dalam jumpa pers dengan awak media di Mapolres Arosuka Senin pagi (29/1), menyebutkan, oknum KN ditangkap dirumahnya di jorong Pasa, Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, pada hari jumat 26 januari 2018   lalu. Pelaku diduga sudah melakukan pungutan liar dari setiap surat jalan atau surat keterangan karantina yang dikeluarkan oleh pihak UPT kepada para pedagang sebanyak Rp 25 ribu untuk satu lembar surat jalan. Surat jalan yang dikeluarkan oleh oknum KN ini merupakan surat keterangan jalan atau surat karantina dari UPT untuk  dipergunakan oleh para pedagang dalam membawa hasil pertanian bawang merah mereka ke daerah Medan. “Dalam setiap pengeluaran surat karantina tersebut, pelaku diduga mengutip uang sebesar Rp 25 000 rupiah kepada pedagang maupun petani. Berdasarkat hasil dari OTT itu, petugas kita sudah mengamankan uang sebanyak Rp 300. 000 rupiah dan beberapa lembar surat jalan yang sudah di stempel oleh pelaku KN,” jelas AKBP Ferry Irawan, yang didampingi Wakapolres Solok, Kompol Emanuel Lase, Kasat Intel Polres Solok, AKP Sosmedya dan Kasat Intel serta jajaran perwira lainnya.

Penangkapan pelaku OTT ini menurut Kapolres dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat yang mengatakan adanya informasi tentang pungutan liar di daerah tersebut. Disebutkan Kapolres, dalam pemberian surat jalan tersebut tidak ada pungutan yang diperintahkan oleh Kepala Dinas dan juga tidak ada petunjuk pelaksanaannya dan itu merupakan akal-akalan tersangka saja.

“Diduga dalam satu hari pelaku tersebut bisa mengeluarkan sekitar 30 hingga 50 lembar surat jalan kepada pedagang. Satu lembar surat dihargai sebanyak Rp 25 ribu rupiah dan hal ini sudah dilakukan oleh pelaku sejak akhir tahun 2016 lalu,” tutur  AKBP Ferry Irawan.

Pelaku akan dijerat dengan dugaan tindakan pidana Korupsi pungutan yang tidak sesuai dengan aturan  dan atau penyalahgunaan wewenang sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 12 Huruf e UU 20 th 2001 tetang tindak pidana korupsi.

Hingga saat ini,pihak kepolisian masih mendalami kasus ini dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya. Sementara barang bukti yang  sudah berhasil diamankan di Makopolres Solok, berupa uang tunai dan surat-surat lainnya. “Saat ini kita akan terus mengembangkan kasus ini jangan-jangan ada keterlibatan oknum lain dalam hal ini,” sambung  AKBP Fery Irawan.

Sementara itu,Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Ir. Admaizon yang dikonfirmasi terkait kasus yang melibatkan anggotanya menyebutkan tidak tau dengan surat karantina yang telah dikeluarkan oleh kepla UPT Tersebut. Dirinya mengatakan bahwa puhak dinas hingga saat ini tidak pernah memberikan ijin pengeluaran surat karantina ini apalagi melakukan pungutan terhadap surat tersebut.

“Kami di dinas tidak mengetahui permasalahan surat ini,kami juga terkejut dengan adanya penangkapan ini oleh kepolisian,”Kata Admaizon.

Ditambahkannya,meski dengan diberikannya surat karantina ini sangat membantu pedagang dalam mengirimkan bawang merah ke luar Sumbar,namun terkait dengan pungutan yang dilakukan oleh kepala UPT tidak dapat dibenarkan.,”Kita telah laporkan langsung ke Bupati dan Sekda,namun hal ini akan kita lanjukan dengan pemeriksaan internal di dinas sambil menunggu proses dari kepolisian.

Selain mengungkap kasus OTT di UPT Pertanian Lembah Gumanti, Polres Solok juga berhasil mengamankan pelau pencabulan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh NY (28) warga Jorong Bawah Duku, Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung kepada gadis di bawah umur bernama NRP (16), warga Kota Solok.

NY membujuk NRP dengan iming-iming dan bajuk rayu sehingga NRP yang merupakan masih pelajar di sebuah SMU di Solok itu luluh. Prilaku NY terungkap ketika orang tua NRP melapor ke Polres Solok atas dugaan pencabulan. Pelaku NY melakukan perbuatan cabulnya di rumah kontrakan korban pada tanggal 12 November 2017 di jorong Kajai.

Atas perbuatannya, NY diancam dengan hukuman 5 tahun penjara dengan melanggar pasal 81 ayat (1), ayat (2), Jo pasal 76D Undang-Undang RI Nomor 16 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2007tentang Perlindungan anak menjadi UU.

Sementara dalam jumpa Pers tersebut, Polsek Payung Sekaki juga berhasil megamankan sebuah senjata api  rakitan jenis obok yang diserahkan warga ke Kapolsek Payung Sekaki, Evi Wansri dengan sukarela (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here