Polres Solok Sita Ratusan kubik kayu di Hutan Tigo Lurah

0
337
SOLOK, JN- Kepolisian Resor (Polres) Solok yang dibantu Polsek Kecamatan Payung Sekaki, dan Polisi hutan Sumatera Barat, berhasil  menyita lebih sekitar 100 kubik kayu jenis meranti yang diduga hasil illegal loging atau pembalakan liar di Nagari Simanau, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, padaKamis (26/7) kemaren.
Penanangkapan katu illegal itu, berdasarkan hasil investigasi anggota Polres Solok bersama awak media, yang dipimpin lansung oleh Wakapolres Solok, Kompol Emanuel Lase.
Ratusan kubik kayu illegal yang diamankan anggota Polres Solok di hutan Tigo Lurah
Tumpukan kayu dengan pelbagai ukuran diamankan petugas di Nagari Simanau, dengan jumlah ratusan batang yang ada berukuran panjang 4 meter dengan ketebalan kayu 20 hingga 40 cm. Petugas harus berjalalan kaki sepanjang puluhan kilo meter dan harus naik turun bukit dan lurah terjal.
Penemuan kayu di kawasan hutan produksi terbatas Simanau terungkap setelah mendapat laporan masyarakat setempat yang menemukan kayu telah dipotong dibeberapa titik di hutan tersebut. Bahkan kondisi lahan disekitar lokasi sudah sangat memprihatinkan.
“Kita turun ke lapangan atas laporan masyarakat tentang maraknya aksi illegal loging di Simanau,” jelas Kompol Emanuel Lase.
Laporan masyarakat tersebut terkait maraknya aksi pembalakan hutan di kawasan hutan Simanau, akhirnya direspon petugas. Sejumlah petugas kepolisian menyusuri hutan yang dilaporkan masyarakat adanya kegiatan pembalakan liaer.
“Kita harus berjalan kaki selama hampir 6 jam untuk menemukan lokasi pembalakan liar tersebut dari Nagari Simanau Tigo Lurah,” tutur Kompol Emanuel Lase
Jarak yang cukup jauh dari tepi jalan dan medan yang sulit memasuki hutan menjadi kendala petugas untuk membawa barang bukti. Waka Polres pada kunjungan sidak tersebut didampingi oleh Kapolsek Payung Sekaki, Iptu Mukhlis.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui pelaku, dan bagaimana kayu akan dikeluarkan dari hutan. Sebab, medan yang sulit dan ukuran kayu yang besar tidak memungkinkan kayu diangkut keluar.
Akibat aksi dugaan pembalakan hutan itu selain merusak kawasan hutan juga merugikan aset nagari kayu meranti usia ratusan tahun.
Kapolres Solok Arosuka AKBP Fery Irawan melalui Wakapolres Kompol El.Lase mengatakan kasus ini akan didalami lebih lanjut untuk mengungkap para pelaku.
“Waktu kayu kita sita kita tidak menemukan tersangka, mungkin sudah  mencium kedatangan kita,” pungkas Kompol Emanuel Lase (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda