Polres Arosuka Solok Gelar Jumpa Pers Terkait Saber Pungli dan Penangkapan Ganja

0
828

SOLOK, JN- Jajaran Polres Arosuka Solok, hari Senin siang (4/6), menggelar jumpa pers dengan media cetak dan elektronik, bertempat di Halaman Mapolres Arosuka Solok di Lubuk Selasih. Acara jumpa pers juga dihadiri Kapolres Solok, AKBP Ferry Irawan, Wakapolres, Kompol Emanuel Lase, seluruh Kasat dan Kanit yang ada di Mapolres Soolok.

 

Kepada awak media, Kapolres  Arosuka Solok, AKBP Ferry Irawan menyebutkan  sekitar penagkapan seorang pemuda pengedar ganja di Koto Baru Kubung dan juga penemuan ganja tak bertuan di sebuah toilet di MAN Koto Baru juga kecamatan Kubung pada Kamis tanggal 31 Mei 2018 lalu sebanyak 8 Kilo gram.

“Sampai saat ini kita masih memeriksa beberapa orang saksi, termasuk kepala sekolah MAN dan ingin mengetahui lebih dari mana barang haram tersebut berasal dan siapa pemiliknya,” jelas AKBP Ferry Irawan. Kapolres  juga membantah bahwa ganja seberat 8 kilogram tersebut tidak ada hubungannya dengan penangkapan ganja milik seorang pemuda di Koto Baru seminggu sebelumnya.

 

Selain masalah ganja, Kapolres Solok juga membeberkan adanya penangkapan seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pengukuran di Kantor ATR/ BPN Kabupaten Solok yang bernama Muhammad Iqbal ((50), warga Kuranji Kota Padang, tertangkap tangan (OTT)  oleh petugas Saberpungli dari pusat, pada Kamis kemaren (31/5).

 

Menurut Kapolres Arosuka Solok, AKBP Ferry Irawan, tersangka Muhammad Iqbal tertangkap oleh sasber  pungli pusat dan didampingi unit tipidkor Polres Solok saat melakukan OTT di kantor ATR / BPN Kabupaten Solok. Disebutkan Kspolres, bahwa pada hari Rabu tgl 30 Mei 2018 ada warga yang melapor ke Polres Solok dengan LP/ 98 / V / 2018 / SPKT Polres, Tgl 31 Mei 2018. Laporan tersebut tentang adanya dugaan Perkara  tindak pidana pungutan yang tidak sesuai dengan aturan. TKPnya di Kantor ATR / BPN Kabupaten Solok Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung. Sementara pelapor bernama Yoserizal, SH

 

Kronologis kejadian bahwa pada hari kamis  Tanggal 31 Mei 2018  sekira pukul 12.30 wib bertempat di kantor BPN Kabupaten Solok telah di lakukan operasitangkap tangan   terhadap Kasi pengukuran kantor ATR / BPN Kabupaten Solok dalam pengurusan pemisahan sertifikat oleh Notaris / Ppat Sdr. Lisna Yulianti, SH. yang mana tersangka selaku kasi pengukuran pada BPN Kabupaten Solok meminta uang sebesar Rp.6.000.000 (enam juta rupiah) kepada Sdr Lisna Yulianti, SH, untuk supaya memperlancar proses pengurusan pemisahan sertifikat tersebut, meski hal tersebut dilarang dalam aturan.

“Bersama tersangka kita amankan Barang bukti berupa uang tunai sebesar      Rp.6.000.000 yang di sita dari Sdr tersangka Muhamad Iqbal dan satu buah sertifikat tanah hak milik dengan nomor 03962 atas nama saudara Faidil, serta satu buah sertifikat hak milik dengan No 365 atas nama Rosna,” jelas AKBP Ferry Irawan.

 

Disebutkan Kapolres, tersangja dikenakan pasal 12 huruf e  jo Pasal 11 Undang Undang Nomor.20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

 

Untuk proses penyidikan lebih lanjut, tersangka bersama barang bukti diamankan ke Mapolres Arosuka.

Sementara terkait adanya penagkapan pelaku perampokan pedagang emas yang terjadi Minggu lalu terhadap seorang warga Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kapolres juga membenarkan bahwa memang ada salah seorang pelaku yang ditangkap dan saat ini masih dalam tahap pengembangan karena masih ada tersangka lain yang masih diburu  (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here