Polisi Belum Tetapkan Tersangka Pembakaran Kendaraan di Batu Bajanjang Aksi Penolakan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Makin Memanas

0
3016

SOLOK, JN–Aksi penolakan masyarakat Batu Bajanjang terhadap penolakan pembangkit listrik tenaga panas bumi (Geothermal) di nagari mereka, terus berlanjut. Kali ini aksi lebih panas lagi, mereka menghadang kendaraan milik PT. Hitary Daya Energi yang akan membawa peralatan ke lokasi PT. Hitary di kawasan Batu Bajanjang dan kemudian membakarnya. Peristiwa brutal itu terjadi pada Senin sore (20/11) kemaren.
Namun Polres Arosuka, sampai saat ini belum menetapkan tersangka dan siapa dalang dibalik aksi anarkis tersebut. “Kita tidak mau gegabah dan masih melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan pihak pemerintahan nagari, terhadap aksi brutal kemaren. Sampai saat ini anggota kita masih mempelajari kasus tersebut dan nanti apakah akan ada tersangka atau tidak tergantung temuan di lapangan,” jelas AKBP Reh Ngenana, yang dalam waktu dekat akan pindah ke Mapolda Sumbar.

Sebelumnya, aksi penolakan masyarakat selingka nagari Gunung Talang agar pihak PT. Hitary Daya Energy investor dari Turky itu tidak membangun pembangkit listrik tenaga pnas bumi di kampung mereka, sudah dua kali dilakukan ke Kantor Bupati Solok di Arosuka, dengan mengerahkan massa yang mengatasnamakan masyarakat nagari selingka Gunung Talang. Bahkan mereka juga sudah mengadu ke Bupati Solok dan DPRD, agar pemerintah dan DPRD menyampaikan keluhan mereka ke Pemerintah Pusat atau ke Kementerian ESDM agar tidak membangun pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Batu Bajanjang.

Aksi pemblokiran jalan pada hari Senin siang kemaren, meski sempat memanas dan sekitar 300 warga yang menhadang kendaraan Inova BA 888 FR yang ditumpangi 4 orang dari pihak PT. Hitary Daya Energy dan juga dikawal anggota TNI dan kemudian memaksa penumpang turun dan lalu membakar kendarannya. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 16.00 di Jorong Gurah, Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Peristiwa pemblokiran jalan oleh lebih kurang 300 orang masyarakat setempat terhadap pihak perusahaan Hitary, merupakan bentuk penolakan masyaraka terhadap keberadaan geothermal. Meski dikawal anggota TNI, namun masa tetap beringas dan memaksa penumpang Inova Nopol BA 888 FR turun. Keempat orang itu bisa diselamatkan anggota Polres Arosuka sekitar jam 16.20 WIB dan mereka dievakuasi ke Polres Arosuka. Nama-nama korban yang disandera dan dipaksa turun dari pihak PT. Hitary Daya Energi tersebut adalah adalah Yudhi (42), warga Kompleks Yarsi Hill No. 18 Jeruk Purut Jakarta, Nofianto (48), warga The Icon Cosmo Blok F8 Tanggerang, Herry A Susanto (48) warga Puri Beta Cempaka 2 No 9 Tanggerang dan Suriadi (35), warga Padang Luar Bukittinggi.
Menurut Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Reh Ngenana, kronologis kejadian dimana pada saat di TKP, mobil Innova Nopol BA 888 FR yang dibawa pihak perusahaan tersebut dihadang dan dilempari dengan batu oleh masyarakat, dan ke empat orang pihak perusahaan Hitary Daya Energy juga disandera di TKP. Pada pukul 16.30 wib kapolres Solok beserta Waka polres datang ke TKP dan berhasil membawa ke 4 orang pihak perusahaan tersebut untuk di selamat kan ke Mapolres Solok. “Empat orang yang disandera kita selamatkan ke Mapolres Arosuka, namun mobil Inova milik perusahaan tersebut dibakar oleh massa,” tutur polwan cantik itu.
Dari informasi yang berhasil dihimpun Koran Padang di TKP menyebutkan, Kejadian tragis ini bermula disaat rombongan PT Hitay Daya Energi mendatangi lokasi yang akan direncanakan menjadi tempat perkantoran dan lokasi pengeboran proyek panas bumi di Nagari batubajanjang sekira pukul 16.30 Wib, dengan mengunakan dua unit mobil.

Namun sesaat kembali dari lokasi proyek, ratusan warga sudah menunggu di jalan, dan menghadang rombongan PT Hitay Daya Energi. Warga yang marah memaksa pihak rombongan yang terdiri dari pimpinan PT Hitay yang terdiri senior project manager Nofianto dan Heri untuk turun dari mobilnya.

Pada saat yang bersamaan, lima orang Anggota TNI dari satuan Marinir Lantamal Padang yang turun dengan membawa senjata laras panjang didampingi 3 orang anggota koramil Lembang Jaya yang berada di mobil ke dua, tak mampu berbuat banyak ketika massa yang mulai marah mulai melempari mobil pimpinan Hitay tersebut dengan batu.

Hampir dua jam kedua pimpinan Hitay tersebut memilih bertahan didalam mobil, meskipun massa terus melempari mobilnya dengan batu. Mobil kijang Innova BA 888 FR warna hitam itupun praktis menjadi sasaran empuk hujan batu hingga seluruh kacanya pecah. Sementara Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin yang mencoba mencoba berkomunikasi dengan memanggil perwakilan warga untuk berdialog, justru ditolak warga. “Tuntutannya adalah agar bapak Bupati datang menemuai mereka, kalau tak datang, kami tak dilepas,” kata senior project PT Hitay daya Energy Nofianto lewan pesan WhatsApp nya.

Kapolres Solok AKBP Reh Ngenana yang mendapat informasi itu dari masyarakat, langsung turun ke lokasi dengan membawa rombongan anggota Polres Solok. Barulah sesampainya rombongan Kapolres di lokasi kejadian, para pimpinan PT Hitay turun dari mobilnya dan diamankan ke mobil Kapolres dan langsung dibawa ke mapolres Arosuka.

Pasca kepergian Kapolres dan pimpinan Hitay, mobil innova yang sebelumnya ditumpangi oleh pimpinan PT Hitay tersebut itu langsung digulingkan warga ke dalam jurang yang berada di sisi kiri jalan dan membakar mobil tersebut.

“Kami mencoba meredam amarah massa, namun jumlah mereka terus bertambah. Sehingga aparat keamanan yang ada di lokasi tak mampu berbuat banyak karena yang berada di depan adalah para kaum ibu,” kata Camat Lembang jaya Ricky Carnova yang dihubungi terpisah. Terhadap kejadian itu, Kapolres Solok AKBP Reh Ngenana Depari mengaku, peristiwa itu terjadi spontanitas. Karena sebelumnya rombongan PT Hitay ke lokasi hanya untuk melihat lokasi saja. Pasca kejadian itu, kata Kapolres situasi di Batu Bajanjang sudah kembali kondusif (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here