Pimpinan Umum Jejak News Divonis Satu Tahun

0
137
PADANG, JN-  Setelah beberapa kali mengalami penundaan sidang, akhirnya Pimpinan Umum (PU) sekaligus wartawan pada surat kabar Jejak News, Ismail Novendra (40 tahun) yang terjerat kasus pencemaraan nama baik, divonis bersalah oleh majelis hakkim Pengadilan Negeri Padang.
Dalam putusan yang dibacakan pada Kamis (6/12), terdakwa Ismail Novendra dijatuhui hukuman pidana selama satu tahun. ” Bahwa unsur-unsur pada pasal 310 telah terpenuhi dan terbukti,”kata hakim ketua sidang Sukri didampingi hakim anggota Agus Komarudin dan Ade Zuliana Sari, saat membacakan amar putusannya, kemaren
Majelis hakim juga menilai bahwa, unsur kesengajaan telah terpenuhi. ” Hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa, telah mengganggu kenyamanan  korban. Hal-hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan dipersidangan,” ujar hakim ketua.
Terhadap putusan dari majelis hakim, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Mevrizal bersama tim, belum dapat mengambil sikap. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iqbal bersama tim dari Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat, menuntut terdakwa satu tahun.
Dari pantauan awak media, terlihat beberapa polisi berlaras panjang mengawal perjalanan sidang. Tak hanya itu juga terlihat pasukan Pekat berpakaian seragam yang berada di dalam ruang sidang dan luar ruang sidang.
Dalam dakwaan JPU  dijelaskan, kejadian ini berawal pada 7 Agustus 2017, terdakwa Ismail Novendra, mengirim pesan pendek melalui aplikasi whatsapp. Dimana terdakwa memperkenalkan diri sebagai, pimpinan umum koran jejak news, kepada Afrizal Djunit. Selanjutnya terdakwa menanyakan jabatan Afrizal Djunit, di PT. Bone Mitra Abadi (BMA). Kemudian Afrizal Djunit menjawab, dirinya direktur operasional PT.BMA. Kemudian terdakwa bertanya apakah, Afrizal Djunit adik sepupu Kapolda Sumbar, lalu Afrizal Djunit menjawab tidak benar.
Tanpa konfirmasi lebih lanjut kepada Afrizal, terdakwa membuat judul berita Melirik Sepak Terjang PT.BMA, Dir Ops Akui Dunsanak Kapolda. Edisi 125 Th.IX.28 Agustus-10 September 2017. Terhadap berita tersebut, Afrizal Djunit merasa terhina dan difitnah. Pasalnya pembaca beranggapan Afrizal Djunit memenagkan lelang ada campur tangan dan intervensi dari pihak lain. Kemudian pihak pengguna jasa kontraktor baik dari pemerintah dan swasta akan menganggap negatif.
Pada hal menurut Afrizal Djunit dalam menjalankan usahanya, dimana dirinya sebagai direktur operasional, merupakan pemenang lelang dalam, pengerjaan dan pemasangan pipa serta sambungan rumah hibah air minum perkantoran, 2017 di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Sesuai dengan surat penetapan menang nomor Pokja/37/PP/ULP-PS/IV/2017, tanggal 20 April 2017. (eko)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda