Perseteruan Caleg Berkarya dan PAN Kab. Solok Berlanjut Dimeja Hijau

0
444

SOLOK, JN– Salah seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Solok dari Partai Berkarya, yang bernama Mardalis Tanjung alias Pak Kades, divonis Satu bulan penjara dan denda Rp 1 juta, oleh Majelis Hakim PN Koto Baru Solok, dalam persidangan kasus tindak pidana pelanggaran Pemilu, Rabu (19/12).
Tidak terima dengan vonis tersebut, Mardalis Tanjung, langsung mengajukan banding.
   Mardalis Tanjung yang merupakan  Caleg Partai Berkarya dari Dapil Solok III dengan Nomor urut 7 asal Nagari Kinari Kecamatan Bukit Sundi itu,  divonis bersalah oleh Majelis Hakim PN Koto, karena terbukti bersalah secara syah dan meyakinkan, melakukan tindak pidana pelanggaran Pemilu pencemaran nama baik, sesuai Pasal 521 Jo pasal 280 ayat 1 huruf c Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,  dalam perkara bernomor REG. PERK. :PDM-104/Solok/Ep.3/12/2018 bertanggal 10 Desember 2018 itu.
Sidang yang dipimpin oleh hakim ketua  Syofia Nisra,  SH, MH dengan didampingi Hakim Anggota Devi Andri SH,  MH dan Suluh Pardamaian SH,  MH dalam amar putusanya menyatakan terdakwa divonis satu  bulan kurungan.
  Pada sidang yang juga dihadiri oleh umum itu,  Komisioner Bawaslu Kabupaten Solok dan puluhan warga masyarakat Nagari Kinari, yang sejak awal antusias mengikuti jalanya kasus persidangan pencemaran nama baik tersebut. 
    Mardalis Tanjung yang sudah berusua 74.tahun yang selama dalam persidangan kasus tersebut hanya seorang diri, tanpa didampingi oleh seorangpun pengurus DPC Partai Berkarya Kabupaten Solok itu, dilaporkan ke aparat penegak hukum oleh lawan politiknya dari Partai PAN yang juga sama-sama caleg dari Dapil Kabupaten Solok 3, yakni Ivoni Munir, yang juga dari berasal dari Bukit Sundi.
  Ivoni Munir sendiri melaporkan terdakwa atas pencemaran nama baiknya, dalam kasus Pencemaran Nama Baik Ivoni Munir, melalui kertas selebaran berjudul ISU POLITIK yang dibuat oleh terdakwa Mardalis Tanjung di Nagari Kinari pada pertengahan Oktober 2018.
   Sebelumnya,  dalam kasus pencemaran nama baiknya oleh terdakwa Mardalis Tanjung itu,  Ivoni Munir melaporkan kasus pencemaran nama baiknya tersebut ke Bawaslu Kabupaten Solok dikawasan Koto Baru, dengan membawa bukti-bukti berupa kertas selebaran ISU POLITIK yang dibuat oleh terdakwa Mardalis Tanjung.    Kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh terdakwa Mardalis Tanjung terhadap Ivoni Munir itupun, kemudian bergulir hingga ke aparat Kepolisian di Polres Solok Kota dan Kejaksaan Negeri Solok dan kursi terdakwa di PN Koto Baru, Kwcamatan Kubung.
    Kendati vonis putusan Majelis Hakim PN Koto Baru Solok itu, jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Ridwan SH dan Benny Benjamin Purba SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Solok yang menuntutnya 6 bulan kurungan Penjara,  namun Mardalis Tanjung tetap ngotot dengan putusanya untuk mengajukan Banding.

    “Saya akan ajukan upaya hukum Banding terhadap putusan Majelis Hakim itu dan kalau perlu saya akan datang ke Mahkamah Agung RI di Jakarta untuk memohon keadilan terhadap kasus yang menimpa diri saya ini, dan ini tidak adil,  ” ucap Mardalis kepada awak media ini di PN Koto Baru Solok,  Kamis (21/12)   Disebutkan Mardalis Tanjung, bahwa dalam persidangan perkara dirinya itu,  dia telah melakukan upaya Pembelaan Diri kepada Majelis Hakim PN Koto Baru yang diketuai Syofia Nisra. SH MH tersebut,  dengan menyampaikan 11 butir poin yang meringankan dirinya dalam Surat Pledoi setebal 3 halaman bertanggal 17 Desember 2018.
    Terdakwa berharap dan berkeyakinan,  dengan adanya Surat Pledoi Pembelaan yang dibuatnya dan dibacakanya sendiri dihadapan Majelis Hakim, dirinya bisa divonis  bebas oleh Majelis Hakim    Namun ternyata hakim memvonis dirinya bersalah dan diganjar 1 bulan kurungan penjara dan denda 1 juta oleh Majelis Hakim PN Koto Baru Solok, yang menyidangkan kasus perkaranya itu.     Dalam sidang perkara itu, Majelis Hakim PN Koto Baru Solok sendiri telah menghadirkan 13 orang saksi dan mendengarkan keterangan sejumlah Ahli dan barang bukti lainya ke persidangan, seperti diantaranya surat selebaran ISU POLITIK yang dibuat terdakwa Mardalis Tanjung.Semenatara Ivonir Munir, yang coba beberapa kali dihubungi media ini, belum berhasil dikomfirmasi untuk diminta tanggapannya  (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda