Pasutri di Alahan Panjang Lapotrkan Pemilik Bengkel ke Polisi

0
1442

SOLOK, JN-   Merasa tidak mendapat keadilan, akhirnya pasangan suami isteri (Pasutri), April Dani, (25) dan  Peni Oktariani (25), orang tua dari bocah malang, Azel Jualia Tratama, bocah 4 tahun yang ditemukan tewas didalam sumur limbah buangan bengkel milik Lemun (55) pada tanggal 28 September 2016 lalu, melaporkan pemilik bengkel Lemon ke polisi.

April Dani merupakan warga Jorong Taratak Galundi Nagari Alahan Panjang,  Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, secara resmi sudah membuat laporan ke Polsek Lembah Gumanti, pada Sabtu siang (28/10) sekitar pukul 13.00 WIB. April yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayur dipasar pagi terminal Bares Solok ini, datang ke kantor polisi dengan ditemani isterinya Peni, untuk melaporkan pemilik sumur dan lahan serta bengkel yang berjarak sekitar 10 meter dari rumahnya. “Kami datang melaporkan pemilik bengkel karena yang bersangkutan tidak mau bertanggungjawab atas hilangnya nyawa anak kami. Padahal akibab kelalaiannya, nyawa anak kami melayang, sebab kami sudah sering mengingatkan agar sumur limbah bengkel itu dipagar oleh pemilik,” terang April.

Disebutkan April, dirinya membuat laporan polisi yang ditujukan kepada terlapor pemilik bengkel sekaligus pemilik lahan yang dianggap pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa anaknya karena jauh sebelum kejadian, pemilik bengkel telah diingatkan untuk tidak membiarkan sumur limbah buangan bengkel yang dibangun sejak sejak 2013 dibiarkan terbuka tanpa ditutup dan dipagar. “Yang paling kami sesalkan adalah keluarga pemilik bengkel tidak pernah menujukan rasa bersalahnya dan juga tidak mengindahkan apa yang disampaikan dengan dalih sibuk, hingga kejadian yang ditakuti itu akhirnya terjadi dan anak kami menjadi korbannya,” jelas April.

“Cucu kami Azel telah pergi kepangkuan Allah SWT. Namun yang kami kecewakan sipemilik yang tidak pernah mengindahkan apa yang kami sampaikan dan itu kan penyebabnya,” jelas Alit Somantri,  kakek almarhum Azel.  Bocah malang Azel ditemukan tewas disumur limbah buangan bengkel.  Dia dan ibunya menonton televisi.  Karena adik almarhum menangis, ibu korban masuk kekamar untuk menyusui sikecil. Hanya tidak berapa menit sang mertua menanyakan sisulung yang tidak kelihatan oleh kakeknya. Isterinya menjawab pada saat itu Azel menonton televisi.  Karena tidak ada kakek dan paman korban mencari keluar rumah hampir 2 jam dicari Azel tidak terlihat.

 

Saat itulah paman korban, Andri (17), curiga karena keponakannya tidak ada dan mencoba memeriksa sumur limbah dibelakang bengkel yang tidak ditutup dan tidak dipagar yang hanya berjarak sekitar 10  meter dari rumahnya. Andri  turun masuk kesumur limbah buangan bengkel yang airnya hitam pekat, kotor dan bau.  Dua  kali diselami tidak ada tanda-tanda.  Diselami yang ketiga saya memegang kaki korban.  Ketika itulah korban dibawa kepermungkaan dan lansung dibawa ke puskesmas setempat. Malang sibocah tidak bernyawa. Kekecewaan kepada pemilik bengkel kian mendalam tidak satupun keluarga berbelasungkawa datang kerumah. “Sampai sebulan sudah anak kami meninggal sejak kejadian kamis tanggal 28 september lalu. Kami menilai nyawa anak kami ini tidak berarti dan dianggap pemilik bengkel tidak seperti manusia,” terang  Peni ibu korban, dengan dengan raut sedih. Disebutkan Peni, sebagai orang awam hukum kami tidak tahu apa yang harus kami perbuat. Apalagi kami minim dapat penjelasan dari pihak kepolisian sendiri. Untung ada pihak dari keluarga yang membantu kami dan meminta agar dibuat laporan polisi resmi sebagai pelapor atas kejadian tersebut.

 

Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Reh Ngenana, melalui Kapolsek Lembah Gumanti, Iptu Amin Nurasid, yang komfirmasi para awak media masalah bocah malang ini menyebutkan bahwa polisi tidak bisa bertindak kalau korban tidak melapor ke kantor polisi. “Dulu mereka waktu kejadian memang datang ke kantor polisi, hanya memberi tahu saja anak mereka jatuh masuk sumur tetangga. Sebagai petugas kami langsung datang ke TKP dan melakukan pemasangan police line. Tapi karena orang tuanya tidak membuat laporan resmi, ya kami tidak bisa berbuat apa-apa,” jelas Iptu Amin Nurasyid, Sabtu kemaren. Pihaknya akan berupaya melakukan penegakan hukum kepada masyarakat sesuai UU dan hukum yang berlaku (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here