Oknum Wartawan di Kota Solok Tipu Mantan Kadis PU Perumahan

0
588

SOLOK, JN- Mengaku punya koneksi di KPK dan Mabes Polri, tersangka penipu mantan Kadis Perkim Kota Solok resmi ditahan. Polres Solok Kota melakukan penahanan terhadap tersangka, terkait dugaan penipuan, dengan korban pensiunan ASN yang merupakan mantan Kadis Perkim dan Kadis PU Kota Solok, Jaralis.

Penipuan terjadi sejak bulan Mei 2018 sampai dengan Januari 2019 dan telah dilaporkan oleh korban ke Polres Solok Kota pada tanggal 17 Juni 2019. Tersangka yang diduga melakukan penipuan terhadap Jaralis, adalah AR, tersangka juga pernah berprofesi sebagai wartawan di Kota Solok.

Kasat Reskrim Polres Solok Kota IPTU Defrianto, menerangkan bahwa Tersangka ditahan hari Selasa tanggal 2 Juli 2018. Menurut Kasat Reskrim, berdasarkan hasil pemeriksaan, penipuan dilakukan tersangka dengan cara mengirim surat aduan ke KPK sebanyak dua kali (Agustus 2018 dan Januari 2019) terkait dugaan kasus korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok.

Setelah itu, tersangka mengatakan kepada korban bahwa perkara dugaan Korupsi Pembangunan Lapangan Merdeka sedang ditangani KPK dan Mabes Polri dan tersangka menjanjikan dapat membantu mengurus agar penyidikan perkara tersebut dapat dihentikan dengan alasan tersangka banyak kenalan di Mabes Polri dan KPK. Tersangka meyakinkan korban sambil menunjukkan foto-fotonya bersama orang yang disebut-sebutnya sebagai penyidik KPK.

Selanjutnya, tersangka meminta uang kepada korban sebanyak 13 kali secara bertahap, baik melalui tunai ataupun transfer, dengan total sebanyak Rp.71.300.000,-. Tersangka mengatakan uang tersebut akan diberikan kepada penyidik KPK dan Mabes Polri agar penyelidikan atau penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok dapat dihentikan.

Saat meminta uang kepada korban tersangka memberikan alasan-alasan bahwa penyidik KPK akan turun ke lapangan, penyidiknya sudah berganti orang dan harus dikasih uang juga atau uang tambahan untuk mengurus perkara di KPK dan Mabes Polri.

Penyerahan uang dari korban kepada tersangka dilakukan secara bertahap, dimulai pada Mei 2018 sebesar Rp. 10.000.000,- diserahkan langsung oleh korban kepada tersangka. Juni 2018 sebesar Rp. 20.000.000,- diserahkan oleh teman korban kepada tersangka. September 2018 sebesar Rp. 30.000,000,- korban menyerahkan langsung kepada tersangka. Oktober 2018, sebesar Rp. 1.400.000,- dan Rp. 300.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.

Kemudian November 2018 sebesar Rp. 5.500.000, Januari 2019 sebesar Rp.600.000, Rp.350.000,- Rp.850.000,- Rp.500.000,- Rp.600.000, Rp.200.000,- dan Rp.1.000.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.

Korban menyadari dan merasa ditipu sejak bulan Februari 2019, saat korban menerima panggilan saksi dari penyidik Polda Sumbar terkait penanganan dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok.

Dari tersangka, penyidik mengamankan barang bukti berupa buku rekening dan ATM serta 2 unit HP milik tersangka, tanda bukti surat pengaduan ke KPK dengan tanda tangan tersangka sebagai pelapor.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, menambahkan bahwa ditemukan indikasi ada beberapa orang lagi yang menjadi korban perbuatan tersangka. “Tidak perlu takut melapor, silahkan melapor ke Polres Solok Kota, kami tunggu,” terang Kapolres.(van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda